Ketua PERSINAS ASAD Papua Tengah Hadiri MUNAS VI 2026 dan Peresmian Kantor PB di Jakarta

23 hours ago 7

Jakarta, 8 Januari 2025 – Ketua PERSINAS ASAD Provinsi Papua Tengah, Ir. Niki Afidah Mukmin, S.T., M.T., bersama Sekretaris Yuli Subagio, menghadiri Musyawarah Nasional (MUNAS) VI PERSINAS ASAD Tahun 2026 yang digelar pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta. Kegiatan ini dirangkaikan dengan peresmian Kantor Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD yang berlokasi di samping Padepokan PERSINAS ASAD, di kawasan yang sama.

MUNAS VI PERSINAS ASAD mengusung tema “Membangun Pesilat Profesional Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur”. Tema ini menegaskan komitmen PERSINAS ASAD dalam membina pesilat yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai budaya bangsa, sportivitas, serta akhlak mulia.

Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Brigadir Jenderal (Purn) TNI Agus Susarso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa MUNAS VI menjadi momentum penting setelah 30 tahun PERSINAS ASAD berada di bawah pembinaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Menurutnya, kebersamaan dalam IPSI telah membentuk karakter pendekar PERSINAS ASAD yang menjunjung nilai kependekaran, kesatria, serta kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.

“Nilai-nilai luhur ini dibangun melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketulusan. Kini, karakter pesilat PERSINAS ASAD dapat diterima dan dihargai di berbagai peran dan lingkungan, sejalan dengan ajaran agama dan bernilai ibadah,” ujar Agus Susarso.

Ia juga mengungkapkan perkembangan organisasi yang signifikan. Dari awalnya hanya memiliki kepengurusan di 24 provinsi, kini PERSINAS ASAD telah berkembang di 37 provinsi. Sementara itu, dua wilayah lainnya, yakni Papua Barat dan Papua Pegunungan, masih dalam tahap persiapan pembinaan serta penyediaan fasilitas pendukung.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Susarso menekankan pentingnya pendataan dan pembinaan perguruan-perguruan silat lokal yang jumlahnya mencapai ratusan bahkan ribuan di seluruh Indonesia.

“Perguruan kecil memiliki potensi besar dengan kekhasan dan keindahan masing-masing. Jika dihimpun dan dikelola secara profesional, hal ini dapat menjadi benteng budaya sekaligus mencegah konflik,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, PB PERSINAS ASAD meresmikan Padepokan PB PERSINAS ASAD di Pondok Gede sebagai rumah besar para pendekar.

“Padepokan ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat latihan bersama, ruang musyawarah, serta kantor bersama bagi pengurus perguruan untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan pencak silat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB IPSI, Benny Gautama Sumarsono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MUNAS VI serta kekuatan persaudaraan yang ditunjukkan PERSINAS ASAD. Ia menilai kebersamaan, saling menghormati, dan saling menghargai menjadi fondasi utama kemajuan pencak silat Indonesia.

“Kehadiran Padepokan PERSINAS ASAD yang megah, indah, dan penuh ketenteraman dapat menjadi contoh dan inspirasi, bahkan bagi IPSI sendiri,” ujarnya.

Benny juga mengapresiasi peran Ketua Umum PB PERSINAS ASAD beserta seluruh jajaran pengurus yang dinilai berhasil menjaga persatuan sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi.

“Saya berharap ke depan PERSINAS ASAD tidak hanya berkembang di Indonesia atau negara-negara Islam, tetapi mampu berkiprah di seluruh dunia, baik di Asia, Eropa, maupun kawasan lainnya,” katanya.

Selain itu, Asisten Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Khairil Adha, yang mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, menegaskan bahwa PERSINAS ASAD merupakan salah satu perguruan pencak silat yang konsisten melahirkan pesilat nasional berprestasi.

“Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga bukti kekayaan budaya bangsa. Melalui olahraga, kita menjaga kesehatan dan kekuatan fisik, sejalan dengan nilai keimanan,” ujarnya.

Melalui MUNAS VI ini, PB PERSINAS ASAD menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan prestasi pesilat, serta memperluas peran pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang berdaya saing global.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |