Xiaomi Fokus ke Teknologi yang Ditinggalkan Tesla, Hyundai Turut Serta

7 hours ago 9

Selular.ID – Xiaomi memamerkan teknologi yang dulu ditinggalkan Tesla. Bukan ponsel, melainkan teknologi yang berkaitan dengan kendaraan listrik.

Dalam sebuah pemaparan, Xiaomi memperkenalkan lengan robot pengisi daya kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Lengan ini dapat mencolokkan dan mencabut kabel charger secara otomatis tanpa campur tangan manusia.

Teknologi tersebut didemonstrasikan Xiaomi sebagai aksesori pengisian daya rumahan untuk mobil listrik.

Xiaomi mengatakan, produk itu akan mulai dipasarkan pada kuartal IV 2026 atau sekitar November – Desember 2026.

Baca juga:

Perangkat ini akan ditujukan untuk penggunaan di garasi rumah. Kehadiran produk ini menarik perhatian karena menghidupkan kembali konsep yang pernah diperkenalkan Tesla lebih dari satu dekade lalu.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Pada 2015, CEO Tesla, Elon Musk, sempat memamerkan prototipe pengisi daya otomatis berbentuk “ular” yang dapat bergerak sendiri menuju port pengisian daya mobil listrik.

Namun, proyek tersebut tidak pernah sampai ke tahap komersial dan akhirnya ditinggalkan.

Tesla kemudian mengalihkan fokusnya ke teknologi pengisian daya nirkabel (wireless charging) untuk kendaraan masa depan seperti Cybercab.

Sementara itu, Xiaomi memilih mempertahankan konsep pengisian daya menggunakan kabel fisik, tetapi mengotomatisasi seluruh prosesnya dengan bantuan robot.

Lengan robot tersebut memiliki bodi setebal 152 mm sehingga dapat dipasang di area garasi yang relatif sempit.

Sistem ini memanfaatkan teknologi pengenalan visual berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menemukan posisi port pengisian daya kendaraan dan mengarahkan konektor dengan tingkat akurasi hingga sub-milimeter.

Selain itu, sistem dapat berkomunikasi langsung dengan kendaraan untuk membuka dan menutup penutup port pengisian daya secara otomatis.

Pemilik kendaraan juga dapat memantau dan mengendalikan perangkat tersebut dari jarak jauh melalui aplikasi smartphone yang terhubung dengan ekosistem kendaraan dan rumah pintar Xiaomi.

Hyundai Turut Serta

Xiaomi menilai, pendekatan ini menawarkan kenyamanan serupa dengan pengisian daya nirkabel, tetapi dengan efisiensi energi yang lebih tinggi.

Pada sistem pengisian daya nirkabel, energi listrik ditransfer melalui induksi elektromagnetik.

Teknologi ini umumnya memiliki tingkat efisiensi sekitar 88 persen hingga 93 persen dalam kondisi ideal.

Sebaliknya, pengisian daya menggunakan kabel fisik dapat mencapai efisiensi sekitar 95 persen karena tidak mengalami kehilangan energi akibat celah udara antara pengisi daya dan kendaraan.

Selain lebih efisien, koneksi fisik juga mendukung daya pengisian yang lebih besar dibandingkan standar pengisian daya nirkabel saat ini yang umumnya dibatasi hingga 11 kW.

Xiaomi belum mengumumkan harga resmi untuk aksesori tersebut. Produk ini akan melengkapi lini wallbox charger Xiaomi yang saat ini tersedia dalam varian 7 kW dan 11 kW.

Sejumlah produsen mobil global juga mulai mengembangkan teknologi serupa untuk area publik.

Hyundai, misalnya, telah menguji robot pengisian daya otomatis di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |