Korban Banjir Tertangani Baik, Bantuan Logistik Lancar

1 week ago 24

Ketua Umum PPP, H Muhammed Mardiono bersama pengurus DPW PPP Aceh, mengunjungi pengungsi di meunasah Gampong Meuse Kecamatan Kutablang

BIREUEN|METRO ACEH-Kendati kondisi para korban banjir di Kabupaten Bireuen, sempat mengalami keterpurukan hebat akibat bencana banjir 26 November 2025 lalu, tapi keadaan tersebut kini berangsur-angsur pulih dan puluhan ribu korban, kembali bangkit untuk membuka lembaran baru kehidupan yang menjanjikan harapan.

Warga terdampak musibah banjir terparah sepanjang sejarah ini, benar-benar tangguh dan menerima kenyataan itu sebagai ujian dari Allah SWT. Berkat bantuan dan perhatian berbagai pihak, baik para donatur, relawan dan pemerintah, korban bencana ini berhasil melewati masa-masa kritis, serta terhindar dari ancaman kelaparan.

“Sejak awal banjir menerjang pemukiman, seribu jiwa lebih warga kami mengungsi ke meunasah menyelamatkan diri,” ungkap Salmadi Keuchik Gampong Meusee, Kecamatan Kutablang, Kamis (15/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kaum ibu-ibu Gampong Blang Panjoe, mempersiapkan makanan bagi pengungsi banjir.Kaum ibu-ibu Gampong Blang Panjoe, mempersiapkan makanan bagi pengungsi banjir.

Meski tiga hari pertama arus pengungsian, situasi dirasakan sangat berat dan korban dalam keadaan hidup serba terbatas, akibat listrik padam, suplai air bersih macet, sinyal komunikasi putus. Namun, pihak aparatur desa bersikap sigap, mempersiapkan bekal makanan memadai melalui dapur umum.

Menurut Salmadi, agar memenuhi kebutuhan konsumsi pengungsi, mulai hari pertama hingga hari kedua, perangkat desa bertindak cepat memasok sembako yang dibeli dari sumber dana desa, maupun swadaya warga. Sampai hari ketiga, bantuan berdatangan dari donatur, relawan dan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, berkat kepedulian berbagai pihak penanganan pengungsi di gampong kami, berjalan baik dan semua korban dapat menikmati makanan yang memadai,” jelas Salmadi.

Dia mengisahkan, salah seorang warga desa ini yaitu Zubir Muhammad yang merupakan salah satu pengurus DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh, juga memberikan kontribusi besar dengan memberikan ragam bantuan makanan, serta mengerahkan dua unit alat berat berupa Escavator (Beco) dan Bulldozer, untuk membersihkan pemukiman masyarakat setempat.

Salmadi mengaku, sebagai salah satu tokoh muda asal Meusee, Zubir terus menyalurkan bantuan, baik sumber pribadi maupun donasi dari partai berlambang Ka’bah itu. Bantuan ini sebutnya, sangat bermanfaat ditengah keadaan serba darurat akibat bencana banjir.

Lalu, suplai logistik dari BPBD Bireuen yang disalurkan secara kontinyu yang diminta ke kantor Kecamatan Kutablang, juga membuat korban di pengungsian mendapat pasokan sembako yang mencukupi,”Kapan pun kami menyampaikan ke Camat untuk kebutuhan pengungsi, selalu direspon cepat dan kami langsung diarahkan mengambil ke gudang BPBD,” ujarnya.

Dirinya sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bireuen, karena sangat tanggap dalam penanganan bencana. Bupati Bireuen, H Mukhlis bahkan sudah dua kali berkunjung ke Gampong Meusee, melihat sendiri kondisi korban banjir,”Terakhir kemarin siang bapak bupati datang kembali, kami shalat Dzuhur berjamaah di sini,” tutur Salmadi.

Hal senada juga disampaikan Keuchik Gampong Blang Panjo, Ikhsan S.Kom yang bersebelahan dengan Gampong Meusee. Dia mengaku, desa yang berada sangat dekat dengan sungai itu, pada saat kejadian air tiba-tiba meluap membawa kayu, sebelum menghantam pemukiman warga berhasil keluar, menyelamatkan diri saat banjir datang sekitar pukul 06.00 WIB.

“Sekitar 900 warga mengungsi ke Mesjid Istiqamah Ulee Tutu Kutablang, bersama pengungsi dari beberapa desa lain. Kami sangat banyak dibantu oleh donatur, relawan dan pemerintah sehingga warga kami mampu menghadapi musibah terburuk ini,” kenang Ikhsan.

Meski awal-awal pasca banjir jelas Ikhsan, kebutuhan konsumsi pengungsi dibelanjakan sepenuhnya dengan dana desa, agar para korban bisa memperoleh makanan yang dimasak oleh kaum ibu-ibu di dapur umum.

Sebagai pimpinan desa, dia mengaku mendapat perhatian yang cukup baik dari pemerintah daerah, termasuk camat yang terus memantau dan berkoordinasi dengan keuchik, berbagai kebutuhan logistik pengungsi yang diminta langsung ditanggapi dan dapat mengambilnya ke gudang BPBD. Bahkan sejak awal musibah, pihaknya sudah tiga kali mengangkut bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten Bireuen.

“Pengalaman pribadi saya, sangat mudah berkoordinasi dengan bapak Doli Mardian selaku Kepala Pelaksana BPBD, kadang jam satu malam pun saya hubungi, beliau masih bersedia menerima telepon,” ungkap Ikhsan.

Meski stok bahan makanan yang dipasok dari gudang BPBD tidak berlebihan, namun untuk kebutuhan korban banjir selama ini masih mencukupi, sebagai bahan baku yang dimasak di dapur umum Blang Panjo. Menurut Ikhsan, situasi arus pengungsian korban banjir di desa itu, terjadi hampir satu bulan dan kini sebagian besar korban sudah kembali ke rumah.

Disebutkannya, hanya beberapa warga yang masih bertahan di pengungsian meunasah, setelah mereka pindah dari mesjid Istiqamah agar lebih dekat dengan rumah,”Beberapa korban yang masih mengungsi, karena rumah mereka hilang dan rusak berat akibat banjir,” jelasnya.

Saat ditemui awak media ini, Keuchik Blang Panjo itu juga mengapresiasi perhatian Multazami Abu Bakar alias Keuchik Tami yang sejak awal bencana, sudah turun ke desa-desa untuk membantu masyarakat terdampak. Menurut Ikhsan, politisi PNA ini benar-benar sangat peduli terhadap korban bencana banjir di kawasan Kutablang.

Ikhsan juga menyampaikan harapan, agar pihak berwenang segera memperbaiki tanggul sungai yang jebol, agar warga yang masih diliputi trauma, tidak was-was saat hujan deras mengguyur kawasan itu, karena khawatir sungai meluap kembali. (Bahrul)

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |