Selular.ID – Deretan HP Android legendaris kembali menjadi sorotan karena dinilai sebagai tonggak penting yang membentuk evolusi smartphone modern, mulai dari era awal Android hingga dominasi global saat ini.
Sejak diperkenalkan secara komersial pada 2008, sistem operasi Android berkembang pesat dan melahirkan banyak perangkat ikonik.
Sejumlah model tak hanya sukses secara penjualan, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mengubah arah industri, baik dari sisi desain, performa, maupun pengalaman pengguna.
Beberapa ponsel Android disebut sebagai perangkat yang “ikonik dan menjadi tonggak sejarah” karena membawa fitur baru yang kemudian menjadi standar di industri smartphone.
Dari layar sentuh penuh hingga konsep phablet, perangkat-perangkat ini membuka jalan bagi tren yang kita kenal sekarang.
Berikut 10 HP Android legendaris yang disebut sebagai tonggak sejarah dan berpengaruh besar dalam evolusi smartphone Android:
-
HTC Dream (2008)
Ponsel Android komersial pertama di dunia. Menjadi awal mula ekosistem Android berkembang secara global. -
Motorola Droid (2009)
Membantu memperluas popularitas Android di Amerika Serikat dan memperkuat posisi Android sebagai pesaing serius. -
Samsung Galaxy S (2010)
Awal dominasi lini Galaxy S dengan layar Super AMOLED dan performa yang kompetitif di kelas flagship. -
Samsung Galaxy Note (2011)
Memelopori tren phablet dengan layar besar dan stylus S Pen, yang kemudian menjadi standar industri. -
Google Nexus 4 (2012)
Menghadirkan Android murni (stock Android) dengan harga agresif dan desain premium di masanya. -
OnePlus One (2014)
Dikenal sebagai “flagship killer” karena menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga lebih terjangkau. -
Samsung Galaxy S6 (2015)
Menandai perubahan desain Samsung ke material kaca dan logam premium. -
Google Pixel (2016)
Memperkenalkan standar baru fotografi komputasional pada smartphone Android. -
Huawei P20 Pro (2018)
Mempopulerkan konfigurasi tiga kamera belakang dan kemampuan fotografi malam yang unggul. -
Samsung Galaxy S10 (2019)
Membawa desain layar punch hole (Infinity-O) yang kemudian diikuti banyak vendor.
Kesepuluh perangkat ini tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga memicu perubahan besar dalam desain, teknologi, dan arah perkembangan smartphone Android secara global.
Awal Mula Android dan Era Pionir
Salah satu HP Android legendaris paling awal adalah HTC Dream yang dirilis pada 2008. Perangkat ini dikenal sebagai ponsel Android komersial pertama di dunia.
Mengusung layar sentuh dan keyboard fisik geser, HTC Dream memperkenalkan antarmuka Android ke publik global.
Meski spesifikasinya kini tergolong sederhana, HTC Dream menjadi fondasi penting bagi ekosistem Android.
Kehadirannya membuktikan bahwa sistem operasi berbasis open source milik Google mampu bersaing dengan platform lain yang lebih dulu mapan.
Tak lama setelah itu, Samsung Galaxy S meluncur dan menjadi titik balik bagi Samsung.
Seri Galaxy S generasi pertama memperkenalkan layar Super AMOLED yang tajam dan desain ramping.
Perangkat ini sekaligus menandai keseriusan Samsung dalam membangun lini flagship Android.
Keberhasilan Galaxy S membuka jalan bagi dominasi Samsung di pasar smartphone global.
Seri ini terus berevolusi dan menjadi salah satu lini paling berpengaruh dalam sejarah Android.
Baca juga:
- RAM Langka, Ada Jurus Supaya Smartphone dan Laptop Tetap Laris Manis Meski Harga Naik
- 7 HP Murah RAM Besar untuk Admin Bisnis Online 2026
Revolusi Desain dan Layar Besar
Pada 2011, Samsung Galaxy Note hadir dengan konsep yang saat itu dianggap tidak lazim: layar besar 5,3 inci dan stylus S Pen.
Banyak pihak awalnya meragukan pasar untuk perangkat berukuran besar.
Namun Galaxy Note justru menciptakan kategori baru yang dikenal sebagai phablet (phone-tablet).
Tren layar besar kemudian diikuti banyak vendor, dan kini ukuran di atas 6 inci menjadi standar umum di pasar smartphone.
Di periode yang sama, Google Nexus 4 hasil kolaborasi Google dan LG menunjukkan bahwa ponsel Android dengan spesifikasi tinggi bisa dijual dengan harga lebih terjangkau.
Nexus 4 dikenal dengan desain kaca belakang yang unik dan performa kompetitif di kelasnya.
Lini Nexus berperan penting dalam menghadirkan pengalaman Android murni (stock Android), sekaligus menjadi referensi bagi pengembang aplikasi.
Era Performa Tinggi dan Premium
Memasuki pertengahan dekade 2010-an, kompetisi flagship semakin ketat.
Samsung Galaxy S6 menjadi simbol perubahan desain Samsung dengan material kaca dan logam yang lebih premium dibanding generasi sebelumnya.
Galaxy S6 juga membawa peningkatan signifikan pada sektor kamera dan performa.
Pendekatan desain ini kemudian menjadi standar di lini flagship Samsung berikutnya.
Tak kalah penting, OnePlus One muncul dengan konsep “flagship killer”.
Perangkat ini menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga lebih agresif dibanding kompetitor besar. Strategi tersebut memicu persaingan harga di segmen premium.
Di sisi lain, Google Pixel generasi pertama menegaskan fokus Google pada integrasi perangkat keras dan perangkat lunak.
Pixel dikenal lewat kemampuan kamera berbasis komputasi fotografi yang kemudian menjadi tren industri.
Inovasi Kamera dan Fotografi Mobile
Perkembangan kamera menjadi salah satu faktor utama dalam evolusi HP Android legendaris.
Huawei P20 Pro misalnya, memperkenalkan konfigurasi tiga kamera belakang dengan teknologi Leica.
Huawei P20 Pro mempopulerkan penggunaan sensor besar dan fitur night mode yang mumpuni.
Pendekatan ini memicu perlombaan inovasi kamera di kalangan vendor Android.
Selain itu, Samsung Galaxy S10 membawa layar Infinity-O dengan punch hole untuk kamera depan, mengurangi bezel secara signifikan.
Desain ini menjadi tren sebelum akhirnya industri beralih ke konsep kamera di bawah layar.
Tonggak yang Membentuk Ekosistem Android
Deretan HP Android legendaris tersebut tidak hanya berperan sebagai perangkat populer, tetapi juga sebagai katalis perubahan. Inovasi yang mereka bawa kemudian menjadi standar, seperti:
-
Layar besar sebagai preferensi utama pengguna
-
Material premium pada ponsel flagship
-
Multi-kamera untuk kebutuhan fotografi mobile
-
Pengalaman Android murni sebagai referensi sistem
Android kini menjadi sistem operasi mobile paling dominan secara global.
Perjalanan panjangnya tidak terlepas dari kontribusi perangkat-perangkat yang berani mengambil risiko desain dan teknologi.
Sebagaimana dikutip dari KompasTekno, model-model ini disebut sebagai perangkat yang “ikonik dan menjadi tonggak sejarah” karena pengaruhnya yang luas di industri.
Pernyataan tersebut mencerminkan bagaimana inovasi pada satu generasi ponsel dapat mengubah arah pengembangan smartphone berikutnya.
Dampaknya bagi Pasar Indonesia
Di Indonesia, sejumlah model tersebut juga sempat meraih popularitas tinggi dan membentuk preferensi konsumen.
Tren layar besar, fotografi mobile, hingga desain premium menjadi pertimbangan utama pembeli smartphone di Tanah Air.
Pasar Indonesia yang kompetitif membuat vendor berlomba menghadirkan fitur unggulan dengan harga kompetitif.
Pola ini sejalan dengan dinamika global yang dipicu oleh kemunculan berbagai HP Android legendaris.
Ke depan, inovasi pada perangkat Android kemungkinan akan berfokus pada kecerdasan buatan (AI), efisiensi daya, dan integrasi ekosistem perangkat.
Jika melihat sejarahnya, setiap lompatan teknologi kerap dimulai dari satu perangkat yang berani tampil berbeda dan kemudian diikuti industri.
Evolusi Android menunjukkan bahwa perubahan besar sering lahir dari eksperimen yang awalnya dianggap tidak lazim.
Dari HTC Dream hingga flagship modern, perjalanan tersebut membentuk fondasi kuat bagi generasi smartphone berikutnya.













































