Selular.id – Google Tasks, aplikasi pengelola tugas dari Google, dinilai kurang memadai dalam hal fitur dan fungsionalitas. Banyak pengguna yang mencari alternatif lebih canggih untuk meningkatkan produktivitas harian. Empat aplikasi unggulan seperti Todoist, TickTick, Any.do, dan Microsoft To Do menawarkan pengalaman lebih baik dengan dukungan fitur modern seperti input bahasa alami dan organisasi tugas yang lebih terstruktur.
Google Tasks dikenal sebagai aplikasi yang sangat sederhana, bahkan terlalu dasar untuk kebutuhan pengelolaan tugas masa kini. Ketiadaan fitur pemrosesan bahasa alami membuatnya ketinggalan dibandingkan aplikasi sejenis. Bagi pengguna yang mengandalkan produktivitas tinggi, beralih ke aplikasi lain bisa menjadi solusi tepat.
Todoist muncul sebagai pilihan utama dengan kombinasi sempurna antara kesederhanaan dan kekuatan fitur. Aplikasi ini mendukung input bahasa alami, memungkinkan pengguna mengetik perintah seperti “Pergi ke gym setiap Senin jam 6 sore” untuk membuat tugas berulang otomatis. Selain itu, Todoist menawarkan organisasi tugas melalui tag prioritas, label, dan sub-tugas. Pengguna juga dapat melihat daftar tugas harian secara terpisah dari minggu atau bulan, memberikan fokus lebih baik. Versi premium Todoist dikenakan biaya sekitar $4 per bulan, namun versi gratisnya sudah cukup untuk kebanyakan orang.
TickTick menempati posisi kedua dengan fitur serupa Todoist, termasuk input bahasa alami dan kalender terintegrasi. Yang membedakan adalah adanya timer Pomodoro built-in untuk membantu fokus selama 25 menit sebelum istirahat singkat, serta pelacak kebiasaan. Fitur tambahan ini dapat diaktifkan sesuai kebutuhan tanpa mengganggu tampilan utama. Aplikasi ini gratis dengan beberapa fitur premium berbayar mulai $3 per bulan.
Any.do tidak kalah menarik dengan dukungan pemrosesan bahasa alami dan manajemen tugas yang solid. Meski desain versi web terkesan ramai karena gambar latar, pengguna dapat mengubahnya sesuai preferensi. Aplikasi ini bekerja dengan baik dan menjadi pilihan layak selama lebih dari setahun bagi beberapa pengguna. Rencana premium Any.do sekitar $5 per bulan.
Microsoft To Do, hasil pengembangan dari akuisisi Wunderlist, menawarkan kesederhanaan dan gratis sepenuhnya tanpa rencana premium. Desainnya mungkin terkesan kuno, namun fiturnya lengkap dan jauh lebih baik daripada Google Tasks. Aplikasi Androidnya memungkinkan pemilihan latar belakang berbeda untuk mempercantik tampilan.
Keempat aplikasi ini dianggap jauh lebih unggul daripada Google Tasks dalam berbagai aspek, meski tidak memiliki integrasi ketat dengan Gemini seperti pada ekosistem Google. Bagi pengguna yang memprioritaskan fitur dan produktivitas, beralih ke salah satu alternatif ini dapat memberikan pengalaman lebih memuaskan. Peningkatan fitur pada aplikasi manajemen tugas turut mendukung efisiensi perangkat, mirip dengan cara aplikasi tertentu mencegah smartphone lemot saat digunakan untuk aktivitas berat.
Perkembangan aplikasi produktivitas terus berlanjut dengan inovasi fitur yang disesuaikan kebutuhan pengguna. Seperti tren pada aplikasi Android terbaik, integrasi AI dan automasi menjadi fokus utama pengembang. Hal ini sejalan dengan peningkatan kemampuan perangkat lunak modern yang didukung oleh talenta digital mumpuni, sebagaimana diinisiasi program seperti Red Hat Academy.
Dengan banyaknya pilihan aplikasi pengelola tugas, pengguna dapat menyesuaikan berdasarkan preferensi dan kebutuhan harian. Setiap aplikasi menawarkan keunggulan berbeda, mulai dari fitur premium hingga kemudahan penggunaan tanpa biaya.