Mobil Dinas Polres Intan Jaya Dipotong 32 Bagian Demi Bisa Dikirim Via Pesawat ke Sugapa

20 hours ago 11

Intan Jaya, 11 Mei 2026 – Pemandangan tak biasa terlihat di halaman Mapolsek Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Sejumlah potongan kendaraan dinas jenis Isuzu D-Max Double Cabin tampak sedang dirakit kembali oleh para mekanik setelah sebelumnya dikirim menggunakan pesawat perintis dari Nabire menuju Sugapa.

Kendaraan milik Polres Intan Jaya itu terpaksa dipotong menjadi 32 bagian karena sulitnya akses transportasi darat menuju wilayah pegunungan Papua Tengah tersebut. Seluruh bagian mobil kemudian diangkut menggunakan dua kali penerbangan pesawat caravan charter.

Salah seorang mekanik, Yulius Senolinggi, menjelaskan mobil tersebut dibongkar menjadi puluhan bagian agar bisa dimuat ke dalam pesawat.

“Mobil ini dipotong menjadi 32 bagian terdiri dari potongan rangka, sasis, mesin, gardan, transmisi, ban hingga perlengkapan lainnya. Setelah tiba di Sugapa, kami mulai merakitnya kembali dan diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari dua minggu,” ujarnya.

Sementara itu, Ps Kapolres Intan Jaya, Sofyan C.A Samakori mengatakan kendaraan dinas tersebut sebenarnya sudah dua tahun berada di Nabire karena keterbatasan anggaran pengiriman ke Intan Jaya.

Menurutnya, satu-satunya akses untuk membawa kendaraan ke Sugapa hanyalah melalui jalur udara. Pengiriman menggunakan helikopter dinilai terlalu mahal sehingga pihaknya memilih membongkar kendaraan dan mengirimkannya menggunakan pesawat caravan charter.

“Biaya charter pesawat mencapai Rp80 juta, sementara biaya mekanik untuk bongkar pasang kendaraan sekitar Rp70 juta,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan sarana, Polres Intan Jaya saat ini hanya memiliki satu unit mobil operasional aktif yang digunakan secara bergantian untuk kendaraan dinas Kapolres sekaligus patroli anggota.

Selain keterbatasan kendaraan, Polres Intan Jaya juga menghadapi tantangan berat dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah rawan gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Meski telah berdiri selama delapan tahun, hingga kini Polres Intan Jaya belum memiliki Mapolres permanen dan masih menggunakan gedung pinjam pakai sebagai kantor pelayanan.

“Kami sangat membutuhkan pembangunan Mako Polres permanen, tambahan kendaraan operasional, serta dukungan perlengkapan keamanan untuk menunjang tugas anggota di wilayah yang memiliki medan berat dan rawan gangguan keamanan,” ungkap Samakori.

Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata perjuangan aparat kepolisian di pedalaman Papua Tengah yang harus menjalankan tugas negara dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |