Nabire, 9 Maret 2026 – Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Regional Papua Tahun 2026 digelar di Provinsi Papua Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah sementara yang berlokasi di kawasan Bandara Lama Nabire, Senin (9/3/2026).
Rakor yang mempertemukan aparatur sipil negara dari wilayah regional Papua ini dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Muhammad Taufiq, DEA. Selain itu, hadir pula perwakilan Gubernur Papua yang diwakili oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Emanuel Korey serta perwakilan Gubernur Papua Tengah yang diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Papua Tengah Dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., MH.Kes. Kegiatan ini juga diikuti sejumlah pejabat strategis Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta para ASN dari wilayah regional Papua.
Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa yang dibacakan oleh Pj Sekda Papua Tengah Dr. Silwanus Sumule, disampaikan bahwa pelaksanaan rakor tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas aparatur pemerintah, khususnya di wilayah Papua.
Menurutnya, sebagai provinsi yang baru terbentuk pada tahun 2022, Papua Tengah menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang kuat, efektif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Wilayah kami memiliki karakteristik geografis yang luas, dengan kondisi daerah yang sebagian masih terisolasi serta kebutuhan pelayanan publik yang terus meningkat. Dalam kondisi seperti ini, aparatur sipil negara memegang peranan yang sangat strategis sebagai penggerak utama pembangunan daerah,” ujar Sumule.
Ia menjelaskan bahwa saat ini jumlah ASN di Provinsi Papua Tengah sekitar 2.020 orang. Pada awal pembentukan provinsi, jumlah ASN hanya sekitar seribuan yang berasal dari mutasi kabupaten serta provinsi induk.
“Tahun lalu kami juga telah menyelesaikan sekitar 800 CPNS. Kami berterima kasih kepada BKN dan Pemerintah Provinsi Papua yang telah membantu proses tersebut sehingga pelaksanaannya dapat dilakukan langsung di Nabire,” katanya.
Menurutnya, pengembangan kompetensi ASN menjadi sangat penting agar aparatur pemerintah memiliki kemampuan profesional serta integritas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui rakor ini diharapkan dapat tercapai kesamaan persepsi serta penguatan sinergi dalam penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kompetensi ASN, termasuk penyiapan sarana dan prasarana pelatihan serta penguatan sistem pembinaan pengembangan kompetensi aparatur.
Ia juga menyoroti kondisi geografis Papua Tengah yang menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan pemerintahan. Dengan delapan kabupaten dan wilayah yang luas, masih terdapat sejumlah daerah yang hanya dapat dijangkau melalui transportasi udara, seperti Kabupaten Intan Jaya dan Puncak.
“Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi kami sehingga membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat, termasuk dari Lembaga Administrasi Negara,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah sendiri memiliki visi pembangunan untuk mewujudkan Papua Tengah yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan. Visi tersebut diharapkan dapat tercapai melalui aparatur yang profesional, berintegritas, serta mampu bekerja secara inovatif.
“Melalui rapat koordinasi ini kami berharap dapat lahir berbagai gagasan, rekomendasi, dan langkah konkret dalam memperkuat sistem pengembangan kompetensi ASN di wilayah Papua,” tutupnya.
[Nabire.Net/Musa Boma]

7 hours ago
4




















































