Badai Cartenz Cup VI 2026 Resmi Dibuka di Nabire, Diikuti 23 Tim dari Berbagai Daerah di Papua

13 hours ago 5

Nabire, 7 Juli 2026 – Turnamen Sepak Bola Badai Cartenz Cup VI Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Kodim Nabire, Senin (6/7/2026). Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Pemerintah Provinsi Papua Tengah, aparat keamanan, panitia pelaksana, sponsor, serta masyarakat. Sebanyak 23 tim dari berbagai daerah di Papua turut ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi salah satu agenda sepak bola bergengsi di wilayah tersebut.

Acara pembukaan diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri para tamu undangan dan seluruh kontingen peserta. Turnamen ini kembali digelar di Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah dengan harapan menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus mempererat persatuan masyarakat melalui olahraga.

CEO Badai Cartenz Cup, Henes Sondegau, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga turnamen dapat kembali terlaksana.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan aparat keamanan yang telah memberikan dukungan dalam bentuk regulasi, penyediaan fasilitas, hingga jaminan keamanan selama penyelenggaraan kompetisi.

Selain itu, Henes juga menyampaikan penghargaan kepada para sponsor dan mitra yang terus mendukung perkembangan sepak bola di Tanah Papua, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan penyelenggaraan turnamen sejak jauh hari.

“Selamat datang kepada 23 tim peserta. Kehadiran tim-tim terbaik ini menjadi bukti bahwa semangat berprestasi dan kecintaan terhadap sepak bola di Bumi Cenderawasih tidak pernah padam,” ujar Henes.

Menurutnya, penyelenggaraan Badai Cartenz Cup VI tahun ini memiliki makna yang lebih mendalam karena berlangsung di tengah situasi yang tidak mudah, menyusul konflik yang masih terjadi di Kabupaten Intan Jaya.

Henes mengatakan filosofi “Badai Cartenz” mencerminkan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, turnamen ini bukanlah bentuk pengabaian terhadap kondisi yang sedang terjadi, melainkan simbol bahwa semangat olahraga, persatuan, dan kemanusiaan harus tetap hidup di tengah berbagai persoalan.

“Melalui sepak bola kita mengirimkan pesan perdamaian. Di lapangan hijau tidak ada sekat yang memisahkan kita. Yang ada hanyalah sportivitas, rasa hormat, dan persaudaraan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana menunjukkan harkat dan martabat masyarakat Papua yang menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian serta sportivitas.

Henes berharap Badai Cartenz Cup VI dapat menjadi momentum mempererat persaudaraan antardaerah, menghadirkan hiburan bagi masyarakat, sekaligus menjadi doa bersama bagi terciptanya kedamaian di seluruh Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Intan Jaya.

“Atas penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, Turnamen Sepak Bola Badai Cartenz Cup VI Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Alantino Wiay, S.STP., M.Si., yang hadir mewakili pemerintah dalam seremoni pembukaan.

Dalam sambutannya, Alantino menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, olahraga mengajarkan pentingnya kerja sama, disiplin, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati. Nilai-nilai tersebut tidak hanya dibutuhkan selama pertandingan berlangsung, tetapi juga menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

“Nilai-nilai tersebut bukan hanya penting di lapangan pertandingan, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia berharap turnamen ini menjadi wadah bagi para pemain untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka sekaligus memperkuat persaudaraan antarkomunitas dan melahirkan bibit-bibit pesepak bola berbakat dari Papua Tengah.

Kepada seluruh peserta, Alantino berpesan agar bertanding dengan penuh semangat tanpa mengesampingkan sportivitas. Ia mengingatkan bahwa kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari pertandingan, sedangkan yang paling penting adalah menjaga disiplin, menaati peraturan, serta memelihara keamanan dan ketertiban selama kompetisi berlangsung.

Alantino juga meminta panitia pelaksana, perangkat pertandingan, pelatih, dan seluruh official menjalankan tugas secara profesional sehingga setiap pertandingan dapat berlangsung tertib, adil, aman, dan lancar.

Menurutnya, penyelenggaraan turnamen yang berkualitas akan memberikan pengalaman positif bagi para atlet sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kompetisi sepak bola di Papua Tengah.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjut Alantino, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan olahraga yang membuka ruang bagi generasi muda mengembangkan potensi dan meraih prestasi.

Dukungan tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berbakat yang nantinya dapat mengharumkan nama Papua Tengah di tingkat regional maupun nasional.

Turnamen Badai Cartenz Cup sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu kompetisi sepak bola yang mendapat perhatian luas dari masyarakat Papua. Selain menjadi ajang persaingan antartim, kompetisi ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi para pemain, official, dan suporter dari berbagai daerah.

Kehadiran 23 tim peserta pada edisi keenam menunjukkan tingginya antusiasme klub-klub sepak bola di Papua untuk berkompetisi dan mengembangkan kualitas permainan mereka.

Masyarakat yang memadati Lapangan Kodim Nabire juga memberikan sambutan hangat terhadap pembukaan turnamen. Kehadiran para penonton menjadi bukti bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Selama turnamen berlangsung, panitia berharap seluruh pihak dapat menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas sehingga setiap pertandingan berjalan lancar. Dengan semangat kebersamaan yang diusung Badai Cartenz Cup VI, kompetisi ini diharapkan tidak hanya melahirkan juara di lapangan hijau, tetapi juga memperkuat persaudaraan, memupuk semangat perdamaian, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk terus berprestasi melalui olahraga.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |