Top 10 Brand Smartphone Global, Counterpoint: Honor Melesat

8 hours ago 5

Selular.ID – Counterpoint Research melaporkan pengiriman smartphone global pada kuartal pertama 2026 (Q1 2026) mencatat pertumbuhan tipis secara tahunan, menandai pemulihan yang masih terbatas di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika permintaan yang belum merata di berbagai wilayah.

Dalam laporan yang dirilis pada April 2026, Counterpoint Research menyebut pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan permintaan di pasar negara berkembang serta strategi vendor dalam mengelola inventaris secara lebih disiplin.

Meski demikian, performa pasar masih terfragmentasi, dengan sejumlah wilayah mengalami perlambatan akibat kondisi ekonomi dan daya beli konsumen.

Samsung Electronics kembali memimpin pasar global pada Q1 2026 dari sisi volume pengiriman.

Posisi ini didukung oleh portofolio produk yang luas di berbagai segmen harga, serta distribusi yang kuat di pasar global.

Seri Galaxy A disebut menjadi kontributor utama dalam menjaga volume, terutama di negara berkembang.

Di posisi berikutnya, Apple Inc. mempertahankan kinerja stabil dengan fokus pada segmen premium.

Permintaan terhadap lini iPhone terbaru tetap terjaga di pasar utama seperti Amerika Utara dan Eropa, yang relatif lebih resilien terhadap tekanan ekonomi dibandingkan pasar berkembang.

Laporan Counterpoint juga menempatkan Xiaomi Corporation, OPPO, dan vivo sebagai bagian dari lima besar vendor global.

Masing-masing menghadapi tantangan berbeda, termasuk kompetisi harga yang semakin ketat dan perubahan preferensi konsumen terhadap fitur serta nilai tambah perangkat.

Top 5 Brand Smartphone Global Kuartal 1 2026 menurut Counterpoint Research

Apple (21%)
Samsung (20%)
Xiaomi (12%)
OPPO (11%)
vivo (78%)
Lainnya (29%)

Di luar lima besar, Honor, Google, dan Nothing mengalami pertumbuhan pengiriman yang signifikan pada Q1 2026, dengan HONOR dan Nothing tumbuh 25% YoY dan Google tumbuh 14% YoY.

Pertumbuhan Honor didorong oleh ekspansi ke luar negeri dan portofolio produk yang disesuaikan dengan wilayah, dilengkapi dengan promosi agresif dan eksekusi strategis yang kuat di tengah tekanan biaya komponen yang meningkat, sehingga mampu mengungguli pasar.

Counterpoint mencatat bahwa pertumbuhan pasar pada awal 2026 tidak merata secara geografis. Kawasan seperti Timur Tengah dan Afrika menunjukkan pemulihan yang lebih kuat, sementara pasar Asia Pasifik, termasuk China, masih menghadapi tekanan akibat melemahnya konsumsi domestik.

Dari sisi strategi, vendor cenderung lebih berhati-hati dalam mengatur produksi dan distribusi.

Setelah mengalami kelebihan stok pada periode sebelumnya, perusahaan kini berfokus menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan untuk menghindari penumpukan inventaris.

Selain itu, siklus penggantian perangkat yang lebih panjang turut memengaruhi volume pengiriman.

Konsumen cenderung menunda pembelian karena peningkatan teknologi yang dianggap bersifat inkremental, atau tidak memberikan lompatan signifikan dibanding generasi sebelumnya.

Di tengah kondisi tersebut, fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai menjadi faktor diferensiasi baru.

Counterpoint menyebut bahwa integrasi AI pada smartphone, seperti pemrosesan gambar berbasis machine learning dan asisten pintar yang lebih kontekstual, mulai menarik perhatian konsumen di segmen menengah hingga premium.

Namun, kontribusi AI terhadap pertumbuhan volume masih berada pada tahap awal. Adopsi teknologi ini lebih banyak berperan dalam meningkatkan nilai perangkat dibandingkan mendorong lonjakan permintaan dalam jangka pendek.

Laporan ini juga menyoroti pentingnya inovasi perangkat keras dan perangkat lunak secara simultan.

Vendor yang mampu menggabungkan performa, efisiensi daya, serta pengalaman pengguna berbasis AI dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan daya saing di pasar global.

Secara keseluruhan, Counterpoint Research melihat bahwa pasar smartphone global masih berada dalam fase transisi.

Pemulihan yang terjadi belum sepenuhnya merata, dan sangat bergantung pada stabilitas ekonomi serta kemampuan vendor dalam menghadirkan inovasi yang relevan bagi pengguna.

Perkembangan selanjutnya akan dipengaruhi oleh peluncuran produk baru, strategi harga, serta adopsi teknologi seperti AI dan konektivitas generasi berikutnya.

Dinamika ini akan menentukan arah pertumbuhan pasar smartphone sepanjang sisa tahun 2026.

Baca Juga:

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |