Petani Harap Perbaikan Bendung Irigasi PP Jebol di Terjang Banjir Segera Rampung

9 hours ago 6

BIREUEN | METRO ACEH – Guna dapat kembali menyuplai air ke 6.562 hektare sawah berada di tujuh kecamatan. Penanganan darurat tanggul bendung irigasi Pante Lhong Peusangan (PP) di Kecamatan Juli, yang sudah dikerjakan beberapa bulan lalu diharapkan segera selesai sehingga petani dapat kembali turun ke sawah menanam padi.

Pj Swasembada Pangan Provinsi Aceh, Dr drh Agus Susanto, M.Si, didampinggi
M Kasem dari Distanbun Bireuen, kepada wartawan ditemui dilokasi, Sabtu (13/6) mengatakan. Irigasi
Pante Lhong, Bireuen mengairi sekitar 6000 hektare lebih di berbagai kecamatan.

Akibat banjir bandang terjadi Selasa-Rabu 25 s.d 26 Juni 2026 tanggul irigasi itu rusak atau jebol dan telah ditangani secara tanggap darurat. “Kami sudah mendengar berbagai penjelasan penanganan darurat dan diperkirakan akan segera selesai,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diharapkan penanganan darurat bisa cepat selesai, sehingga air sungai atau Krueng Peusangan bisa kembali mengairi sawah, jika tidak bisa mengairi semua sawah, bisa mengairi sebagian sawah. “Kasihan petani dan kita
berharap bisa ditangani semua,” ujarnya.

M Kasem dari Distanbun Bireuen menjelaskan kondisi pertanian sawah di Bireuen menunggu selesai bendung
irigasi. Petani berharap walau belum bisa mengairi seluruhnya, minimal 2.000 hektare karena sangat butuh air mengolah tanah, karena jarang turun hujan,” harapnya kepada pelaksana pekerjaan penanganan bendung irigasi.

Adapun panjang tanggul
darurat yang perlu dibangun itu panjangnya 142 meter dan telah selesai 132 meter dan kendala dihadapi derasnya aliran air sungai turun dari hulu. Setelah selesai pembangunan tanggul darurat, dilakukan penanganan secara permanen.

Sementara itu, Teguh dari PT Adhi Karya selaku penanggung jawab lapangan juga berada dilokasi mengatakan, sejak penanganan dilakukan pada Desember 2025 lalu sudah empat kali sungai air meluap mengakibatkan tanggul jebol.

“Di kawasan itu sering gerimis, tiba-tiba air naik sampai lewat tanggul lagi dikerjakan dan tidak bisa diprediksi, pekerjaan terpaksa libur, batu penahan dibawa air dan sudah diperbaiki
kembali,” ujarnya.

Bagian ujung sudah tersambung dengan dinding penahan pemecah ombak (Wingwall) untuk mencegah tanah di sekitar box culvert longsor atau terkikis oleh aliran air.

“Sudah empat kali tanggul jebol, air naik dan meluap, sehingga tebing penahan air rusak lagi,” ujarnya.

Dijelaskan, air ke mercu bendung sudah mulai mengalir. Namun kondisi  ketinggian atau tanggul saluran irigasi belum selesai (elevasi top) dari permukaan air laut rata-rata.

Saat ini, sejumlah truk sedang melansir material dan didorong ke depan dan akan tersambung dengan wing wall dan baru dilakukan penguncian. Teguh
mengatakan, apabila tidak jebol lagi kemungkin akan selesai dalam waktu dekat. (Rahmat Hidayat)

Petani Harap Perbaikan Bendung Irigasi PP Jebol di Terjang Banjir Segera Rampung

BIREUEN | METRO ACEH – Guna dapat kembali menyuplai air ke 6.562 hektare sawah berada di tujuh kecamatan. Penanganan darurat tanggul bendung irigasi Pante Lhong Peusangan (PP) di Kecamatan Juli, yang sudah dikerjakan beberapa bulan lalu diharapkan segera selesai sehingga petani dapat kembali turun ke sawah menanam padi.

Pj Swasembada Pangan Provinsi Aceh, Dr drh Agus Susanto, M.Si, didampinggi
M Kasem dari Distanbun Bireuen, kepada wartawan ditemui dilokasi, Sabtu (13/6) mengatakan. Irigasi
Pante Lhong, Bireuen mengairi sekitar 6000 hektare lebih di berbagai kecamatan.

Akibat banjir bandang terjadi Selasa-Rabu 25 s.d 26 Juni 2026 tanggul irigasi itu rusak atau jebol dan telah ditangani secara tanggap darurat. “Kami sudah mendengar berbagai penjelasan penanganan darurat dan diperkirakan akan segera selesai,” sebutnya.

Diharapkan penanganan darurat bisa cepat selesai, sehingga air sungai atau Krueng Peusangan bisa kembali mengairi sawah, jika tidak bisa mengairi semua sawah, bisa mengairi sebagian sawah. “Kasihan petani dan kita
berharap bisa ditangani semua,” ujarnya.

M Kasem dari Distanbun Bireuen menjelaskan kondisi pertanian sawah di Bireuen menunggu selesai bendung
irigasi. Petani berharap walau belum bisa mengairi seluruhnya, minimal 2.000 hektare karena sangat butuh air mengolah tanah, karena jarang turun hujan,” harapnya kepada pelaksana pekerjaan penanganan bendung irigasi.

Adapun panjang tanggul
darurat yang perlu dibangun itu panjangnya 142 meter dan telah selesai 132 meter dan kendala dihadapi derasnya aliran air sungai turun dari hulu. Setelah selesai pembangunan tanggul darurat, dilakukan penanganan secara permanen.

Sementara itu, Teguh dari PT Adhi Karya selaku penanggung jawab lapangan juga berada dilokasi mengatakan, sejak penanganan dilakukan pada Desember 2025 lalu sudah empat kali sungai air meluap mengakibatkan tanggul jebol.

“Di kawasan itu sering gerimis, tiba-tiba air naik sampai lewat tanggul lagi dikerjakan dan tidak bisa diprediksi, pekerjaan terpaksa libur, batu penahan dibawa air dan sudah diperbaiki
kembali,” ujarnya.

Bagian ujung sudah tersambung dengan dinding penahan pemecah ombak (Wingwall) untuk mencegah tanah di sekitar box culvert longsor atau terkikis oleh aliran air.

“Sudah empat kali tanggul jebol, air naik dan meluap, sehingga tebing penahan air rusak lagi,” ujarnya.

Dijelaskan, air ke mercu bendung sudah mulai mengalir. Namun kondisi  ketinggian atau tanggul saluran irigasi belum selesai (elevasi top) dari permukaan air laut rata-rata.

Saat ini, sejumlah truk sedang melansir material dan didorong ke depan dan akan tersambung dengan wing wall dan baru dilakukan penguncian. Teguh
mengatakan, apabila tidak jebol lagi kemungkin akan selesai dalam waktu dekat. (Rahmat Hidayat)

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |