Selular.ID – Bukan Elon Musk jika tidak bikin gebrakan. Krisis politik yang kini mendera Venezuela, dimanfaatkannya dengan baik oleh pemilik Tesla itu.
Hanya sehari pasca serangan militer AS ke ibu kota Caracas, Musk yang merupakan orang terkaya di dunia itu langsung memberikan “Gula-Gula” kepada rakyat Venezuela.
Lewat Starlink, Elon Musk menawarkan layanan internet broadband gratis kepada pengguna di Venezuela hingga 3 Februari, menyusul serangan udara AS dan penangkapan pemimpin yang digulingkan, Nicolas Maduro.
Penyedia internet satelit tersebut mengatakan dalam sebuah rilis pada Minggu (4/1) bahwa kredit layanan ditambahkan secara proaktif ke akun aktif dan tidak aktif seiring dengan pemantauan kondisi yang berkembang dan persyaratan peraturan.
“Meskipun kami [belum memiliki] jadwal ketersediaan pembelian lokal, jika dan ketika ada pembaruan, hal itu akan dikomunikasikan langsung melalui saluran resmi Starlink,” tambahnya.
Starlink, yang merupakan anak perusahaan dari perusahaan kedirgantaraan SpaceX, menyediakan akses internet melalui satelit orbit rendah bumi dan mengharuskan pengguna untuk membeli peralatan terpisah untuk terhubung ke layanan tersebut.
Baca Juga:
- Robot Elon Musk dan Zuckerberg Laku Rp 1,6 Miliar di Art Basel
- Starlink Berikan Akses Internet Gratis untuk Korban Banjir Sumatera
Peta ketersediaan Starlink di situs webnya mencantumkan Venezuela sebagai “segera hadir,” menunjukkan bahwa perusahaan belum secara resmi meluncurkan layanan di sana, meskipun menunjukkan bahwa beberapa pengguna sudah aktif.
Starlink mengklaim peningkatan layanan internet gratis di negara itu dapat membantu menyediakan konektivitas di tengah dampak serangan udara AS baru-baru ini dan serangan darat untuk menangkap dan mengekstradisi Maduro untuk diadili atas tuduhan termasuk terorisme narkoba dan manipulasi pemilu.
Operasi Washington pada Sabtu (3/1) sebagian besar menargetkan daerah-daerah di ibu kota Venezuela, Caracas, dengan negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira juga diserang, menurut pernyataan pemerintah.
Setelah serangan udara, laporan menunjukkan bahwa beberapa daerah di Caracas mengalami pemadaman listrik dan konektivitas internet. Beberapa media lokal juga melaporkan pemadaman di Miranda selama akhir pekan.
Presiden AS Donald Trump telah menyatakan bahwa AS akan mengawasi transisi Venezuela, meskipun detailnya masih belum jelas di tengah kekhawatiran akan kekosongan kekuasaan.
Trump juga mengumumkan bahwa Wakil Presiden Delcy Rodriguez telah dilantik setelah penangkapan Maduro. Namun ia mengancam akan melakukan serangan kedua terhadap Venezuela jika kepemimpinan tidak “berperilaku baik.”
Sementara itu, Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan pada 6 Januari untuk membahas legalitas tindakan AS, karena negara-negara, termasuk sekutu AS seperti Brasil dan Spanyol, telah mengutuk tindakan militer tersebut.
Venezuela bukanlah zona konflik pertama tempat Starlink dikerahkan. Dalam kasus serupa di Ukraina, layanan satelit tersebut diluncurkan untuk menggantikan jaringan internet dan komunikasi yang rusak akibat invasi Rusia.
Meskipun Starlink awalnya menyediakan layanan internet di Ukraina sebagian besar dengan biaya sendiri, operasinya telah didanai berdasarkan kontrak dengan Departemen Pertahanan AS sejak Juni 2023.
Starlink tidak mengungkapkan berapa banyak pengguna yang dimilikinya di Venezuela atau biaya penyediaan layanan tersebut.
Elon Musk sendiri pada Sabtu (4/1) mengucapkan selamat kepada Presiden AS Donald Trump atas penangkapan Nicolas Maduro dan proses ektradisinya ke penjaar Amerika Serikat.’
Musk menyebutnya sebagai “kemenangan bagi dunia dan pesan yang jelas kepada para diktator jahat di mana pun.”
Penangkapan Maduro telah memicu perdebatan luas di media sosial tentang kemungkinan skenario serupa di negara-negara lain yang merupakan seteru tradisional AS.
Terhadap Iran misalnya, Trump telah mengeluarkan peringatan kepada kepemimpinan negara itu selama protes nasional yang dipicu oleh persoalan ekonomi yang membuat harga-harga melambung tinggi.
Trump juga mengancam Presiden Kolombia Gutsavo Petro. Ia juga meyakini bahwa Kuba akan segera jatuh karena kehilangan penopang seperti yang dilakukan Venezuela selama ini.
Komentar Trump kepada wartawan di atas pesawat Air force One pada Minggu (4/1), menunjukkan bahwa AS di masa kepemimpinannya siap mempertimbangkan intervensi militer tambahan di Amerika Latin, pasca penculikan Maduro dan istrinya, Cilia Flores.












































