Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan fasilitas pendukung bagi pelajar. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan asrama putri khusus untuk siswa asal lima distrik pesisir yang melanjutkan pendidikan di Kota Nabire.
Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, saat meninjau lokasi pembangunan asrama di kawasan Panti Asuhan Hasrat Suci Mandiri, Jalan Merdeka, Senin (27/7/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari persiapan sebelum proyek mulai direalisasikan pada 2027 menggunakan pembiayaan dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi sejumlah pejabat Dinas Pendidikan, di antaranya Kepala Bidang SD, SMP, SMA, Kepala Bidang Aset, serta Kepala Subbagian Program. Sementara Kepala Dinas Pendidikan tidak hadir karena sedang mengikuti agenda kedinasan di Makassar.
Mesak Magai menjelaskan bahwa lahan yang akan dimanfaatkan merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Nabire. Di lokasi tersebut nantinya akan berdiri bangunan asrama putri dua lantai yang diperuntukkan bagi pelajar dari Distrik Teluk Umar, Yaur, Mora, Napan, dan Wapoga.
Menurutnya, kebijakan ini sekaligus menandai perubahan arah pembangunan fasilitas pendidikan di Kabupaten Nabire. Pemerintah kini lebih memilih membangun asrama di wilayah sendiri dibandingkan menyediakan tempat tinggal bagi siswa di luar daerah.
“Sekarang kita tidak lagi membangun asrama di luar daerah. Fokus kita adalah membangun asrama di Nabire,” tegas Mesak Magai.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah sebelumnya telah meresmikan Asrama Auye di Sanoba. Selain itu, beberapa hari lalu juga diresmikan asrama di kawasan Kalibobo sebagai bagian dari upaya memperluas akses hunian bagi pelajar.
Pembangunan asrama putri ini bukan sekadar penyediaan tempat tinggal. Pemerintah menilai fasilitas tersebut menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial yang selama ini dialami pelajar dari distrik ketika harus melanjutkan pendidikan tingkat SMA di Kota Nabire.
Mesak menjelaskan bahwa selama berada di kampung, para siswa masih mendapat pengawasan langsung dari orang tua. Namun ketika berpindah ke kota untuk bersekolah, sebagian besar harus tinggal di rumah kos atau bersama keluarga sehingga kontrol terhadap aktivitas sehari-hari menjadi lebih terbatas.
Kondisi tersebut, menurutnya, memunculkan sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Kami menemukan berbagai kasus, termasuk pelajar yang hamil saat bersekolah di kota. Bahkan ada bayi yang mengalami gizi buruk hingga stunting karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu,” ungkapnya.
Karena itu, keberadaan asrama diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, tertib, dan terpantau. Selain menyediakan tempat tinggal, pemerintah juga ingin memastikan para pelajar memperoleh pembinaan karakter selama menempuh pendidikan.
Tidak hanya membangun asrama, Pemerintah Kabupaten Nabire juga memperkuat layanan transportasi bagi siswa. Mesak mengungkapkan dirinya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan agar armada bus sekolah beroperasi setiap hari.
Bus tersebut akan melayani pelajar yang menunggu di sepanjang jalur menuju sekolah sehingga mereka memiliki akses transportasi yang lebih mudah, aman, dan teratur.

Program peningkatan fasilitas pendidikan ini juga tidak hanya menyasar wilayah pesisir. Pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan asrama bagi pelajar asal Distrik Dipa dan Menou.
Lokasi pembangunan telah disiapkan di kawasan SP yang merupakan aset milik pemerintah daerah. Menurut Mesak, kedua distrik tersebut akan memiliki asrama yang terpisah karena mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan pembinaan yang berbeda.
“Asrama Dipa dan Menou akan dipisahkan karena masing-masing memiliki karakter yang berbeda sehingga pembinaannya juga disesuaikan,” jelasnya.
Seluruh proyek pembangunan asrama ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027. Pemerintah akan lebih dahulu memasukkan program tersebut dalam pembahasan APBD serta alokasi Dana Otonomi Khusus pada akhir tahun ini.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik sekolah, tetapi juga menciptakan sistem pendukung yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan peserta didik.
Dengan tersedianya asrama, para pelajar dari wilayah terpencil diharapkan dapat belajar dengan lebih nyaman tanpa harus menghadapi persoalan tempat tinggal maupun minimnya pengawasan selama berada di Kota Nabire.
Di akhir kunjungannya, Mesak Magai menyampaikan pesan kepada seluruh pelajar agar tetap menjadikan pendidikan sebagai bekal utama dalam meraih masa depan yang lebih baik. Menurutnya, sekolah merupakan jalan yang dapat membuka kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus membawa perubahan bagi keluarga dan lingkungan.
“Hanya dengan sekolah kalian bisa mengubah lingkungan, kehidupan, dan masa depan,” pungkasnya.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

2 hours ago
1

















































