Konami Bangkit dari Tidur Panjang: Umumkan ‘Rev Noir’, RPG Aksi Fantasi Gelap Eksklusif untuk PS5

20 hours ago 8

TechDaily.id – Bagi para gamer veteran yang tumbuh di era kejayaan PlayStation 1 dan 2, nama Konami memiliki tempat spesial yang tak tergantikan. Dari Suikoden hingga Castlevania, mereka adalah arsitek dari banyak kenangan masa kecil kita.

Namun, dalam satu dekade terakhir, raksasa Jepang ini seolah tertidur lelap, lebih fokus pada mesin pachinko dan eFootball daripada menciptakan petualangan epik baru.

Hari ini, narasi tersebut berubah total. Dalam sebuah pengumuman mengejutkan yang seketika membakar semangat komunitas RPG global, Konami secara resmi menyingkap tirai proyek terambisius mereka dalam bertahun-tahun: Rev Noir. Bukan remake, bukan remaster, melainkan sebuah Intellectual Property (IP) yang benar-benar baru (brand new).

Dikonfirmasi eksklusif untuk konsol next-gen Sony, PlayStation 5, Rev Noir menjanjikan sebuah pengalaman Action-RPG yang kental dengan nuansa dark fantasy, gotik, dan mekanik pertarungan yang brutal namun elegan. Apakah ini sinyal kebangkitan “Old Konami” yang kita rindukan? Mari kita bedah detailnya.

Konami Umumkan ‘Rev Noir’

Berdasarkan trailer perdana dan siaran pers yang dirilis, Rev Noir membawa pemain ke sebuah dunia bernama Aethelgard. Namun, jangan bayangkan padang rumput hijau ala Zelda atau kota futuristik Cyberpunk. Aethelgard adalah sebuah dystopia fantasi yang sedang diambang kehancuran akibat wabah misterius yang disebut “The Ashen Rot” (Pembusukan Abu).

Estetika visual yang ditawarkan sangat memukau, memanfaatkan sepenuhnya kekuatan ray-tracing dan SSD super cepat PS5. Kita melihat arsitektur katedral raksasa yang menjulang menembus langit kelabu, hutan-hutan mati yang diselimuti kabut tebal, dan pencahayaan remang-remang yang menciptakan atmosfer mencekam—mengingatkan kita pada perpaduan antara Bloodborne dan Castlevania: Lords of Shadow.

Pemain akan berperan sebagai Kaelen, seorang “Inquisitor” atau penyidik gereja yang terbuang. Kaelen digambarkan bukan sebagai pahlawan suci, melainkan anti-hero yang lelah, dipersenjatai dengan pedang besar yang bisa berubah bentuk (transforming weapon) dan kekuatan sihir terlarang yang perlahan menggerogoti jiwanya sendiri.

tips menjaga performa pc

Gameplay: Dansa Kematian yang Cepat dan Taktis

Konami menegaskan bahwa Rev Noir adalah Action-RPG, bukan Turn-Based. Ini berarti pertarungan akan terjadi secara real-time, cepat, dan menuntut refleks tinggi.

Sistem pertarungannya disebut “Soul Resonance System”. Alih-alih sekadar menekan tombol serangan (button mashing), pemain harus menyeimbangkan dua meteran energi: Light (Cahaya) dan Shadow (Bayangan).

  • Mode Light: Meningkatkan kecepatan serangan dan regenerasi kesehatan, namun damage yang dihasilkan lebih kecil. Cocok untuk crowd control melawan musuh-musuh kecil.
  • Mode Shadow: Mengubah senjata menjadi lambat namun mematikan, dengan damage area yang masif. Namun, mode ini menguras darah pemain setiap detiknya.

Kunci kemenangan ada pada kemampuan pemain untuk beralih (switching) antara dua mode ini di tengah kombo serangan, menciptakan “tarian” visual yang memukau di layar. Konami juga menjanjikan pertarungan bos (boss battles) yang epik dan berskala masif, di mana pemain harus memanjat tubuh monster raksasa ala Shadow of the Colossus untuk mencapai titik lemahnya.

Tim Pengembang: Veteran Bertemu Darah Muda

Salah satu alasan mengapa pengumuman ini begitu diantisipasi adalah tim di belakang layarnya. Konami mengkonfirmasi bahwa Rev Noir dikembangkan oleh Studio Flare, sebuah tim internal baru yang dipimpin oleh Koji Igarashi (mantan produser seri Castlevania yang legendaris) sebagai produser eksekutif, berkolaborasi dengan talenta-talenta muda yang sebelumnya mengerjakan Metal Gear Solid V.

Musik, elemen krusial dalam game RPG, akan ditangani oleh komposer legendaris Michiru Yamane (dikenal lewat Castlevania: Symphony of the Night). Ini menjamin bahwa soundtrack Rev Noir akan dipenuhi dengan orkestra gotik yang megah, paduan suara yang menghantui, dan melodi piano yang melankolis.

Tanggal Rilis dan Eksklusivitas

Konami menargetkan jendela rilis Musim Dingin 2026 (akhir tahun 2026 atau awal 2027). Game ini akan hadir secara fisik dan digital.

Keputusan untuk menjadikannya eksklusif PS5 (setidaknya untuk saat peluncuran) menunjukkan kemitraan strategis yang erat antara Konami dan Sony. Dengan memanfaatkan fitur Haptic Feedback pada kontroler DualSense, pemain dijanjikan bisa merasakan “berat” dari setiap ayunan pedang Kaelen dan detak jantungnya saat sekarat.

Rev Noir bukan sekadar game baru; ia adalah pernyataan sikap. Setelah bertahun-tahun dikritik karena menelantarkan IP legendarisnya, Konami tampaknya mulai mendengarkan para penggemar.

Dengan premis cerita yang gelap, visual next-gen yang memanjakan mata, dan gameplay aksi yang dalam, Rev Noir memiliki semua potensi untuk menjadi calon Game of the Year saat dirilis nanti. Bagi pemilik PS5, ini adalah satu lagi alasan kuat untuk mempertahankan konsol putih tersebut di ruang tamu Anda. Kita tunggu saja apakah Kaelen dan dunia Aethelgard mampu memenuhi ekspektasi tinggi ini.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |