iPhone Fold dan iPhone 18 Pro Masuk Produksi Massal Juli 2026

2 hours ago 5

Selular.id – Apple dikabarkan tengah mempercepat langkah besar dalam peta jalan produk masa depannya dengan menjadwalkan produksi massal untuk iPhone Fold dan iPhone 18 Pro pada Juli 2026.

Langkah ini menandai pergeseran strategis bagi raksasa teknologi asal Cupertino tersebut, yang selama ini dikenal sangat berhati-hati dalam mengadopsi teknologi layar lipat.

Keputusan untuk memulai produksi di pertengahan tahun 2026 mengindikasikan bahwa Apple telah menemukan solusi atas kendala durabilitas dan estetika layar yang selama ini menjadi ganjalan utama dalam pengembangan perangkat lipat mereka.

Laporan terbaru dari rantai pasokan di Asia menunjukkan bahwa Apple tidak hanya fokus pada satu model, melainkan sedang mempersiapkan lini perangkat keras yang akan mendefinisikan ulang posisi mereka di pasar premium.

Fokus utama tetap tertuju pada iPhone Fold, perangkat yang sudah lama dinantikan untuk menantang dominasi Samsung di segmen foldable.

Bersamaan dengan itu, iPhone 18 Pro juga akan masuk ke lini produksi, membawa pemutakhiran sensor kamera dan teknologi pemrosesan yang lebih canggih untuk mempertahankan daya saing di kategori ponsel konvensional.

Kehadiran iPhone Fold menjadi sinyal bahwa Apple akhirnya siap menghadapi risiko teknis yang melekat pada ponsel layar lipat. Selama beberapa tahun terakhir, para insinyur di Apple dikabarkan terus bereksperimen dengan berbagai prototipe untuk meminimalkan bekas lipatan pada layar dan memastikan engsel perangkat memiliki ketahanan jangka panjang yang setara dengan standar produk mereka lainnya.

Penjadwalan produksi pada Juli 2026 memberi waktu bagi mitra manufaktur seperti Foxconn untuk menyiapkan lini perakitan khusus yang mampu menangani kompleksitas komponen internal baru ini.

Dinamika industri ponsel pintar memang sedang mengalami pergeseran, di mana konsumen mulai melirik faktor bentuk yang lebih fleksibel untuk produktivitas dan konsumsi konten multimedia.

Apple menyadari bahwa menunda lebih lama masuk ke pasar layar lipat dapat membuat mereka kehilangan momentum di hadapan kompetitor global yang sudah merilis generasi kelima atau keenam dari perangkat lipat mereka.

Dengan masuknya iPhone Fold ke tahap produksi massal, Apple diprediksi akan membawa ekosistem perangkat lunak iOS yang dioptimalkan secara khusus untuk layar yang lebih luas, memberikan pengalaman pengguna yang lebih mulus dibandingkan para pesaingnya.

Di sisi lain, iPhone 18 Pro yang diproduksi secara bersamaan diharapkan membawa inovasi pada sektor optik.

Informasi yang beredar menyebutkan penggunaan sensor kamera utama yang lebih besar serta integrasi teknologi Variable Aperture yang lebih matang. Teknologi ini memungkinkan lensa kamera menyesuaikan bukaan cahaya secara mekanis, mirip dengan cara kerja kamera profesional (DSLR/Mirrorless).

Fitur ini sangat krusial bagi pengguna yang mengedepankan kualitas fotografi dalam berbagai kondisi pencahayaan, mulai dari potret di bawah terik matahari hingga pengambilan gambar di lingkungan minim cahaya.

Selain urusan kamera, iPhone 18 Pro juga kemungkinan besar akan menjadi panggung bagi chipset generasi terbaru yang dibangun di atas proses fabrikasi 2 nanometer (nm) dari TSMC.

Fabrikasi yang lebih kecil ini menjanjikan efisiensi daya yang jauh lebih baik dan peningkatan performa komputasi, terutama untuk menjalankan fungsi kecerdasan buatan (AI) secara lokal di perangkat tanpa terlalu membebani baterai.

Integrasi antara perangkat keras yang bertenaga dan perangkat lunak yang cerdas tetap menjadi senjata utama Apple untuk menarik minat pengguna setia mereka melakukan pemutakhiran perangkat.

Keputusan produksi massal pada bulan Juli juga sejalan dengan siklus peluncuran tahunan Apple yang biasanya jatuh pada bulan September. Jeda waktu sekitar dua bulan digunakan untuk memastikan ketersediaan stok global terpenuhi dan pengujian kualitas akhir berjalan tanpa hambatan.

Namun, tantangan terbesar bagi Apple tetap terletak pada rantai pasokan komponen layar lipat yang sangat spesifik. Mereka harus memastikan pemasok seperti Samsung Display atau LG Display dapat memenuhi volume permintaan yang diprediksi akan melonjak begitu produk ini resmi diperkenalkan ke publik.

Langkah berani Apple dengan iPhone Fold ini diperkirakan akan memicu reaksi berantai dari produsen komponen lain untuk meningkatkan kapasitas produksi layar fleksibel dan engsel presisi tinggi.

Secara bisnis, peluncuran iPhone Fold dan iPhone 18 Pro di tahun yang sama menunjukkan strategi diversifikasi portofolio yang agresif.

Apple ingin memastikan bahwa mereka tetap menjadi pemimpin di pasar ponsel “batangan” kelas atas, sembari mulai menguasai segmen gaya hidup baru melalui perangkat lipat yang lebih eksklusif dan fungsional.

Perkembangan ke depan akan sangat bergantung pada bagaimana pasar merespons harga dan kegunaan nyata dari iPhone Fold. Meskipun detail harga belum terungkap, posisi perangkat ini dipastikan akan berada di atas jajaran iPhone Pro Max saat ini.

Transformasi ini bukan sekadar soal layar yang bisa ditekuk, melainkan tentang bagaimana Apple mendefinisikan ulang cara manusia berinteraksi dengan perangkat seluler di masa depan.

Persaingan di industri teknologi tahun 2026 dipastikan akan semakin tajam dengan keterlibatan penuh Apple di ranah inovasi perangkat lipat tersebut.

Baca juga: 5 HP Terbaru 2026 Desain Mirip iPhone Harga Mulai Rp2 Jutaan

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |