Pasar FMCG Digital RI Meledak, Omnichannel Jadi Senjata Brand

4 hours ago 5

Selular.ID – Pasar Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di kanal e-commerce Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang awal 2026.

Berdasarkan laporan Compas.id, nilai penjualan FMCG nasional melalui platform e-commerce mencapai lebih dari US$2,36 miliar pada kuartal I-2026, sekaligus mencetak rekor tertinggi baru dan melampaui capaian kuartal sebelumnya.

Memasuki kuartal II-2026, Compas.id memproyeksikan pasar FMCG digital Indonesia masih bertahan pada level tinggi dengan estimasi nilai sekitar US$2 miliar.

Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan yang tetap stabil setelah periode puncak belanja Ramadan yang biasanya mendongkrak transaksi pada awal tahun.

Sejalan dengan tren tersebut, Sirclo mencatat kategori FMCG pada platform e-commerce sepanjang April hingga Mei 2026 telah mencapai sekitar 85% dari total volume pesanan selama kuartal I-2026.

Data internal perusahaan menunjukkan permintaan produk FMCG melalui kanal digital masih berpotensi terus bertumbuh pada kuartal II-2026, seiring meningkatnya ketergantungan konsumen terhadap platform online untuk memenuhi kebutuhan harian.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Januarius Gunawan, Vice President of Account Management Sirclo, mengatakan pertumbuhan FMCG digital saat ini tidak lagi hanya dipengaruhi oleh kehadiran brand di e-commerce, tetapi juga kemampuan mengelola pengalaman pelanggan secara konsisten di berbagai kanal penjualan.

“Semakin besarnya pemanfaatan platform online dalam aktivitas belanja produk FMCG turut mengubah ekspektasi konsumen terhadap pengalaman berbelanja.

Tantangannya bukan lagi sekadar hadir di e-commerce, tetapi bagaimana brand dapat mengelola berbagai kanal secara terintegrasi untuk memberikan pengalaman yang cepat, konsisten, dan tanpa hambatan,” ujar Januarius.

Pertumbuhan FMCG online di Indonesia tidak terlepas dari meningkatnya penetrasi internet dan perubahan perilaku belanja masyarakat.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat penetrasi internet nasional pada 2025 telah mencapai 80,66% dari total populasi.

Peningkatan akses internet tersebut turut mendorong pertumbuhan transaksi digital. Survei Jakpat pada paruh kedua 2025 menunjukkan sebanyak 92% responden pernah melakukan transaksi online.

Angka ini memperlihatkan kanal digital kini semakin dominan dalam perjalanan konsumen, termasuk pada kategori kebutuhan sehari-hari.

Perubahan perilaku konsumen juga dipengaruhi perkembangan layanan logistik dan pengiriman cepat seperti instant delivery maupun same-day delivery.

Model layanan tersebut membuat pengalaman berbelanja online semakin mendekati kenyamanan belanja offline karena konsumen dapat menerima barang dalam waktu singkat.

Kondisi ini menciptakan standar baru bagi brand FMCG. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan harga atau produk, tetapi juga mengharapkan pengalaman belanja yang mulus di berbagai titik interaksi digital, mulai dari marketplace, website resmi, hingga media sosial.

Di tengah dinamika tersebut, pendekatan omnichannel commerce mulai menjadi strategi penting bagi perusahaan FMCG.

Konsep omnichannel memungkinkan seluruh kanal penjualan dan operasional terhubung dalam satu sistem terintegrasi, termasuk pengelolaan stok, pemrosesan pesanan, hingga pengiriman barang secara real-time.

Januarius menjelaskan teknologi menjadi fondasi utama dalam implementasi omnichannel commerce karena mampu menyederhanakan proses operasional yang sebelumnya berjalan terpisah di berbagai kanal.

“Melalui integrasi ini, brand tidak hanya mampu menjaga konsistensi pengalaman, tetapi juga mendorong loyalitas dan repeat purchase melalui kepuasan pelanggan,” kata Januarius.

Implementasi strategi omnichannel tersebut terlihat dalam kolaborasi Sirclo dengan Kopi Luwak White Koffie. Brand kopi instan tersebut memanfaatkan solusi Sirclo Commerce untuk mendukung pengelolaan operasional e-commerce secara end-to-end.

Ronny Chandra, General Manager PT Javaprima Abadi selaku produsen Kopi Luwak White Koffie, mengatakan kebutuhan menjaga konsistensi layanan online menjadi semakin penting karena kopi instan termasuk kategori produk konsumsi harian dengan frekuensi pembelian tinggi.

Dalam memperluas jangkauan distribusi, Kopi Luwak White Koffie memanfaatkan solusi Sirclo Multi-Origin dengan membuka tiga titik distribusi di Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya.

Strategi tersebut digunakan untuk mempercepat pemenuhan pesanan sekaligus menekan biaya logistik.

Menurut data perusahaan, sejak implementasi solusi tersebut pada Mei 2025, jumlah pesanan yang diproses melalui tiga titik distribusi tersebut meningkat hingga 15 kali lipat pada Mei 2026.

Pendekatan distribusi multi-origin dinilai mampu mendukung pengiriman yang lebih cepat karena barang diproses dari lokasi terdekat dengan konsumen.

Persaingan di pasar FMCG digital Indonesia diperkirakan akan semakin ketat seiring bertambahnya kanal penjualan online dan meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap layanan digital.

Brand tidak lagi hanya bersaing melalui produk, tetapi juga melalui kemampuan menghadirkan pengalaman belanja yang cepat, efisien, dan konsisten di seluruh kanal.

Baca Juga:Aplikasi Omnichannel OCA Digitalisasikan Sistem Komunikasi Yamaha STSJ

Melalui pengembangan solusi omnichannel commerce, Sirclo menilai integrasi teknologi akan menjadi faktor penting bagi brand untuk menjaga daya saing di tengah transformasi perilaku belanja masyarakat Indonesia yang semakin digital.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |