Harga Merek 4 Laptop Ini Bakal Naik Mulai Januari 2026

10 hours ago 15

Selular.id – Konsumen teknologi di Indonesia harus bersiap dengan pengeluaran lebih besar untuk membeli laptop baru.

Empat raksasa produsen laptop yang menguasai pasar, yakni Lenovo, ASUS, Acer, dan HP, telah mengonfirmasi rencana kenaikan harga produk mereka secara serentak mulai awal tahun depan.

Berdasarkan surat edaran resmi yang diterima para distributor dan dealer, penyesuaian harga ini akan berlaku efektif per 1 Januari 2026, dengan HP bahkan memulai lebih awal pada akhir Desember 2025.

Langkah kolektif ini menandai berakhirnya periode harga laptop yang relatif stabil pasca-pandemi.

Dalam pemberitahuan resminya, keempat pabrikan menyoroti penyebab utama yang sama: tekanan biaya produksi yang membengkak akibat krisis komponen global.

ASUS Indonesia, misalnya, menyatakan langkah ini diambil untuk menjaga kualitas dan ketersediaan produk di tengah ketatnya pasokan komponen.

Pernyataan serupa datang dari Lenovo Indonesia dan Acer Indonesia yang mengonfirmasi penyesuaian harga demi mengimbangi kenaikan biaya produksi.

Sementara ketiga merek tersebut baru akan menerapkan harga baru di awal tahun, HP mengambil langkah lebih agresif.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu telah memberlakukan harga baru untuk lini produk Personal Systems-nya mulai 22 Desember 2025, lebih cepat dari kompetitor.

Keputusan ini menunjukkan urgensi dan tekanan yang dihadapi industri dalam mengelola margin keuntungan.

Biang Kerok: Perang Pasokan Chip untuk AI

Latar belakang dari keputusan empat raksasa laptop ini bukanlah hal sepele.

Biang kerok utamanya adalah krisis komponen global, khususnya pada harga Dynamic Random Access Memory (DRAM) atau yang lebih dikenal sebagai RAM.

Industri teknologi saat ini sedang mengalami “perang rebutan” pasokan chip memori, yang dipicu oleh ledakan tren Artificial Intelligence (AI) di seluruh dunia.

Produsen memori global, seperti Samsung dan SK Hynix, lebih memprioritaskan alokasi chip mereka untuk server data center AI.

Permintaan yang sangat tinggi dari sektor ini menawarkan margin keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan pasar laptop konsumer.

Akibatnya, terjadi kelangkaan pasokan (shortage) bagi produsen perangkat komputasi biasa.

Harga modal untuk komponen RAM dilaporkan telah meroket tajam hingga lebih dari 170% secara year-on-year, sebuah lonjakan yang luar biasa dan langsung berdampak pada biaya rakitan akhir produk.

Fenomena krisis RAM global ini bukan hanya isapan jempol.

Seperti pernah dilaporkan oleh Selular.id, kekurangan pasokan dan harga yang melonjak diprediksi akan berlanjut hingga 2027.

Bahkan, dampaknya sudah merambah ke berbagai sektor, termasuk menyebabkan kenaikan harga GPU AMD sebesar 10%.

Krisis ini juga menjelaskan mengapa harga modul RAM tertentu, seperti RAM 4 TB Nemix yang bisa menembus Rp1,2 miliar, menjadi sangat fantastis.

Dampak ke Konsumen: Kenaikan 15-20% dan Segmen yang Paling Terdampak

Lalu, seberapa besar kenaikan yang akan dirasakan konsumen?

Berdasarkan analisis pasar dan informasi dari distributor, prediksi kenaikan harga laptop di tingkat ritel akan berkisar antara 15% hingga 20%.

Angka ini merupakan implikasi langsung dari membengkaknya biaya komponen utama.

Secara praktis, sebuah laptop yang saat ini dijual dengan harga Rp10 juta, berpotensi naik menjadi Rp11,5 juta hingga Rp12 juta pada tahun 2026.

Kenaikan ini tidak akan merata di semua segmen. Produk yang paling terdampak diprediksi adalah laptop gaming dan laptop kelas mid-range.

Alasannya jelas: kedua segmen ini biasanya membutuhkan kapasitas RAM yang besar (minimal 16GB) dan penyimpanan SSD berkecepatan tinggi.

Komponen-komponen inilah yang harganya paling terpukul oleh krisis pasokan global.

Konsumen yang mengincar laptop dengan spesifikasi tinggi untuk kebutuhan gaming, desain, atau pemrograman harus bersiap merogoh kocek lebih dalam.

Bagi masyarakat yang telah merencanakan pembelian perangkat komputasi baru, akhir tahun 2025 ini dinilai sebagai momen terakhir untuk mendapatkan harga yang relatif lebih baik.

Jika pembelian ditunda hingga 2026, pilihannya mungkin hanya dua: mengeluarkan budget lebih besar untuk spesifikasi yang sama, atau menurunkan spesifikasi incaran (misalnya, dari RAM 16GB ke 8GB) agar tetap sesuai dengan anggaran yang telah disiapkan.

Prediksi kenaikan harga laptop awal 2026 yang telah beredar sebelumnya kini menjadi kenyataan.

Laporan dari sejumlah media, termasuk Selular.id dan Info Nasional, menegaskan bahwa fenomena kenaikan harga ini bukan sekadar isu atau spekulasi.

Ini adalah respons industri yang nyata dan hampir tidak terelakkan terhadap kondisi makroekonomi serta rantai pasok global yang sedang bergejolak.

Kenaikan harga chip dari foundry raksasa seperti TSMC turut menambah beban biaya yang harus ditanggung oleh brand-brand laptop.

Dengan keputusan empat pemain utama pasar ini, dapat dipastikan gelombang kenaikan harga akan segera menyapu rak-rak toko elektronik dan marketplace.

Era di mana konsumen bisa mendapatkan laptop berkualitas dengan harga yang kompetitif pasca-pandemi, untuk sementara akan berakhir.

Langkah Lenovo, ASUS, Acer, dan HP ini kemungkinan juga akan diikuti oleh pemain lain yang menghadapi tekanan biaya serupa, semakin mengukuhkan tren harga naik di industri laptop Indonesia untuk tahun depan.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |