Dinas Pertanian Nabire Salurkan Bantuan Benih Cabai, Petani Yaro Makmur Siap Tingkatkan Produksi

12 hours ago 1

Nabire, 24 Juli 2026 – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kestabilan harga cabai terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nabire. Melalui Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, pemerintah menyalurkan bantuan benih cabai rawit dan mulsa plastik kepada Kelompok Tani Nusantara Indah di Kampung Yaro Makmur, Distrik Yaro, Kamis (23/7/2026).

Bantuan tersebut menjadi bagian dari program pengembangan kawasan cabai yang digagas Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hortikultura, memperkuat pasokan cabai di daerah, serta mengurangi gejolak harga yang kerap terjadi ketika produksi menurun.

Pada tahun 2026, Kabupaten Nabire memperoleh alokasi pengembangan kawasan cabai seluas lima hektare. Penyaluran bantuan dilakukan melalui mekanisme aplikasi e-Banper Kementerian Pertanian sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerah.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kampung Yaro Makmur dan dihadiri Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Marloza Roy, SP., M.Si, didampingi Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian Kabupaten Nabire, Johan Agustinus Tanati, Penyuluh Pertanian Kampung Yaro Makmur, Federika Marey, serta jajaran staf Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Nabire.

Tidak hanya menerima benih cabai rawit dan mulsa plastik, kelompok tani juga akan memperoleh bantuan pupuk yang saat ini masih dalam proses distribusi. Pemerintah berharap seluruh bantuan tersebut dapat menunjang proses budidaya hingga masa panen sehingga hasil produksi lebih optimal.

Marloza Roy mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan produksi cabai di Kabupaten Nabire. Menurutnya, keberhasilan budidaya cabai tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani, tetapi juga berkontribusi terhadap ketersediaan pasokan di pasar lokal.

Ia berharap kelompok tani mampu memanfaatkan seluruh bantuan secara maksimal sehingga menghasilkan cabai rawit berkualitas dengan produktivitas yang tinggi.

“Peningkatan produksi cabai diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Nabire sekaligus membantu menjaga harga cabai tetap stabil di pasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian Kabupaten Nabire, Johan Agustinus Tanati, menegaskan bahwa keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada pendampingan yang berkelanjutan kepada para petani.

Menurutnya, penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam memberikan bimbingan teknis sejak tahap persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga proses panen. Pendampingan yang konsisten akan membantu petani mengatasi berbagai kendala di lapangan sekaligus meningkatkan hasil produksi.

“Kami berharap penyuluh pertanian terus mendampingi kelompok tani agar bantuan yang telah diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal sehingga tujuan program pemerintah dapat tercapai,” kata Johan.

Apresiasi atas bantuan tersebut juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Nusantara Indah, Ariyanto. Ia mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Nabire kepada para petani di Kampung Yaro Makmur.

Menurut Ariyanto, bantuan ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota kelompok untuk mengembangkan budidaya cabai secara lebih serius. Ia memastikan seluruh anggota kelompok akan memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya agar mampu meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan. Bersama seluruh anggota kelompok, kami berkomitmen menyukseskan program pengembangan kawasan cabai demi meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Komoditas cabai merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi daerah. Ketika produksi menurun akibat cuaca atau gangguan budidaya, harga cabai cenderung melonjak tajam. Sebaliknya, peningkatan produksi akan membantu menjaga ketersediaan pasokan sehingga harga lebih terkendali di tingkat konsumen.

Karena itu, program pengembangan kawasan cabai menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat sektor hortikultura sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di daerah. Dukungan berupa benih unggul, mulsa plastik, pupuk, serta pendampingan teknis diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan dan kualitas hasil panen.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Dengan sinergi yang baik, Kabupaten Nabire diharapkan mampu memperkuat produksi cabai lokal, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, meningkatkan pendapatan petani, serta menjaga stabilitas harga komoditas hortikultura untuk masyarakat.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |