Harga Memori Kalahkan Chipset, Jadi Komponen Paling Mahal Produksi Smartphone

9 hours ago 9

Selular.ID – Pendiri sekaligus CEO Nothing, Carl Pei, mengungkap bahwa memori kini menjadi komponen paling mahal dalam proses produksi smartphone.

Menurut Pei, harga memori bahkan lebih mahal dari chipset yang selama ini dianggap sebagai komponen terpenting di sebuah ponsel.

Hal ini ia utarakan di media sosial X (dulu Twitter) beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, biaya RAM dan penyimpanan (storage) saat ini bisa memakan lebih dari separuh total biaya material (bill of materials/BOM) sebuah smartphone.

Baca juga:

Menurut Pei, lonjakan harga memori terjadi sangat cepat dalam beberapa bulan terakhir.

Saat Nothing membuat smartphone Nothing Phone (4a), biaya komponen memori disebut telah meningkat dua kali lipat.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Setelah peluncuran, harga komponen memori kembali naik hingga dua kali lipat.

“Kini RAM dan storage dapat membentuk lebih dari 50 persen biaya material sebuah smartphone,” tulis Pei.

Kenaikan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan chip memori di industri kecerdasan buatan (AI).

Akibatnya, pasokan menjadi terbatas dan produsen smartphone harus bersaing mendapatkan kuota dari pemasok.

Tren Kenaikan Harga Smartphone Berlanjut?

Dalam kondisi tersebut, vendor ponsel tidak lagi dapat membeli komponen sesuai kebutuhan karena pasokan yang tersedia terbatas.

Produsen smartphone pada akhirnya harus membayar harga lebih tinggi untuk memperoleh memori yang dibutuhkan.

Pei mengatakan, tren kenaikan biaya komponen telah berdampak langsung pada harga jual smartphone baru.

Sejak Februari 2026, banyak ponsel yang dirilis dengan harga sekitar 100 dollar AS atau sekitar Rp 1,8 juta lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya.

Sejumlah pengamat industri juga mencatat, harga DRAM mengalami kenaikan tajam sepanjang 2026 akibat ledakan kebutuhan AI.

Dari data yang Selular rangkum, Rabu (17/6/2026), kenaikan tersebut disebut menambah biaya produksi smartphone sekitar 10 hingga 30 persen tergantung spesifikasi perangkat.

Nothing menjadi salah satu vendor yang sudah menaikkan harga.

Carl Pei memperkirakan, tren kenaikan harga smartphone masih akan berlanjut apabila biaya komponen memori terus meningkat.

Karena itu, ia menyarankan konsumen yang berencana mengganti ponsel untuk tidak menunda pembelian terlalu lama.

Menurut dia, menunggu lebih lama berpotensi membuat konsumen harus membayar harga yang lebih mahal dan kehilangan berbagai program diskon yang sebelumnya umum ditawarkan produsen maupun peritel.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |