Temu Akbar Literasi Ditutup, Tiga Agenda Besar Siap Digelar 2026

1 day ago 9

Nabire, 29 November 2025 – Anggota DPR Papua Tengah Komisi V bidang Pendidikan, Stella Misiro, S.Hut, resmi menutup kegiatan Temu Akbar Forum Pegiat Literasi Papua Tengah, Jumat sore (28/11/2025), di Aula Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nabire. Meski awalnya direncanakan berlangsung selama tiga hari, panitia memaksimalkannya menjadi dua hari karena seluruh poin utama pertemuan telah tercapai.

“Dari awal direncanakan tiga hari, tetapi kalau melihat poin inti yang dicari sudah ditemukan,” ujar Stella dalam sambutannya.

Dorong Konsistensi Gerakan Literasi

Stella menekankan perlunya konsistensi gerakan literasi agar tidak berhenti hanya pada kegiatan ini saja. Ia mengingatkan bahwa komunitas literasi memiliki peran besar dalam memperkuat SDM Papua Tengah.

“Harapannya kita harus tetap konsisten, jangan sampai hari ini saja. Ketika kita berada dalam komunitas yang sevisi, kita akan saling menguatkan,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan adanya dukungan dari sejumlah pihak pemerintah daerah, termasuk dari Dinas Sosial Papua Tengah yang siap turut membantu langkah literasi ke depan.

Menurutnya, gerakan literasi memiliki hubungan erat dengan upaya penurunan kemiskinan ekstrem di Papua Tengah.

Penutupan dengan Harapan Besar

Acara ditutup dengan puji syukur dan ajakan untuk mempertahankan semangat komunitas literasi.

“Saya dan teman-teman di Komisi V tetap akan mendukung, karena berbicara literasi itu sampai waktu yang tidak ditentukan. Sepanjang kita hidup, kita butuh hal tersebut,” tegasnya.

Rekomendasi dan Agenda Lanjutan

Di kesempatan yang sama, pegiat literasi Papua Tengah Alex Giyai menjelaskan bahwa kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk pemerintah yang akan segera dirangkum dan diserahkan.

Ia menegaskan bahwa gerakan literasi harus menjadi acuan pembangunan literasi di sekolah, masyarakat, hingga keluarga.

Alex juga membeberkan tiga agenda besar yang akan dilaksanakan tahun depan:

  1. Musyawarah Daerah (Musda) dan pemilihan pengurus baru Pegiat Literasi Papua Tengah serta TBM Provinsi.

  2. Kongres Literasi, yang akan membahas penyusunan modul belajar berbasis kolaborasi pengajar dan praktisi.

  3. Festival Literasi, melibatkan berbagai pihak untuk membuka ruang publikasi literasi yang lebih luas.

“Semangat mereka luar biasa karena mereka lahir dari lapangan dan terus bergerak,” ujar Alex mengapresiasi para peserta.

Ia menegaskan kembali bahwa literasi adalah fondasi kehidupan. “Kata kunci: literasi itu adalah kehidupan. Orang tanpa literasi, kita akan bodoh dan dibodohkan.”

Dengan tema “Bicara Masalah, Bicara Solusi”, Temu Akbar Pegiat Literasi Papua Tengah resmi ditutup dengan harapan besar agar gerakan literasi terus berkembang dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok daerah.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |