Pasca Konflik Kapiraya, APG Deiyai Turun Langsung Beri Bantuan dan Doakan Korban

16 hours ago 6

Deiyai, 30 November 2025 – Pasca penyerangan yang melibatkan masyarakat Mogodagi, Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, sejumlah perwakilan suku Kamoro, suku Kei, dan beberapa suku lainnya yang terlibat dalam aksi tersebut menciptakan situasi yang memerlukan penanganan cepat. Menyikapi kondisi itu, Anak Pendeta dan Gembala (APG) Korwil Deiyai melakukan kunjungan kemanusiaan ke posko penanganan konflik serta menemui para korban luka pada Sabtu, 30 November 2025.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua APG Korwil Deiyai Oktopianus Doo, SP, bersama Sekretaris APG Andreas Badii, S.Kom, serta anggota APG lainnya. Rombongan turut didampingi Ketua Koordinator Deiyai Pelipus Edowai, Ketua Pemberdayaan Koordinator Deiyai Melina Edowai, Ketua AMKI Deiyai Robert Edowai, Ketua Kaum Profesional Gereja KINGMI Pdt. Marinus Edowai, M.Pd, serta Ketua Penginjilan Koordinator Deiyai.

Rute kunjungan dimulai dari posko penanganan konflik di kediaman Bapak Ernes Kotouki, sebelum dilanjutkan menuju Gakokebo untuk mengunjungi korban luka, Bapak Nelius Peuki. Pada setiap titik kunjungan, rombongan APG mendoakan para korban dan menyerahkan bantuan berupa uang tunai untuk keperluan pengobatan serta kebutuhan mendesak lainnya.

Rombongan APG disambut baik oleh tokoh Kapiraya, di antaranya Ernes Kotouki, Kepala Suku Kapira Mesak Edowai, Kepala Distrik Kapiraya Akuliana Badokapa, S.Ip, anggota DPRK Deiyai Ance Yupi, serta sejumlah masyarakat Kapiraya. Selain itu, keluarga korban di Gakokebo juga menerima kehadiran APG dengan penuh haru.

“Kami melakukan ini karena DNA kami adalah DNA para penginjil. Bantuan ini merupakan bentuk pelayanan dan dukungan moral bagi para korban dan posko penanganan konflik,” ujar salah satu perwakilan APG.

APG Korwil Deiyai juga menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya Pendeta Neles Peuki, Gembala Sidang AMIN Mogodagi Klasis Tigi Barat, serta sejumlah korban luka berat dan luka ringan dalam peristiwa tersebut.

Bantuan kemanusiaan yang disalurkan APG difokuskan pada korban yang telah terdata, berupa dukungan finansial untuk biaya pengobatan dan pemulihan. APG menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan panggilan iman mereka sebagai anak-anak para penginjil.

Dalam pernyataannya, APG Korwil Deiyai menyayangkan aksi brutal yang dipicu oleh kelompok yang turut serta dalam penyerangan. Mereka menekankan bahwa Kapiraya adalah pintu masuk Injil kedua, baik melalui misi Katolik maupun Protestan (Zending), sehingga semua pihak diharapkan dapat menjaga kedamaian.

“Jika berada di tanah orang lain, sadari batas wilayah. Jangan mengadu domba Suku Mee dan Suku Kamoro yang sejak nenek moyang hidup rukun dan damai,” tegas APG Korwil Deiyai.

APG juga mengimbau suku-suku pendatang di Kapiraya agar tidak menjadi provokator di antara kedua suku tersebut serta menghormati wilayah adat yang ada.

“Sebagai anak-anak para penginjil, kami terpanggil untuk memberikan dukungan kepada korban pasca penyerangan ini, baik melalui doa maupun bantuan langsung,” ujar Pdt. Edowai.

[Nabire.Net/Marten Dogomo]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |