Dogiyai, Aksi dugaan percobaan pembakaran menggegerkan kawasan Terminal Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Kamis (23/7/2026) sore. Sebuah kandang sekaligus kios pedagang ayam milik Juendra (27), warga Larantepau, menjadi sasaran pembakaran yang diduga dilakukan oleh tiga orang. Beruntung, warga bergerak cepat memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas ke bangunan lain.
Peristiwa tersebut kini masih didalami oleh Polres Dogiyai. Seorang pria berinisial Manfreat Tebai, warga Distrik Kamu Utara dari suku Mee, telah diidentifikasi sebagai terduga pelaku utama. Sementara dua orang lain yang diduga terlibat masih dalam proses penyelidikan.
Berawal dari Permintaan Ayam yang Ditolak
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, rangkaian kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIT. Saat itu, Manfreat Tebai bersama seorang rekannya datang ke kios milik korban menggunakan sepeda motor. Mereka meminta seekor ayam kepada penjaga kios, namun permintaan tersebut ditolak.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 16.00 WIT, terduga pelaku kembali mendatangi lokasi dan mengulangi permintaan yang sama. Setelah kembali mendapat penolakan, situasi berubah memanas. Terduga pelaku diduga melontarkan ancaman akan membakar bangunan di sekitar Terminal Moanemani sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
Ancaman tersebut ternyata diduga bukan sekadar ucapan. Sekitar pukul 17.50 WIT, warga menerima informasi mengenai adanya kebakaran di kawasan terminal. Saat mendatangi lokasi, mereka melihat asap mengepul dari kandang ayam milik Juendra.
Seorang saksi juga mengaku melihat terduga pelaku bersama dua anak kecil berlari meninggalkan lokasi menuju Kampung Ekimanida sesaat setelah api muncul.
Warga Bergerak Cepat Padamkan Api
Respons cepat masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah kerugian yang lebih besar. Warga sekitar secara bergotong royong memadamkan api menggunakan air yang diambil dari galon sebelum kobaran api membesar dan merambat ke kios-kios lain di sekitar terminal.

Berkat tindakan cepat tersebut, kebakaran berhasil dikendalikan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan yang lebih luas.
Polisi Amankan Barang Bukti
Personel Polres Dogiyai yang dipimpin BRIGPOL Yabel Gagona tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 18.20 WIT. Saat petugas datang, api telah berhasil dipadamkan oleh masyarakat.
Tak lama kemudian, Pelaksana Harian Wakapolres Dogiyai AKP Amron Sitorus bersama Kabag Ops AKP Harsyad S. Rety turut melakukan peninjauan langsung ke tempat kejadian perkara guna memastikan kondisi keamanan sekaligus memantau proses penyelidikan.
Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sebuah jerigen berkapasitas dua liter yang masih berisi bensin. Barang tersebut diduga digunakan sebagai sarana untuk melakukan pembakaran dan kini telah diamankan sebagai barang bukti.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Korban kami arahkan untuk membuat laporan polisi resmi agar proses hukum dapat berjalan,” ujar pejabat Polres Dogiyai.
Motif Diduga Karena Rasa Kecewa
Dari hasil pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi, penyidik menduga motif aksi tersebut dipicu rasa kecewa karena permintaan seekor ayam tidak dipenuhi oleh pihak kios.

Selain itu, adanya ancaman yang telah disampaikan beberapa jam sebelum kebakaran terjadi membuat polisi menduga aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya. Meski demikian, aparat masih terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan tambahan untuk memastikan peran masing-masing terduga pelaku.
Polisi Tingkatkan Patroli dan Kejar Pelaku
Hingga kini, Satuan Reserse Kriminal Polres Dogiyai masih melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa saksi tambahan, mengumpulkan bukti di lokasi kejadian, serta memburu para terduga pelaku yang belum berhasil diamankan.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Dogiyai juga akan meningkatkan intensitas patroli di kawasan Terminal Moanemani dan memperkuat koordinasi dengan tokoh masyarakat, khususnya di wilayah Kampung Ekimanida, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Kepolisian turut mengimbau masyarakat, terutama para pedagang yang beraktivitas di Terminal Moanemani, agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan atau mengetahui informasi yang berkaitan dengan keberadaan para pelaku.
Situasi Berangsur Kondusif
Pascakejadian, aktivitas di Terminal Moanemani kembali berjalan normal. Aparat memastikan kondisi keamanan di sekitar lokasi tetap terkendali dan kondusif.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Berkat kesigapan warga memadamkan api, kebakaran berhasil dicegah sebelum meluas ke bangunan lain yang berada di kawasan terminal. Sementara itu, proses penyelidikan dan pengejaran terhadap para terduga pelaku masih terus dilakukan hingga mereka dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
[Nabire.Net]

17 hours ago
4

















































