Nabire, 7 Juli 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Lokakarya PAUD Bermutu yang melibatkan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD dari delapan kabupaten se-Papua Tengah. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Juli 2026, ini dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, kawasan Bandara Lama, Nabire, Selasa (7/7/2026).
Lokakarya tersebut menjadi wadah untuk menyamakan arah kebijakan, memperkuat koordinasi, serta membangun sinergi antar-Pokja Bunda PAUD dalam meningkatkan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh wilayah Papua Tengah.
Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah, Apolonaris Yogi, M.Sc, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah provinsi dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta berbagai pemangku kepentingan yang berperan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.
Menurut Apolonaris, salah satu fokus utama lokakarya adalah menyamakan persepsi seluruh Pokja Bunda PAUD mengenai kebijakan pendidikan nasional, khususnya implementasi program wajib belajar 13 tahun yang dimulai sejak pendidikan anak usia dini.
(Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah, Apolonaris Yogi, M.Sc)“Kami ingin menyatukan arah dan program agar seluruh PAUD di Papua Tengah memiliki mutu yang baik, baik dari sisi akses, kualitas pembelajaran, maupun partisipasi anak,” ujar Apolonaris.
Selain membahas kebijakan wajib belajar 13 tahun, peserta juga mendapatkan materi mengenai penguatan sinergi antar-Pokja Bunda PAUD serta penyusunan program bersama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah kabupaten.
Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan PAUD tidak hanya bergantung pada sektor pendidikan semata, tetapi memerlukan dukungan berbagai pihak agar kebutuhan tumbuh kembang anak dapat dipenuhi secara menyeluruh.
Karena itu, lokakarya ini menghadirkan berbagai mitra lintas sektor yang memiliki peran penting dalam pelayanan anak usia dini.
Peserta berasal dari bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) dari delapan kabupaten di Papua Tengah. Selain itu, kegiatan juga melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga koordinator guru sekolah minggu.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan PAUD secara holistik, mulai dari aspek pendidikan, kesehatan, gizi, administrasi kependudukan, hingga pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Menurut Apolonaris, pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas sekaligus memastikan setiap anak memperoleh hak-haknya secara optimal.
“Melalui kerja sama lintas sektor, kami berharap seluruh kebutuhan dasar anak dapat dipenuhi secara terpadu sehingga kualitas pendidikan anak usia dini semakin baik,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, lokakarya juga menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua serta UNICEF yang memberikan materi mengenai peningkatan mutu layanan PAUD, strategi penguatan kelembagaan, hingga praktik-praktik baik dalam pengembangan pendidikan anak usia dini.
Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi peserta sehingga mampu diterapkan di masing-masing daerah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setempat.
Tidak hanya menerima materi, seluruh peserta juga akan menyusun rencana tindak lanjut selama pelaksanaan lokakarya.
Pada hari terakhir kegiatan, masing-masing Pokja Bunda PAUD kabupaten dijadwalkan memaparkan program prioritas yang akan dijalankan di daerah masing-masing.
Program-program tersebut nantinya akan menjadi dasar koordinasi lanjutan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten agar implementasinya berjalan efektif dan terukur.
Apolonaris mengatakan, hasil lokakarya tidak berhenti pada penyusunan dokumen atau rekomendasi semata. Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan program melalui koordinasi yang berkelanjutan bersama perangkat daerah terkait.
Dengan demikian, berbagai kebijakan yang disepakati dalam lokakarya dapat diterapkan secara nyata dalam meningkatkan mutu layanan PAUD di seluruh Papua Tengah.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas guru PAUD juga menjadi agenda lanjutan setelah lokakarya selesai dilaksanakan.
Peningkatan kompetensi tenaga pendidik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain itu, kerja sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten akan terus diperkuat agar setiap program yang telah disusun dapat diimplementasikan secara berkesinambungan.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas akses layanan PAUD yang bermutu sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan anak usia dini.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap melalui lokakarya ini seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan layanan PAUD yang lebih berkualitas, inklusif, dan merata di seluruh kabupaten.
“Ke depan, program ini akan berlanjut dengan pengembangan kapasitas guru PAUD dan penguatan kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten sehingga pelayanan PAUD bermutu benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Apolonaris.
Melalui sinergi lintas sektor serta dukungan pemerintah daerah, kualitas pendidikan anak usia dini di Papua Tengah diharapkan terus meningkat sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sejak usia dini.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]

12 hours ago
5

















































