Bocoran One UI 9 Ungkap Proyek Rahasia Ponsel Lipat Samsung yang Paling Ditunggu

19 hours ago 9

TechDaily.id – Bocoran One UI 9 baru-baru mengungkapkan proyek rahasia yang sedang dikerjakan Samsung. Proyek ini pun tidak kalah menarik dibanding yang sebelumnya.

Selama bertahun-tahun, kritik terbesar terhadap lini ponsel lipat Samsung, khususnya seri Galaxy Z Fold, selalu bermuara pada satu hal yakni layar depannya yang terlalu sempit. Pengguna setia seringkali membandingkannya dengan kompetitor yang menawarkan rasio layar lebih natural bak smartphone konvensional.

Namun, sebuah temuan mengejutkan di pertengahan Februari 2026 ini tampaknya menjadi sinyal bahwa raksasa teknologi Korea Selatan tersebut akhirnya siap mendengarkan, sebagaimana dikutip dari Gizmo China.

Laporan terbaru yang dirilis oleh Gizmochina pada 15 Februari 2026 mengungkap sebuah fakta menarik yang tersembunyi jauh di dalam kode perangkat lunak. Samsung dikabarkan tengah menguji coba desain ponsel lipat baru dengan aspek rasio layar yang jauh lebih lebar dari biasanya. Petunjuk ini tidak ditemukan di pabrik atau rantai pasokan, melainkan terselip rapi dalam build internal antarmuka terbaru mereka, One UI 9.

Jejak Digital di Dalam One UI 9

Temuan ini bermula dari analisis mendalam terhadap kode perangkat lunak One UI 9 yang sedang dalam tahap pengujian internal. Seperti yang kita tahu, One UI 9 dipersiapkan sebagai “nyawa” bagi jajaran perangkat flagship Samsung di tahun 2026, termasuk Galaxy S26 series dan tentunya duo ponsel lipat tahunan mereka.

Awalnya, para pengamat teknologi hanya menemukan referensi standar untuk perangkat yang sudah diprediksi kehadirannya, yakni Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8. Namun, kejutan muncul ketika sebuah animasi asing ditemukan terselip di antara kode-kode tersebut.

Animasi tersebut, yang pertama kali diendus oleh Android Authority dan dikutip oleh Gizmochina, memperlihatkan sebuah perangkat misterius yang sedang melakukan gerakan membuka dan menutup. Meski animasinya masih berupa kerangka dasar (wireframe) tanpa detail tekstur, proporsi dimensinya menceritakan kisah yang berbeda. Perangkat ini jelas-jelas memiliki bodi yang lebih pendek namun jauh lebih lebar dibandingkan desain “remot TV” memanjang yang selama ini menjadi ciri khas Galaxy Z Fold.

Mengapa Desain “Wide-Screen” Sangat Penting?

Jika bocoran ini benar-benar mewujud menjadi produk nyata, ini akan menandai perubahan filosofi desain terbesar Samsung sejak Galaxy Fold generasi pertama dirilis.

Selama ini, Samsung bersikeras mempertahankan desain layar depan yang ramping (aspek rasio tinggi) dengan alasan ergonomi satu tangan. Namun, pasar berkata lain. Kompetitor seperti Google (dengan Pixel Fold) dan OnePlus (dengan OnePlus Open) telah membuktikan bahwa konsumen lebih menyukai layar depan yang lebar karena lebih fungsional untuk mengetik dan menggunakan aplikasi tanpa harus membuka lipatan utama.

Animasi dalam One UI 9 ini mengindikasikan bahwa Samsung sedang bereksperimen dengan form factor yang lebih mendekati tablet mini saat dibuka, dan smartphone standar saat ditutup. Ini adalah jawaban langsung bagi mereka yang merasa layar cover Galaxy Z Fold series terlalu sesak untuk jari jempol orang dewasa.

Bayang-Bayang Kompetisi: Melawan Huawei Pura X

Konteks persaingan pasar di tahun 2026 juga menjadi faktor pendorong yang tidak bisa diabaikan. Dalam laporannya, Gizmochina menyoroti bahwa saat ini Huawei menjadi satu-satunya pemain besar yang secara agresif mengeksplorasi form factor layar super-lebar.

Tahun lalu, Huawei sukses mencuri perhatian dengan peluncuran Huawei Pura X, sebuah perangkat lipat yang mengaburkan batas antara ponsel dan tablet produktivitas. Bahkan, rumor yang beredar menyebutkan bahwa suksesornya, Pura X2, akan membawa layar dalam yang membentang hampir 7 inci dengan bezel tipis.

Kehadiran kode animasi “wide foldable” di One UI 9 seolah menjadi deklarasi perang dingin Samsung. Mereka tidak ingin membiarkan kompetitor asal Tiongkok tersebut melenggang sendirian di segmen ultra-wide foldable. Jika Samsung merilis perangkat ini, kita mungkin akan melihat lahirnya lini baru—bisa jadi bernama Galaxy Z Fold Ultra atau Galaxy Z Fold Wide—yang diposisikan di atas seri Z Fold reguler.

Realita vs Ekspektasi: Apakah Akan Rilis Tahun Ini?

Meskipun temuan ini memicu antusiasme tinggi di komunitas teknologi, kita perlu menahan diri sejenak. Keberadaan sebuah perangkat dalam kode perangkat lunak tidak serta-merta menjamin bahwa produk tersebut akan segera masuk ke jalur produksi massal.

Sejarah industri teknologi mencatat banyak kasus di mana perusahaan menguji puluhan prototipe, membuat kode dukungan untuk semuanya, namun hanya merilis satu atau dua model final. Animasi di One UI 9 bisa jadi hanyalah sisa-sisa dari unit pengujian laboratorium (R&D) yang digunakan para insinyur Samsung untuk menguji kompatibilitas antarmuka pada berbagai rasio layar.

Animasi tersebut juga sangat minim detail. Tidak ada penampakan modul kamera, tidak ada letak tombol, dan tidak ada port pengisian daya. Ini murni representasi skematis untuk menguji respons software terhadap perubahan orientasi layar.

Terlepas dari apakah perangkat ini akan dirilis besok atau tahun depan, satu hal yang pasti: Samsung tidak diam di tempat. Temuan ini mengonfirmasi bahwa di balik layar, tim R&D Samsung sedang aktif mengembangkan alternatif desain yang keluar dari zona nyaman mereka.

Bagi para penggemar yang sudah lelah dengan desain Z Fold yang itu-itu saja selama beberapa generasi terakhir, bocoran One UI 9 ini adalah oase. Ia memberikan harapan bahwa di tahun 2026 atau 2027, kita akhirnya bisa mendapatkan ponsel lipat Samsung dengan ergonomi layar yang “sempurna”—lebar di luar, luas di dalam, dan didukung oleh kematangan ekosistem software One UI yang legendaris.

Kini, mata dunia tertuju pada ajang Galaxy Unpacked berikutnya. Apakah animasi sederhana ini akan menjelma menjadi bintang panggung? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |