Bupati Bireuen, H Mukhlis ST dan Ketua PMI Bireuen, Edi Obama menyerahkan bantuan kepada dua anak yatim piatu yang menjadi korban kebakaran di Gampong Cot Rabo Tunong, Kamis (26/3)
BIREUEN|METRO ACEH-Sebagai bentuk rasa kepedulian dan respon cepat Pemerintah Kabupaten Bireuen, serta Palang Merah Indonesia (PMI) atas musibah kebakaran yang menimpa dua bocah yatim piatu di Gampong Cot Rabo Tunong, Kecamatan Peusangan. Bupati H Mukhlis ST dan Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra SH mengunjungi kediaman korban, Kamis (26/3) guna mengantarkan bantuan masa panik.
Kedatangan dua tokoh ini, merupakan wujud kepedulian mendalam atas musibah yang dialami masyarakat, terutama kedua korban merupakan anak yatim piatu,”Kita merasakan duka sangat mendalam, atas musibah kebakaran yang menghanguskan rumah dua anak yatim piatu ini,” ungkap H Mukhlis ST saat ditemui awak media di lokasi.
Dia mengaku sangat prihatin, mengingat dua bocah malang yakni Bilal (14) dan adiknya Mulkan (10) yang sudah ditinggal orang tua, kini kehilangan rumah berteduh. Sehingga, Bupati dan Ketua PMI ingin memberi rasa hangat untuk meringankan beban korban cilik itu, dalam menghadapi musibah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan media ini, dalam kunjungan itu, H. Mukhlis ST dan Edi Saputra S.H. atau lebih akrab disapa Edi Obama, menyerahkan berbagai bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan korban. Selain menyasar dua anak yatim tersebut, bantuan juga diberikan kepada keluarga Bapak M. Nasir (61) yang rumahnya turut terdampak (imbas) kobaran api.
Edi Obama menambahkan, pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan pasca-bencana berjalan maksimal. Fokus utama adalah memberikan dukungan moril dan materiil agar para korban bisa segera bangkit dari trauma.
“Kita ingin Bilal, Mulkan, dan keluarga Pak Nasir tahu bahwa mereka memiliki keluarga besar di Bireuen yang siap membantu. Sinergi ini adalah bentuk pengabdian kita untuk kemanusiaan, memastikan setiap warga tertimpa musibah mendapat perhatian layak,” ujar Edi Obama.
Meskipun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan, kehadiran bantuan cepat ini menjadi lentera harapan bagi warga Desa Cot Rabo Tunong untuk mulai menata kembali kehidupan mereka.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, suasana lebaran Idul Fitri 1447 H, membuat dua anak yatim dan yatim piatu bernama Bilalbirrabbah (15) dan Mulkan (10) dalam sekejap harus kehilangan rumah peninggalan orang tua mereka, di depan lapangan bola kaki Dusun Lam Pucok, Desa Cot Rabo Tunong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen akibat terbakar, Rabu (25/3) pukul 22.00 WIB.
Meski tdak ada korban dalam peristiwa itu, tapi seluruh harta benda dirumah korban termasuk satu sepeda motor merk Honda Scoopy dan dua sepeda dayung salah satu digunakan Mulkan pergi sekolah hangus terbakar.
Kebakaran itu juga mengakibatkan rumah tetangganya juga kakek korban M Nasir (61) ditempati bersama istri Marhani (53) dan anaknya Afzalul Rizki (23), Repi Saputra (16), Repa Saputra (16), dan Hanum Herlina (11) terkena imbas terbakar pada dinding samping.
Komandan Regu (Danru) Pos Induk Kota Bireuen, Afrizal mengatakan saat mendapat informasi tiga pemadam pos induk, satu unit dari pos Juli dan satu unit dari pos Kutablang langsung dikerahkan ke lokasi untuk penyebab belum diketahui pasti, ujarnya.
Sementara itu, Keuchik Cot Rabo Tunong, Furkan Syahputra (26) yang didampingi M Nasir kepada Metro Aceh dilokasi mengatakan untuk penyebab kebakaran belum diketahui pasti, secara tiba-tiba warga melihat rumah korban sudah terbakar.
Saat kebakaran terjadi, Bilalbirrabbah (15) dan Mulkan (10) tidak dirumah, keduanya berada dirumah kakeknya (M Amin-red) disebelah karena malam hari tidur dirumah tersebut.
“Saya baru selesai sembahyang lagi duduk-duduk bersama anak-anak dirumah, tiba-tiba mati lampu dan rumah Mulkan disebelah sudah terbakar,” ujar Marhani bersama Mulkan sudah diamankan ke rumah tetangganya.
Keuchik melanjutkan mengetahui kejadian itu warga berdatangan memberi bantuan dan keuchik juga langsung meminta bantuan kepada petugas pemadam, ungkapnya dan berharap Pemkab Bireuen dapat segera membantu korban sudah kehilangan tempat tinggal, harapnya.
Agus (40) warga dilokasi mengatakan belum diketahui penyebabnya saat itu dia sedang duduk di depan rumah tidak jauh dari lokasi, tiba melihat rumah Mulkan sudah terbakar dan api menyala besar, lalu bersama warga berdatangan membantu dan warga juga meminta bantuan pemadam, sebutnya. (Ed/Bahrul).

5 hours ago
2










































