Nabire, Rencana Pemerintah Kabupaten Nabire untuk melakukan pembenahan Asrama Putri Hasrat Suci Mandiri mendapat apresiasi dari pihak pengelola. Program tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi pelajar perempuan, terutama mereka yang berasal dari wilayah pesisir dan datang ke Nabire untuk melanjutkan pendidikan.
Ketua Asrama Putri Hasrat Suci Mandiri, Ancolina Aronggear, mengatakan pembenahan fasilitas asrama tidak hanya berdampak pada kenyamanan tempat tinggal, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar untuk membangun karakter para penghuni asrama. Menurutnya, lingkungan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk kedisiplinan dan semangat belajar para siswa.
Ia menilai perhatian pemerintah terhadap asrama menjadi sinyal bahwa pendidikan bagi anak-anak perempuan tetap menjadi prioritas. Dengan dukungan tersebut, proses pembinaan dapat berjalan lebih maksimal sehingga para pelajar mampu menyelesaikan pendidikan mereka dengan baik.
“Ini merupakan suatu langkah maju ke depan, sehingga kita bisa kembali mendidik anak-anak perempuan ini dengan baik,” ujar Ancolina di Nabire, Senin (27/7/2026).
Banyak Pelajar Pesisir Menempuh Pendidikan di Nabire
Ancolina menjelaskan bahwa setiap tahun cukup banyak orang tua dari daerah pesisir mengantarkan anak-anak mereka ke Nabire agar memperoleh akses pendidikan yang lebih baik. Namun, proses adaptasi di lingkungan perkotaan tidak selalu berjalan mulus.
Menurutnya, sebagian pelajar menghadapi tantangan ketika pertama kali tinggal jauh dari keluarga. Lingkungan baru yang kurang mendukung terkadang memengaruhi perilaku, kedisiplinan, hingga perkembangan karakter mereka. Kondisi tersebut menjadi perhatian pengelola asrama selama beberapa tahun terakhir.
Karena itu, keberadaan asrama dengan sistem pembinaan yang lebih baik diharapkan mampu menjadi tempat yang tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga memberikan pendampingan bagi para pelajar agar tetap fokus belajar dan menjaga nilai-nilai positif.
Sosialisasi Dinilai Penting untuk Orang Tua dan Pelajar
Selain pembenahan fasilitas, Ancolina berharap pemerintah melalui organisasi perangkat daerah terkait dapat memperluas sosialisasi kepada masyarakat di distrik-distrik asal para pelajar.
Menurutnya, edukasi kepada orang tua sangat diperlukan agar mereka memahami fungsi asrama sebagai sarana pendidikan yang harus dijaga bersama. Dengan pemahaman tersebut, para siswa juga diharapkan memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas yang disediakan pemerintah daerah.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pengelola asrama, orang tua, dan masyarakat akan menciptakan sistem pembinaan yang lebih efektif. Kesamaan persepsi dari seluruh pihak menjadi modal penting agar para pelajar dapat menjalani pendidikan tanpa hambatan.
“Dengan adanya pemahaman itu, kita bisa menemukan titik temu yang baik, sehingga anak-anak dapat belajar dengan nyaman, menjadi pribadi yang berpendidikan, dan menyelesaikan pendidikan mereka dengan layak,” katanya.
Diharapkan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Keberadaan asrama selama ini menjadi salah satu solusi bagi pelajar dari daerah yang jauh dari pusat pendidikan di Nabire. Selain mengurangi kendala jarak, fasilitas tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh lingkungan belajar yang lebih terarah.
Rencana pembenahan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nabire diharapkan semakin memperkuat fungsi asrama sebagai tempat pembinaan generasi muda, khususnya pelajar perempuan dari wilayah pesisir. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, para penghuni asrama diharapkan mampu berkembang menjadi sumber daya manusia yang berkualitas serta siap berkontribusi bagi pembangunan daerah setelah menyelesaikan pendidikan.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

2 hours ago
1

















































