BARU! Segini Kecepatan Internet Mobile dan Fixed Broadband Indonesia

1 hour ago 2

Selular.id – Pemerintah Indonesia memiliki ambisi untuk mencapai kecepatan internet hingga 100 Mbps di tanah air.

Apalagi Indonesia memiliki target kecepatan internet mobile menjadi 60 Mbps dan fixed broadband 45 Mbps di tahun 2026 ini.

Namun, perjalanan dan target tersebut tampaknya masih membutuhkan perjalanan panjang.

Laporan terbaru Speedtest Global Index untuk Desember 2025 menunjukkan peningkatan kecil pada kecepatan internet Indonesia.

Meski kecepatan internet naik tipis, namun posisinya masih tertinggal jauh dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, bahkan oleh Kamboja.

Pada peringkat global, Indonesia naik tiga peringkat ke posisi 75 dunia untuk kecepatan internet mobile dengan angka 52,73 Mbps.

Meski mengalami kemajuan, angka ini masih jauh di bawah capaian Brunai Darussalam yang mencapai 234,96 Mbps yang merupakan peringkat 8 dunia dan pertama di Asean.

Yang lebih memprihatinkan, Indonesia juga masih kalah dari Kamboja yang mencatatkan kecepatan 60,27 Mbps.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa target kecepatan internet Indonesia masih jauh dari harapan, seperti yang pernah disampaikan oleh Ketua APJII mengenai rencana kecepatan internet Indonesia harus 100 Mbps.

United Arab Emirates (UAE) masih mempertahankan posisi puncak sebagai negara dengan internet mobile tercepat di dunia dengan kecepatan mencapai 672 Mbps.

Qatar menyusul di peringkat kedua dengan 574 Mbps, disusul Kuwait di posisi ketiga dengan 414,56 Mbps.

 dok. Shutterstock

Berikut daftar lengkap kecepatan internet mobile negara-negara Asia Tenggara berdasarkan Speedtest Global Index Desember 2025:

  • Brunei Darusalam 234,96 Mbps (peringkat 8)
  • Singapura 199,70 Mbps (peringkat 10)
  • Vietnam 179,24 Mbps (peringkat 13)
  • Malaysia 143,70 Mbps (peringkat 29)
  • Tailan 136,23 Mbps (peringkat 33)
  • Kamboja 60,27 Mbps (peringkat 67)
  • Filipina 54,13 Mbps (peringkat 73)
  • Indonesia 52,73 Mbps (peringkat 75)
  • Laos 45,24 Mbps (peringkat 81)
  • Myanmar: –

Posisi Indonesia yang masih di bawah Laos ini mengingatkan pada laporan sebelumnya di bulan Agustus tahun 2025, di mana kecepatan internet Indonesia masih di bawah Laos dan Kamboja.

Tren ini menunjukkan bahwa meski ada perbaikan, laju peningkatan kecepatan internet di Indonesia masih lebih lambat dibandingkan negara-negara sekawasan.

Fixed Broadband Indonesia Juga Masih Tertinggal

Pada kategori fixed broadband, kondisi Indonesia tak jauh berbeda.

Speedtest masih menobatkan Singapura sebagai negara dengan kecepatan fixed broadband tertinggi di dunia dengan angka 410,06 Mbps.

Vietnam secara mengejutkan kembali naik ke peringkat sembilan menggeser Tailand, dan keduanya menjadi peringkat kedua serta ketiga di Asia Tenggara.

Kecepatan internet fixed broadband Vietnam yakni 287,24 Mbps, sedangkan Tailan 276,03 Mbps dan posisinya merosot ke-12 dunia.

Indonesia masih tercecer di peringkat ratusan dunia untuk fixed broadband.

Meski naik dua peringkat, kecepatan fixed broadband Indonesia belum mencapai setengah dari target 100 Mbps, tepatnya hanya 44,38 Mbps.

Pencapaian ini masih jauh dari rencana Kominfo mengenai pelaksanaan kecepatan internet Indonesia minimal 100 Mbps yang seharusnya sudah mulai diwujudkan.

Berikut peringkat kecepatan fixed broadband negara-negara Asia Tenggara di Desember 2025:

  • Singapura 410,06 Mbps (peringkat 1)
  • Vietnam 287,24 Mbps (peringkat 9)
  • Tailan 276,03 Mbps (peringkat 12)
  • Malaysia 163,86 Mbps (peringkat 44)
  • Filipina 102,79 Mbps (peringkat 63)
  • Brunei Darusalam 86,55 Mbps (peringkat 89)
  • Laos 53,58 Mbps (peringkat 110)
  • Kamboja 49,75 Mbps (peringkat 113)
  • Indonesia 44,38 Mbps (peringkat 118)
  • Myanmar 29,61 Mbps (peringkat 132)

Data terbaru ini mempertegas tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam mengejar ketertinggalan infrastruktur digital.

Peningkatan yang terjadi masih bersifat incremental dan belum mampu mengangkat Indonesia dari posisi terbawah di kawasan Asia Tenggara.

Situasi ini sesuai dengan laporan sebelumnya yang menempatkan peringkat kecepatan internet Indonesia nomor 62 dari 64 negara di tingkat global.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengamat yang mendukung kecepatan internet Indonesia harus minimal 100 Mbps, tampaknya masih perlu diikuti dengan akselerasi implementasi di lapangan.

Pemerintah dan penyelenggara telekomunikasi dituntut untuk bekerja lebih keras dalam mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional agar tidak semakin tertinggal dari negara-negara tetangga.

Ke depan, percepatan penetrasi jaringan 5G dan perluasan jaringan fiber optik menjadi kunci utama untuk meningkatkan kecepatan internet Indonesia.

Tanpa langkah-langkah strategis yang lebih agresif, target kecepatan internet 100 Mbps mungkin akan tetap menjadi mimpi yang sulit diwujudkan dalam waktu dekat.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |