Qualcomm Rilis Pendapatan di Q1 2026, Akui Tantangan Pasokan Memori Kian Meningkat

1 hour ago 3

Selular.ID – Qualcomm merilis hasil keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2026 yang menunjukkan pencapaian pendapatan tertinggi dalam sejarah segmennya. Namun menghadapi tekanan dari gangguan pasokan memori global yang memengaruhi prospek bisnis smartphone.

Laporan ini dipublikasikan pada 4 Februari 2026 setelah pasar penutupan di Investor Relations Qualcomm dan menjadi sorotan pelaku industri semikonduktor.

Hasil kuartal pertama berakhir 28 Desember 2025 menurut tradingview.com mencatat pendapatan Qualcomm sebesar 12,3 miliar USD, meningkat sekitar lima persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka tersebut juga melampaui ekspektasi analis pasar, sekaligus mencatat non-GAAP laba per saham sebesar 3,50 USD, naik dari 3,41 USD pada Q1 fiskal sebelumnya.

Dalam earnings call yang juga dirangkum oleh MarketBeat, Qualcomm mencatat bahwa segmen utama mereka, Qualcomm CDMA Technologies (QCT) yang mencakup desain dan lisensi chip untuk perangkat handset, otomotif, dan IoT (Internet of Things) menghasilkan pendapatan rekor 10,6 miliar USD.

Dengan pertumbuhan terutama dari unit handset dan otomotif. Qualcomm juga melaporkan pendapatan 1,6 miliar USD di segmen lisensi teknologi (Qualcomm Technology Licensing/QTL), dengan margin earnings before tax mencapai kisaran tinggi panduan perusahaan.

CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menyatakan dalam konferensi telepon bahwa momentum pertumbuhan didorong oleh adopsi luas platform Snapdragon di berbagai original equipment manufacturer (OEM).

Termasuk perangkat premium yang memasang prosesor Snapdragon terbaru. CIO mereka menyoroti kontribusi kuat dari permintaan otomotif dan IoT.

Serta inovasi produk seperti beberapa mesin Snapdragon generasi terbaru yang memperluas jejak perusahaan di segmen komputasi edge dan konektivitas.

Meski demikian, pertumbuhan ini berjalan beriringan dengan tantangan yang lebih luas di industri semikonduktor.

Qualcomm memperingatkan adanya tekanan pada pasokan chip memori global, khususnya Dynamic Random Access Memory (DRAM) dan NAND, yang menyebabkan beberapa OEM memperlambat produksi perangkat mereka.

Tekanan pasokan tersebut berdampak pada permintaan total di pasar handset, memaksa perusahaan memproyeksikan panduan pendapatan yang lebih rendah untuk kuartal fiskal berikutnya.

Qualcomm memproyeksikan bahwa pendapatan untuk kuartal kedua fiskal 2026 akan berada di kisaran 10,2 miliar hingga 11 miliar USD, dengan non-GAAP EPS (laba per saham) diperkirakan antara 2,45 USD hingga 2,65 USD.

Proyeksi ini berada di bawah konsensus analis industri, mencerminkan dampak dari pengetatan pasokan memori pada pasar smartphone secara global.

Berita ini mengundang reaksi pasar yang beragam. Laporan dari Reuters dan berbagai sumber pasar modal mencatat bahwa saham Qualcomm sempat mengalami tekanan harga setelah panduan pendapatan yang lebih konservatif dirilis.

Seiring kekhawatiran pasar terhadap prospek jangka pendek industri smartphone akibat kesulitan pasokan memori.

Dari sisi unit bisnis, pertumbuhan QCT handset berkontribusi signifikan terhadap total penjualan, terutama lewat desain chip Snapdragon untuk sejumlah flagship OEM global.

Segmen otomotif juga mencetak pertumbuhan dua digit, sejalan dengan meningkatnya permintaan platform digital untuk kendaraan modern dan sistem bantuan pengemudi lanjutan (ADAS).

Permintaan dalam IoT turut menunjukkan ekspansi, didorong oleh peningkatan adopsi perangkat terhubung lintas konsumen dan jaringan.

Sekalipun pendapatan kuartal pertama tumbuh dan melampaui ekspektasi, sejumlah analis menyoroti bahwa tantangan pasokan memori dapat memperlambat pertumbuhan di segmen handset dan segmen pendapatan terkait. Beberapa laporan pasar mencatat,

pengetatan pasokan memori yang dilakukan oleh pembuat seperti Samsung dan SK Hynix dipicu oleh lonjakan permintaan untuk kebutuhan AI data center, yang mengurangi alokasi memori untuk produksi perangkat konsumen seperti smartphone.

Implikasi dari hasil ini menunjukkan bahwa Qualcomm tetap menjadi pemain penting dalam ekosistem chip global dengan diversifikasi portofolio yang kuat.

Namun, pertumbuhan jangka pendek akan sangat dipengaruhi oleh dinamika pasokan komponen kritis seperti chip memori.

Perusahaan mengindikasikan fokus strategis pada inovasi produk dan ekspansi pasar, termasuk segmen otomotif dan AI, sebagai bagian dari upaya untuk menahan volatilitas pasar smartphone tradisional.

Baca Juga:Black Shark Gaming Tablet Andalkan Chipset Qualcomm Snapdragon 8s Gen 3

Laporan hasil kuartal pertama ini mencerminkan kombinasi antara pencapaian finansial kuat dan risiko pasar yang terus berkembang, menjadikan Qualcomm sorotan utama dalam laporan keuangan industri teknologi global Triwulan I 2026.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |