Selular.ID – Waspada penipuan di platform digital yang memanfaatkan momen Ramadan dan Lebaran.
Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia juga mencatat sebanyak 13.130 laporan penipuan dalam 10 hari pertama Ramadan 2026.
Penipuan tersebut melibatkan hingga 22.593 rekening, dan angka ini merupakan peningkatan dibandingkan tahun lalu.
Padahal seharusnya, Ramadan adalah momen istimewa bagi umat Muslim di Indonesia.
Kegembiraan tidak hanya terasa dari tradisi pulang kampung, tetapi juga dalam berburu promosi menarik seputar hari raya di berbagai platform digital.
Memanfaatkan gelombang perayaan ini, sayangnya para penjahat siber juga turut beraksi.
Kaspersky juga menemukan kampanye penipuan yang mengeksploitasi bulan suci Ramadan kali ini.
Penipuan serupa terjadi di sekitar hari raya populer setiap tahunnya.
Para penipu meniru perusahaan komersial dan skema yang terungkap melibatkan pengguna untuk memberikan nomor telepon mereka kepada penipu.
Baca juga:
- AXIS Hadirkan Paket Ramadan untuk Akses Internet Malam Hari
- Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan untuk 1.500 Penerima Manfaat
Kemudian korban dibujuk untuk meneruskan tautan ke kampanye tersebut kepada teman- teman mereka di WhatsApp atau Facebook Messenger, yang kemudian dialihkan ke penipuan lain, yang meningkatkan lalu lintas dan upaya pengumpulan nomor telepon.
“Selama periode promo atau perayaan besar seperti Ramadan di Indonesia, penipu dapat menjadi lebih merajalela,” ujar Defi Nofitra, Country Manager untuk Indonesia di Kaspersky.
Cara Antisipasi Penipuan Digital Saat Ramadan
Dia juga mengimbau masyarakat untuk waspada yang sangat penting, dan melindungi diri sendiri membutuhkan lebih dari sekadar kesadaran.
“Sangat mengkhawatirkan bagaimana para penipu sekarang juga menggunakan AI untuk membuat upaya phishing menjadi lebih canggih dan tertarget sehingga membuatnya semakin sulit dikenali oleh pengguna biasa, yang menjadikan pemasangan solusi keamanan di perangkat sangat penting,” sambungnya.
Secara umum, 1 dari setiap 4 (22,4%) pengguna menghadapi ancaman online selama periode Januari hingga Desember 2025.
Untuk melindungi diri dari penipuan terkait Ramadan, Kaspersky merekomendasikan hal berikut kepada pengguna:
- Verifikasi pengirim dan tautan. Jangan percaya diskon atau promosi dari pengirim yang tidak dikenal atau mencurigakan di email atau aplikasi pesan. Selalu periksa kembali alamat pengirim dan ketik URL situs web merek secara manual ke browser Anda daripada mengklik tautan apa pun yang Anda terima.
- Jangan mengunduh dan menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya.
- Buat kata sandi yang kuat dan unik, termasuk kombinasi huruf kecil dan besar, angka, dan tanda baca, serta aktifkan otentikasi dua faktor – untuk melindungi akun Anda.
- Waspadai jenis informasi yang diminta. Jangan memberikan informasi lebih dari yang diperlukan untuk menyelesaikan pembelian Anda. Jangan pernah membagikan informasi rahasia melalui telepon, dan jangan pernah membalas permintaan informasi sensitif yang tidak diminta (terutama kata sandi, nomor kartu kredit, atau nomor rekening bank).
- Selalu jalankan sistem dengan program anti-malware terbaru dan berkualitas.



















































