(Poltekkes Kemenkes Jayapura Dorong Warga Karang Tumaritis Perkuat Pencegahan Malaria)
Nabire, Upaya memperkuat pencegahan dan pengendalian malaria di Kabupaten Nabire terus dilakukan melalui kolaborasi antara masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan, dan dunia pendidikan. Salah satunya berlangsung di Kelurahan Karang Tumaritis melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar civitas akademika Poltekkes Kemenkes Jayapura.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Tindakan Komunitas Dalam Menanggulangi Malaria dan Perbaikan Lingkungan Untuk Pencegahan Malaria”. Program ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya memutus rantai penularan malaria, terutama melalui kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Kegiatan diikuti unsur pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader malaria, serta kader posyandu. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pencegahan malaria membutuhkan kerja bersama, bukan hanya mengandalkan pelayanan medis ketika masyarakat sudah mengalami sakit.

Perwakilan tim dosen Poltekkes Kemenkes Jayapura, Frengki Wospakrik, Ns., M.Kep, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Penanggulangan malaria tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga medis semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen komunitas.”

Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan rumah dan tempat tinggal merupakan bagian dari tindakan sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap pencegahan malaria. Edukasi yang dilakukan diharapkan dapat membangun kesadaran bersama di tengah masyarakat Karang Tumaritis.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Kelurahan Karang Tumaritis, Deni Kobepa, S.Sos. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi warga, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai malaria dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Melkias Iyai, Ns, menekankan bahwa sinergi antara akademisi, puskesmas, pemerintah kelurahan, kader, dan masyarakat menjadi unsur penting untuk membangun wilayah yang lebih sehat dan menekan risiko malaria.

Rangkaian PkM tidak hanya berupa penyampaian materi. Peserta juga mengikuti penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, hingga aksi bersih lingkungan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi turut menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat, kegiatan semacam ini memiliki dampak penting karena pencegahan malaria sangat berkaitan dengan perilaku dan kondisi lingkungan. Konsistensi menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta memanfaatkan layanan kesehatan ketika mengalami gejala penyakit menjadi bagian dari upaya bersama.

Kolaborasi Poltekkes Kemenkes Jayapura dengan pemerintah kelurahan dan tenaga kesehatan diharapkan dapat terus berlanjut sehingga edukasi dan aksi pencegahan malaria semakin menjangkau masyarakat Nabire.
[Nabire.Net]

3 hours ago
3

















































