Pelajar Deiyai Borong Juara English Competition Hari Anak Nasional 2026

9 hours ago 8

Nabire, Pelajar Kabupaten Deiyai mengukir prestasi gemilang pada ajang English Competition yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2026. Kompetisi yang mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun untuk Masa Depan” itu berlangsung di SMA Negeri Plus KPG Nabire, Kamis (23/7), dan mempertemukan peserta dari berbagai kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Deiyai menjadi salah satu daerah yang memperoleh perhatian khusus setelah para siswanya berhasil meraih Juara I pada kategori lomba Bahasa Inggris tingkat SD, SMP, dan SMA. Atas pencapaian tersebut, para pemenang menerima sertifikat penghargaan, perlengkapan sekolah, serta sertifikat kursus Bahasa Inggris sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Kompetisi ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah bersama SAPA Foundation untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan generasi muda Papua Tengah agar lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Keberhasilan para pelajar Deiyai tidak diraih secara instan. Sebelum tampil di panggung perlombaan, seluruh peserta mengikuti program pelatihan Bahasa Inggris intensif selama satu bulan. Selama masa pembinaan tersebut, mereka dibimbing oleh tim pengajar dari SAPA Foundation melalui berbagai materi, termasuk kemampuan berbicara di depan umum, pidato dalam Bahasa Inggris, serta latihan spelling.

Guru Honorer Bahasa Inggris SMP Negeri 2 Tigi Barat, Nahomi Pigome, S.S., Gr, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian para peserta didik asal Deiyai. Menurutnya, keberanian anak-anak tampil di depan publik menggunakan Bahasa Inggris menjadi indikator bahwa mereka memiliki kemampuan yang layak untuk bersaing dengan peserta dari daerah lain.

“Melihat anak-anak Deiyai mampu berdiri di atas panggung dan menunjukkan kemampuan Bahasa Inggris mereka merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami. Ini membuktikan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk bersaing apabila mendapatkan kesempatan belajar yang baik,” ujar Nahomi.

Ia menjelaskan, selain mengasah kemampuan akademik, proses pembelajaran yang dijalani para peserta juga membentuk karakter, rasa percaya diri, serta keberanian dalam berkomunikasi. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi para siswa untuk terus berkembang di jenjang pendidikan berikutnya.

Nahomi turut memberikan apresiasi kepada SAPA Foundation yang telah menghadirkan program pembinaan Bahasa Inggris di Kabupaten Deiyai. Ia menilai kehadiran lembaga tersebut membuka peluang bagi anak-anak di wilayah pedalaman Papua Tengah untuk memperoleh pengalaman belajar yang sebelumnya sulit diakses.

Meski durasi pelatihan hanya berlangsung sekitar satu bulan, ia menilai manfaat yang diterima peserta sangat besar. Dasar-dasar kemampuan Bahasa Inggris yang telah diperoleh dapat menjadi pijakan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi di masa mendatang.

“Waktu belajarnya memang singkat, tetapi anak-anak sudah memiliki dasar pengetahuan yang dapat terus dikembangkan. Itu jauh lebih baik daripada tidak mendapatkan kesempatan belajar sama sekali,” katanya.

Menurut Nahomi, kemampuan Bahasa Inggris kini menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda. Penguasaan bahasa internasional tersebut akan membuka peluang lebih luas dalam dunia pendidikan, beasiswa, hingga dunia kerja yang semakin kompetitif.

Karena itu, ia berharap program pembinaan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pelajar Deiyai yang mampu mengukir prestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

“Prinsip kami sederhana, mengapa daerah lain bisa, maka Deiyai juga harus bisa. Kami percaya anak-anak Deiyai memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan daerah lain apabila terus diberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang,” tegasnya.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak di Papua Tengah. Melalui berbagai kompetisi akademik seperti English Competition, peserta didik tidak hanya diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga memperoleh pengalaman yang mampu meningkatkan motivasi belajar.

Keberhasilan pelajar Deiyai juga menunjukkan bahwa investasi di bidang pendidikan, terutama melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan karakter, mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, lembaga mitra, dan orang tua menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan tersebut.

Menutup keterangannya, Nahomi menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak selama mengikuti proses pembelajaran dan kompetisi. Menurutnya, keberhasilan para pelajar merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang memiliki tujuan sama, yaitu mencetak generasi muda Deiyai yang berkualitas, percaya diri, dan siap bersaing di masa depan.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |