Peluncuran PS6 Terancam Mundur Akibat Krisis Harga RAM Global

12 hours ago 5

Selular.id – Rencana Sony untuk meluncurkan PlayStation 6 (PS6) pada tahun 2027 menghadapi ancaman penundaan serius.

Penyebab utamanya adalah krisis pasokan dan lonjakan harga memori (RAM) global yang telah melanda industri teknologi dalam beberapa bulan terakhir.

Laporan dari Insider Gaming menyebutkan, situasi ini memaksa produsen konsol untuk mempertimbangkan kembali jadwal peluncuran konsol generasi berikutnya.

Rumor yang telah beredar cukup lama mengindikasikan bahwa Sony berencana memulai produksi PS6 pada tahun 2027, dengan peluncuran komersial dijadwalkan pada bulan November di tahun yang sama.

Namun, gelombang kelangkaan komponen memori mengubah perhitungan. “Situasi ini menyebabkan para produsen konsol untuk memperdebatkan apakah peluncuran konsol generasi berikutnya harus ditunda dari jadwal rilis yang direncanakan pada tahun 2027-2028,” ungkap laporan Insider Gaming, seperti dikutip dari Vice.

Krisis ini tidak hanya berdampak pada pasar PC, di mana gamer kesulitan melakukan upgrade, tetapi juga mengancam roadmap produk konsol besar seperti PlayStation dan Xbox.

Baik Sony yang telah mengonfirmasi pengembangan PS6 maupun Microsoft, yang bersiap dengan generasi baru Xbox, dikabarkan sedang mengevaluasi opsi mereka.

Opsi lain yang terbuka, selain menunda peluncuran, adalah menaikkan harga jual konsol.

Namun, langkah ini dianggap berisiko mengingat harga PS5 dan Xbox Series X/S saja sudah mengalami kenaikan signifikan belakangan ini.

Kedua konsol generasi mendatang tersebut diprediksi akan mengadopsi memori berkecepatan tinggi tipe GDDR7 untuk kebutuhan grafisnya.

Jenis memori ini termasuk dalam kategori DRAM, yang saat ini sedang mengalami tekanan pasokan hebat di pasar global.

Tidak hanya GDDR7, modul memori DDR5 untuk PC dan VRAM (Video RAM) pada kartu grafis juga ikut terdampak penyusutan pasokan komponen kunci ini.

Harapan dari Produsen Memori dan Skenario Alternatif

Di tengah kekhawatiran tersebut, masih ada secercah harapan. Insider Gaming menyebutkan bahwa harga memori mungkin akan stabil lebih cepat dari perkiraan.

Produsen memori raksasa seperti Samsung dan SK Hynix diperkirakan akan meningkatkan kapasitas produksi DRAM mereka untuk merespons permintaan yang melonjak dan mengatasi masalah kekurangan pasokan.

Jika langkah ini dilakukan secara agresif, rantai pasokan bisa kembali normal sebelum tahun 2027 tiba.

Pandangan serupa disampaikan oleh sumber industri yang dikutip oleh Moore’s Law Is Dead.

Menurut mereka, masih terlalu dini untuk memprediksi apakah kelangkaan RAM akan berlanjut hingga tiga tahun ke depan.

Industri semikonduktor dinilai bergerak sangat cepat dan mampu beradaptasi.

“Dokumen yang saya lihat di balik layar menyebutkan bahwa PS6 seharusnya diproduksi pada pertengahan tahun 2027. Berdasarkan informasi tersebut, kita belum tahu pasti apakah hal itu akan terpengaruh atau tidak,” jelas mereka.

Dinamika pasar memori memang dikenal sangat siklis, mengalami periode kelebihan pasokan yang menekan harga, diikuti oleh periode kekurangan yang mendorongnya naik.

Situasi saat ini tampaknya berada di fase puncak kekurangan. Keputusan Sony dan Microsoft akan sangat bergantung pada proyeksi jangka panjang dari pemasok memori mereka.

Penundaan, jika terjadi, bukanlah hal baru di industri konsol. Namun, hal itu tentu akan mengecewakan jutaan gamer yang telah menantikan lompatan generasi berikutnya, terutama setelah bocoran spesifikasi yang menjanjikan performa tinggi.

Selain konsol rumahan, krisis komponen ini juga berpotensi memengaruhi lini produk lainnya.

Pengembangan perangkat hybrid atau handheld, yang membutuhkan efisiensi daya dan performa memori yang optimal, juga bisa mengalami revisi jadwal atau spesifikasi.

Industri game secara keseluruhan sedang mengamati gejolak ini dengan cermat, mengingat komponen memori adalah salah satu tulang punggung performa perangkat gaming modern.

Implikasi dari penundaan potensial ini bisa luas. Selain menunda pengalaman gaming generasi baru, hal itu juga akan menggeser strategi pemasaran, rencana game eksklusif, dan persaingan dengan platform lain.

Sony dan Microsoft harus membuat kalkulasi yang matang antara menunggu stabilitas harga komponen atau meluncurkan dengan harga yang lebih tinggi yang berisiko mengurangi daya tarik konsol di pasaran.

Keputusan akhir mereka akan menjadi sinyal penting bagi ketahanan rantai pasokan global di tengah gejolak ekonomi yang kompleks, mirip dengan tantangan regulasi yang dihadapi perusahaan teknologi lain di berbagai belahan dunia.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |