Bank Indonesia dan Bulog Nabire Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras SPHP Dijual Rp62 Ribu per Sak

14 hours ago 9

Nabire, Upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau terus dilakukan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Bank Indonesia bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Nabire kembali menggelar Gerakan Pangan Murah yang berlangsung di kawasan Pantai Nabire atau MAF selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 23–24 Juli 2026.

Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan. Pada kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kemasan 5 kilogram dengan harga Rp62.000 per sak, lebih murah dibandingkan harga di pasaran yang saat ini berkisar antara Rp65.000 hingga Rp67.000 per sak.

Gerakan Pangan Murah dibuka mulai pukul 09.00 WIT hingga selesai setiap harinya dan diharapkan mampu menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan yang membutuhkan bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kolaborasi Bank Indonesia dan Bulog

Mewakili Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Nabire, Asisten Manajer Bisnis Bulog Nabire, Muhammad Rahadian, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi yang telah beberapa kali dilakukan antara Bulog dan Bank Indonesia.

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah kembali dilaksanakan setelah Bulog menerima permintaan dari Bank Indonesia untuk menyediakan beras SPHP dengan harga khusus bagi masyarakat.

“Jadi kita dari Bulog Kantor Cabang Nabire mendapat permintaan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dari Bank Indonesia. Karena memang sudah beberapa kali berkolaborasi, kali ini kita lanjutkan lagi dengan menjual beras di bawah harga pasar,” ujarnya.

Rahadian mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Beras Dijual Lebih Murah dari Harga Pasar

Dalam Gerakan Pangan Murah kali ini, Bulog menyediakan beras SPHP kemasan lima kilogram dengan harga Rp62.000 per sak. Harga tersebut lebih rendah sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000 dibandingkan harga yang berlaku di pasaran.

Menurut Rahadian, selisih harga tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

“Biasanya beras SPHP harganya Rp65.000 sampai Rp67.000 per sak kemasan 5 kilogram. Nah, pada Gerakan Pangan Murah ini harganya hanya Rp62.000 per sak. Kegiatan ini berlangsung mulai hari ini sampai besok,” jelasnya.

Selain memberikan harga yang lebih terjangkau, Bulog juga memastikan beras yang dijual merupakan beras SPHP yang memiliki kualitas baik dan telah menjadi bagian dari program pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan.

Masyarakat Diajak Memanfaatkan Kesempatan

Rahadian berharap masyarakat dapat memanfaatkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah selama dua hari tersebut untuk memenuhi kebutuhan beras keluarga.

Ia optimistis antusiasme masyarakat akan tinggi karena program ini memberikan manfaat langsung berupa penghematan belanja kebutuhan pokok.

“Harapan kami masyarakat antusias datang berbelanja sehingga semua lapisan masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan kali ini berlangsung sesuai permintaan Bank Indonesia selama dua hari. Jika nantinya kembali digelar, Bulog akan mengumumkan informasi pelaksanaannya melalui media sosial maupun media massa agar masyarakat dapat mengetahuinya lebih awal.

Warga Mengaku Sangat Terbantu

Program Gerakan Pangan Murah mendapat sambutan positif dari masyarakat Nabire. Salah satu warga, Dyannti Hadisaputro, mengaku sangat terbantu karena harga beras yang ditawarkan jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini membuat banyak keluarga harus lebih cermat mengatur pengeluaran rumah tangga, terutama ketika biaya pendidikan anak juga terus meningkat.

“Kita sebagai warga sangat terbantu dengan keberadaan pasar murah ini. Di masa yang lagi susah begini, anak sekolah juga butuh biaya macam-macam. Jadi kami sangat terbantu sebagai masyarakat. Terima kasih untuk Bulog Nabire dan Bank Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan dan informasinya disebarluaskan kepada masyarakat sehingga semakin banyak warga yang memperoleh manfaat.

“Semoga ke depan pasar-pasar murah seperti ini bisa lebih banyak disiarkan kepada masyarakat supaya semakin banyak warga yang mendapatkan manfaatnya,” tambahnya.

Upaya Menjaga Stabilitas Harga dan Pengendalian Inflasi

Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu strategi yang rutin dilakukan pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan, terutama komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat seperti beras.

Melalui penyediaan bahan pangan dengan harga di bawah pasar, daya beli masyarakat dapat tetap terjaga sekaligus membantu mengendalikan tekanan inflasi daerah yang sering dipengaruhi oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pengendalian inflasi bersama pemerintah daerah, Bulog, dan instansi terkait melalui berbagai kegiatan stabilisasi harga pangan.

Diharapkan Terus Berlanjut

Keberhasilan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara Bank Indonesia dan Bulog dalam menghadirkan pangan murah bagi masyarakat.

Dengan harga beras yang lebih terjangkau, masyarakat dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, sementara pemerintah memperoleh dukungan dalam menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Apabila kegiatan serupa kembali dilaksanakan pada masa mendatang, Bulog memastikan informasi akan disampaikan lebih luas melalui media sosial dan media massa agar semakin banyak warga Nabire dapat memanfaatkan program tersebut.

Gerakan Pangan Murah tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjaga daya beli masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung pengendalian inflasi di Kabupaten Nabire dan Papua Tengah secara berkelanjutan.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |