Bukan Indonesia, Honor Siap Bangun Pabrik di India, Targetkan 1% Pangsa Pasar di Tahun Pertama

2 days ago 21

Selular.ID – Honor sedang bersiap untuk meluncurkan ponsel pintar “Buatan India” pertamanya pada November 2025.

Vendor asal China ini telah bekerja sama dengan mitra mereknya, PSAV Global, dan produsen elektronik lainnya untuk membawa produksi ke tanah India.

Menurut CP Khandelwal, Co-founder dan CEO PSAV Global, perusahaan menargetkan pangsa pasar 1% pada tahun pertama produksi lokal.

“Setelah manufaktur CKD (complete knock down) dimulai, target tahun pertama kami adalah mencapai sekitar 1 persen pangsa pasar, yang berarti pendapatan sekitar Rs 2.500 crore. Target ini akan tercapai dalam tahun pertama operasi manufaktur, dari November 2025 hingga November 2026,” ujarnya.

Honor telah menjadi salah satu merek ponsel pintar dengan pertumbuhan tercepat di dunia, menurut laporan Counterpoint Research (Q1 2025).

Sementara Huawei mendominasi pasar China, Honor dan Motorola mencatat pertumbuhan yang mengesankan di berbagai pasar global, memperkuat posisi Honor sebagai pesaing yang kuat.

Setelah melewati berbagai rintangan awal, Honor kini telah mendapatkan persetujuan BIS untuk empat model ponsel pintar.

Merek ini baru-baru ini memperkenalkan Honor X9c dan Honor X7c di India, serta bersiap meluncurkan Honor V3 dan Magic 7 Pro.

Setelah produksi lokal dimulai, Honor berencana meluncurkan semua model baru di India bersamaan dengan peluncuran global.

Baca Juga: Honor Kuadruplikasi Penjualan Smartphone Lipat di Eropa, Samsung Terpukul

“Setelah produksi lokal kami dimulai, kami akan meluncurkan semua model global di India sesuai dengan jadwal internasional,” ujar Khandelwal.

PSAV awalnya menetapkan pada 2024 untuk memulai proses produksi, tetapi penundaan persetujuan pemerintah dan perubahan manajemen di kantor pusat Honor mendorong jadwal tersebut ke 2025.

Khandelwal menekankan bahwa perusahaan kini sepenuhnya siap untuk memulai produksi dan yakin akan pertumbuhan Honor di pasar ponsel pintar India yang kompetitif.

Dengan membangun pabrik di India, Honor mengikuti jejak vendor-vendor lainnya yang telah membangun fasilitas serupa.

Sejatinya, India tidak memiliki aturan wajib universal yang mewajibkan semua vendor ponsel pintar untuk membangun pabrik di negara itu.

Namun inisiatif “Make in India” yang diperkenalkan oleh PM Narendra Modi, sangat mendorong manufaktur lokal melalui insentif terkait produksi.

Pada akhirnya perusahaan-perusahaan seperti Samsung, Xiaomi, Vivo, Oppo, hingga raksasa teknologi asal Cupertino, AS – Apple, bersedia membangun fasilitas produksi lokal guna melayani pasar domestik yang besar dan menjadi pusat global utama untuk manufaktur ponsel.

India kini memiliki infrastruktur untuk memproduksi hampir semua ponsel yang dijual di dalam negeri, dengan sekitar 99,2% ponsel yang dijual dibuat di India.

Saat ini kota-kota seperti Noida, Greater Noida, dan Sriperumbudur telah menjadi pusat manufaktur yang signifikan, menampung pabrik-pabrik untuk merek global seperti Samsung, Xiaomi, dan Vivo.

Di sisi lain, fokus pada manufaktur lokal juga telah membantu merek-merek India seperti Lava dan Micromax mengembangkan kehadiran mereka, sehingga tidak kalah dengan merek-merek global.

Tak dapat dipungkiri, skema Make in India dan PLI telah sangat sukses, dengan India kini memproduksi sekitar 99,2% ponsel yang dijual di wilayahnya.

Kebijakan yang ditempuh India berbeda dengan Indonesia yang sejauh ini masih berkutat pada kebijakan TKDN 40%. Sejak 2017, kewajiban vendor-vendor smartphone masih terbatas pada pemenuhan kandungan lokal.

Untuk memenuhi kewajiban tersebut, vendor hanya cukup bermitra dengan perusahaan jasa EMS (Electronic Manufacturing Services) atau perakitan, seperti PT Satnusa Persada yang berbasis di Batam.

Dengan kebijakan TKDN tersebut, Honor yang telah come back ke Indonesia pada Februari lalu, seperti merek-merek lainnya, tak perlu membangun pabrik ponsel seperti yang mereka lakukan di India.

Baca Juga: Pasar Ponsel Lipat Eropa Tumbuh 37%, Honor Geser Dominasi Samsung

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |