Selular.id – MediaTek dikabarkan tengah mempersiapkan chipset flagship terbarunya, Dimensity 9500, yang disebut-sebut bakal menjadi salah satu prosesor pertama yang mampu menembus skor 400.000 poin pada AnTuTu v11.
Informasi ini didasarkan pada bocoran dari tipster terpercaya Digital Chat Station, yang mengklaim bahwa platform uji coba dengan chip baru tersebut sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Meskipun skor tersebut belum final, dan AnTuTu v11 sendiri bahkan belum diluncurkan secara resmi, bocoran tersebut mengindikasikan bahwa performa penyimpanan akan memainkan peran penting dalam mendongkrak angka benchmark.
Menurut tipster, baik platform “biru” maupun “hijau” – yang kemungkinan besar merujuk pada Vivo dan Oppo – sedang bereksperimen dengan penyimpanan UFS 4.1 1TB 4-lane.
Konfigurasi ini disebut dapat menambahkan 80.000 hingga 100.000 poin di atas performa mentah CPU dan GPU.
Artinya, perangkat yang dilengkapi Dimensity 9500 dengan konfigurasi memadai berpotensi memperlebar jarak performa dibandingkan flagship generasi sebelumnya.
Di sisi teknis, Dimensity 9500 akan tetap mengadopsi desain referensi ARM alih-alih menggunakan arsitektur kustom.
Chipset ini dilaporkan memiliki empat inti Cortex-X930 – dengan tiga di antaranya berjalan pada kecepatan clock yang sedikit lebih rendah – serta empat inti Cortex-A730, dipasangkan dengan GPU Mali-G1 Ultra 12-core.
Inti tercepat pada Dimensity 9500 disebutkan dapat mencapai kecepatan hingga 4.00GHz.
Meski demikian, angka ini masih berada di bawah saingan terdekatnya, Qualcomm Snapdragon 8 Elite 2, yang dikabarkan mampu mencapai 4.74GHz berkat inti kustom Oryon.
Perbedaan clock speed ini dapat menjadi salah satu faktor penentu dalam persaingan performa antara kedua chipset unggulan tersebut.
Selain performa pada AnTuTu, Dimensity 9500 juga menunjukkan hasil yang solid pada Geekbench 6.
Chipset ini dilaporkan mencetak skor lebih dari 3.900 pada tes single-core dan lebih dari 11.000 pada multi-core.
Dibangun dengan proses 3nm TSMC, Dimensity 9500 juga didukung fitur Scalable Matrix Extension (SME) dari ARM, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan artificial intelligence (AI) dan machine learning.
MediaTek rencananya akan meluncurkan Dimensity 9500 pada 22 September, hanya berselang satu hari sebelum Qualcomm memperkenalkan Snapdragon 8 Elite 2.
Beberapa produsen ponsel diperkirakan akan segera mengumumkan perangkat mereka yang ditenagai chipset terbaru MediaTek ini.
Sebelumnya, Vivo X300 Pro Mini disebut-sebut akan menjadi salah satu perangkat pertama yang menggunakan Dimensity 9500.
Persaingan antara MediaTek dan Qualcomm di segmen flagship semakin panas. Sebelumnya, kedua chipset ini sudah diprediksi akan menembus skor benchmark yang sangat tinggi.
Namun, meski performa pada benchmark penting, faktor efisiensi daya, stabilitas thermal, dan optimasi perangkat lunak tetap menjadi penentu utama pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Dengan dukungan penyimpanan UFS 4.1 yang lebih cepat, Dimensity 9500 tidak hanya unggul dalam hal kecepatan baca-tulis, tetapi juga dalam loading aplikasi dan transfer data.
Hal ini sejalan dengan tren industri yang semakin mengandalkan kecepatan penyimpanan untuk mendukung pengalaman gaming, multitasking, dan produktivitas yang mulus.
Meski demikian, beberapa analis sebelumnya memprediksi bahwa peningkatan performa Snapdragon 8 Elite Gen 2 dan Dimensity 9500 tidak akan signifikan.
Namun, dengan bocoran terbaru ini, tampaknya MediaTek berhasil membawa terobosan yang cukup berarti, setidaknya dalam hal angka benchmark.
Keberhasilan Dimensity 9500 dalam mencapai skor tinggi pada AnTuTu v11 dapat menjadi momentum penting bagi MediaTek untuk semakin memperkuat posisinya di pasar chipset flagship.
Selama ini, Qualcomm kerap dianggap sebagai pemimpin di segmen ini, namun dengan inovasi berkelanjutan, MediaTek perlahan mulai menantang dominasi tersebut.
Peluncuran resmi Dimensity 9500 pada akhir September nanti akan menjadi momen penentu apakah chipset ini benar-benar mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang telah dibangun melalui berbagai bocoran dan rumor.
Konsumen dan pengamat teknologi tentu menantikan bagaimana performa nyata chipset ini ketika sudah diintegrasikan ke dalam perangkat komersial.