Nabire, 7 Juli 2026 – Persekutuan Pemuda Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Bukit Sion Portanigra Nabire menggelar rangkaian kegiatan pembinaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Pemuda sekaligus penerimaan anggota baru. Kegiatan yang berlangsung sejak Minggu (5/7/2026) hingga puncaknya pada Selasa (7/7/2026) ini dipusatkan di Gereja GKII Jemaat Bukit Sion dengan mengusung tema “Berakar dalam Kristus, Bertumbuh untuk Melayani”, yang diambil dari Kolose 2:7.
Perayaan tersebut tidak hanya menjadi momentum syukur atas perjalanan pelayanan pemuda selama 17 tahun, tetapi juga menjadi wadah pembinaan iman, penguatan karakter, peningkatan kapasitas diri, serta pengembangan wawasan generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Rangkaian kegiatan diawali pada Minggu (5/7/2026) melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) pembukaan. Ibadah diisi dengan puji-pujian, penyembahan, pemberitaan Firman Tuhan, doa bersama, serta persekutuan yang diikuti para pemuda dan jemaat.

Memasuki hari kedua, Senin (6/7/2026), panitia menyelenggarakan Seminar Kepemudaan dengan menghadirkan berbagai materi yang dinilai relevan bagi kehidupan generasi muda. Materi yang diberikan meliputi manajemen waktu dan keuangan, edukasi kesehatan terkait meningkatnya kasus meninggalnya anak muda Papua pada usia produktif, kemampuan public speaking, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga pembahasan mengenai bagaimana menjadi pemuda Kristen yang berdampak di tengah masyarakat.
Ketua Panitia HUT dan Perkenalan Pemuda GKII Bukit Sion, Maikel Mote, mengatakan kegiatan tahunan tersebut diikuti seluruh pemuda GKII Bukit Sion Nabire, termasuk para pemuda yang baru datang dari kampung untuk melanjutkan pendidikan di kota.
“Jadi kegiatan ini diikuti oleh seluruh pemuda GKII Bukit Sion Nabire. Ini juga menyasar para pemuda yang baru datang dari kampung, mungkin ada yang bersekolah atau kuliah, mereka juga kami bekali. Kami dari Pemuda-Pemudi Bukit Sion tiap-tiap tahun mengadakan gathering. Setiap bulan Juli kami selalu mengadakan momen seperti ini dalam rangka ulang tahun pemuda,” ujar Maikel Mote.

Menurutnya, pembinaan seperti ini menjadi investasi penting dalam membentuk iman dan karakter generasi muda sejak masih berstatus sebagai pelajar maupun mahasiswa.
“Ini untuk membentuk iman dan karakter kami selagi masih pelajar dan mahasiswa, supaya nantinya bisa menjadi orang sukses dan menjadi pribadi yang berdampak. Materinya sangat luar biasa, terutama manajemen keuangan dan waktu yang sangat berguna bagi anak-anak muda,” katanya.
Maikel menjelaskan pemilihan materi seminar dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi generasi muda saat ini. Selain pembentukan rohani, panitia juga ingin membekali peserta dengan keterampilan hidup (life skills) yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyebut materi kesehatan dipilih karena meningkatnya perhatian terhadap kondisi kesehatan generasi muda Papua. Sementara itu, materi public speaking diberikan untuk melatih keberanian berbicara di depan umum, khususnya bagi pemuda yang berasal dari kampung dan sedang menempuh pendidikan di Nabire.
Tak kalah penting, panitia juga memasukkan materi mengenai teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Menurut Maikel, perkembangan teknologi saat ini menuntut generasi muda gereja untuk mampu memanfaatkan AI secara bijaksana sebagai sarana belajar, berkarya, dan melayani.
“Kami juga memasukkan materi teknologi dan AI karena ini sangat bagus untuk anak-anak muda agar mereka bisa mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkannya dengan baik,” jelasnya.
Di akhir kegiatan seminar, peserta dijadwalkan mengikuti doa berantai sebagai bentuk penguatan rohani sebelum memasuki agenda rekreasi dan perayaan puncak HUT.
Maikel berharap seluruh peserta, khususnya anggota baru, tidak sekadar hadir untuk mengikuti keramaian, melainkan benar-benar memperoleh pengalaman yang membangun kehidupan iman mereka.
“Harapan kami, momen ini bukan hanya ikut meramaikan kegiatan, tetapi menjadi berkat bagi kita semua. Banyak pelajaran yang diterima melalui materi-materi yang luar biasa ini dan semoga menjadi kenangan yang membangun kehidupan kami ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pemuda GKII Bukit Sion Nabire, Mecky Tebai, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan melayani di tanah Papua. Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, pengurus, pembina, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Mengucap syukur atas napas dan anugerah Tuhan karena masih diberikan kesempatan untuk hidup dan berkarya di tanah Papua. Apresiasi tak terhingga kepada panitia yang telah bekerja cerdas dan ditopang pengurus serta pembina Bukit Sion Youth Ministry Family. Mereka bisa karena Tuhan Yesus dahsyat,” ungkap Mecky.
Lebih lanjut, Mecky berharap seluruh rangkaian HUT tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang pembinaan yang mampu melahirkan generasi muda Kristen yang sadar akan identitas, tanggung jawab, dan panggilan hidupnya.
“Harapan saya, kegiatan ini bukan hanya sekadar kelas pembinaan, tetapi menjadi ruang tumbuh bersama untuk membangun hubungan dengan diri sendiri, keluarga, sesama anak muda, dan terlebih hubungan khusus dengan Tuhan Yesus. Anak-anak muda jangan menjadi apatis terhadap dirinya, terhadap situasi yang dihadapi, maupun realitas yang terjadi di sekitar mereka. Harus lahir generasi muda yang sadar, mengenal dirinya, lingkungannya, bahkan Tuhannya,” tegas Mecky.
Kegiatan pembinaan ini menjadi salah satu bentuk komitmen GKII Bukit Sion dalam mempersiapkan generasi penerus gereja yang memiliki keseimbangan antara kehidupan rohani, karakter, kemampuan kepemimpinan, hingga literasi digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tantangan sosial yang semakin kompleks, pembinaan seperti ini dinilai penting agar pemuda mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.
Puncak perayaan HUT ke-17 Pemuda GKII Bukit Sion akan digelar pada Selasa (7/7/2026). Agenda tersebut akan diisi dengan Ibadah Syukur, Pentas Pujian, serta momen kebersamaan seluruh jemaat. Selain itu, panitia juga akan melaksanakan prosesi penerimaan anggota pemuda baru yang meliputi sesi perkenalan, penyematan identitas pemuda secara simbolis, serta pembacaan komitmen bersama untuk melayani Tuhan dan sesama. Dengan rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan lahir generasi muda Kristen yang semakin berakar dalam Kristus, bertumbuh dalam karakter, dan siap melayani di tengah perkembangan zaman.
[Nabire.Net/Musa Boma]

12 hours ago
6

















































