Telkom Akses Resmikan LENSA Invoice Material Nasional

23 hours ago 13

Selular.ID – Telkom Akses, anak usaha Telkom, pada 18 Februari 2026 meresmikan implementasi LENSA Invoice Material, sistem digital berbasis Robotic Process Automation (RPA) dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses administrasi penagihan mitra material proyek secara end-to-end.

Inisiatif ini menjadi bagian dari agenda transformasi digital TelkomGroup sekaligus penguatan tata kelola berbasis teknologi di lingkungan perusahaan.

LENSA Invoice Material, singkatan dari Intelligent Vendor Input Document & Disbursement, dirancang sebagai sistem terintegrasi yang mentransformasi proses penagihan material dari skema manual berbasis dokumen fisik menjadi proses digital yang paperless, terotomasi, dan terstandarisasi.

Sistem ini mencakup tahapan mulai dari penerbitan purchase order, verifikasi dokumen, hingga proses pembayaran mitra.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Akses, Hery Sofiaji, menjelaskan bahwa pengembangan LENSA Invoice Material difokuskan pada efisiensi sekaligus penguatan tata kelola perusahaan.

Ia menyebut pemanfaatan RPA dan OCR memungkinkan proses berjalan lebih cepat dan transparan dengan tetap mengedepankan prinsip kepatuhan terhadap regulasi.

RPA berfungsi menjalankan alur kerja administratif secara otomatis tanpa intervensi fisik, sementara OCR digunakan untuk membaca dan memvalidasi dokumen secara digital.

Sebelum sistem ini diterapkan, proses administrasi proyek di Telkom Akses masih mengandalkan dokumen fisik, tanda tangan basah, serta alur verifikasi berlapis dari unit area hingga kantor pusat.

Pola tersebut dinilai berpotensi menimbulkan inefisiensi sumber daya, peningkatan biaya operasional, serta keluhan mitra terkait durasi pembayaran. Digitalisasi melalui LENSA Invoice Material mengalihkan proses tersebut ke sistem otomatis berbasis digital automation.

Implementasi sistem ini menghadirkan dampak operasional yang terukur. Telkom Akses memperkirakan efisiensi biaya operasional dari penghematan cetak dan distribusi dokumen mencapai ratusan juta rupiah per tahun.

Proses sirkulasi penandatanganan dokumen juga dipercepat hingga 3 x 24 jam melalui penerapan tanda tangan digital dan e-meterai. Percepatan ini berimplikasi pada arus kas mitra yang lebih terprediksi dan terstandarisasi.

Dari sisi produktivitas, otomatisasi proses administratif memungkinkan sumber daya manusia dialihkan ke fungsi yang lebih strategis, seperti pengawasan proyek dan peningkatan kualitas layanan. Telkom Akses juga mencatat peningkatan Index Partnership Satisfaction sebagai indikator hubungan kemitraan yang lebih sehat dan akuntabel.

Direktur Business & Strategy Telkom Akses, Djoko Srie Handono, menyampaikan bahwa LENSA Invoice Material didorong sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi pada fungsi procurement dan vendor management.

Dengan proses penagihan yang terstandarisasi dan transparan, perusahaan dapat mempercepat siklus bisnis sekaligus memberikan kepastian proses kepada mitra sejak tahap pengadaan hingga pembayaran.

Sistem ini telah melalui tahap piloting sejak Januari 2025 dan evaluasi selama satu tahun sebelum resmi diterapkan secara nasional mulai minggu kedua Januari 2026. Saat ini, LENSA Invoice Material digunakan oleh 102 mitra material Telkom Akses di seluruh Indonesia.

Implementasinya melibatkan kolaborasi lintas fungsi strategis, termasuk unit IT, Procurement, Inventory, dan Finance, serta mendapat dukungan dari jajaran direksi dan senior leaders TelkomGroup.

Digitalisasi proses penagihan ini sejalan dengan arah strategis TelkomGroup dalam mempercepat transformasi digital internal. Selain meningkatkan efisiensi operasional, sistem terotomasi juga memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam tata kelola perusahaan, terutama dalam pengelolaan vendor dan rantai pasok proyek infrastruktur telekomunikasi.

Melalui LENSA Invoice Material, Telkom Akses menempatkan otomasi cerdas sebagai fondasi pengelolaan bisnis yang lebih adaptif. Perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan kapabilitas digital berbasis RPA dan teknologi pendukung lainnya untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi TelkomGroup, mitra, dan pemangku kepentingan di seluruh ekosistem.

Baca Juga: Telkom Akses Kerahkan 320 Personel Pulihkan Jaringan Pascabencana Sumatera

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |