Krisis Chip 2nm, TSMC Tekan Strategi Smartphone Global

16 hours ago 12

Selular.ID – TSMC dilaporkan menghadapi keterbatasan pasokan chip fabrikasi 2 nanometer (2nm) pada 2026, yang mendorong sejumlah brand smartphone global memprioritaskan teknologi tersebut hanya untuk model flagship.

Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan pada rantai pasok memori, khususnya DRAM, yang juga mengalami ketidakseimbangan suplai dan permintaan.

Laporan media teknologi global menyebutkan bahwa keterbatasan kapasitas produksi 2nm di TSMC membuat vendor chipset dan produsen smartphone harus melakukan alokasi yang lebih selektif.

Chip berbasis 2nm, yang menjanjikan efisiensi daya dan peningkatan performa signifikan, kini diperkirakan hanya akan hadir pada perangkat kelas atas dengan harga premium.

Situasi ini tidak berdiri sendiri. Industri semikonduktor global saat ini juga menghadapi tekanan dari sisi memori, terutama DRAM yang menjadi komponen penting dalam perangkat mobile modern.

Kenaikan permintaan untuk aplikasi berbasis AI dan komputasi tinggi turut menyerap kapasitas produksi, sehingga berdampak pada sektor smartphone.

Dalam beberapa tahun terakhir, TSMC menjadi tulang punggung produksi chip canggih untuk berbagai perusahaan teknologi besar, termasuk vendor chipset seperti Qualcomm dan Apple.

Transisi ke proses manufaktur 2nm merupakan langkah lanjutan setelah node 3nm yang saat ini mulai diadopsi secara luas.

Namun, kompleksitas produksi yang semakin tinggi membuat kapasitas awal 2nm belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar.

Keterbatasan ini berdampak langsung pada strategi produk. Produsen smartphone diperkirakan akan membatasi penggunaan chip 2nm hanya pada lini flagship, sementara model kelas menengah dan entry-level tetap mengandalkan node yang lebih matang seperti 3nm atau bahkan 4nm.

Pendekatan ini dinilai sebagai langkah efisiensi untuk menjaga margin sekaligus memastikan stabilitas pasokan.

Di sisi lain, tekanan pada DRAM memperumit situasi. DRAM berperan penting dalam performa multitasking dan pengolahan data, terutama pada perangkat yang mengusung fitur kecerdasan buatan (AI) di perangkat (on-device AI).

Lonjakan kebutuhan DRAM dari sektor lain seperti server dan pusat data membuat ketersediaan untuk industri smartphone menjadi lebih terbatas.

Kombinasi antara keterbatasan chip 2nm dan tekanan pada DRAM berpotensi memengaruhi harga perangkat di pasar global.

Vendor kemungkinan harus menyesuaikan spesifikasi atau harga jual untuk menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan daya beli konsumen.

Dalam konteks ini, diferensiasi fitur pada perangkat flagship menjadi semakin penting sebagai pembenaran harga yang lebih tinggi.

Secara industri, kondisi ini mencerminkan dinamika baru dalam rantai pasok semikonduktor, di mana teknologi paling mutakhir tidak selalu tersedia secara luas pada tahap awal.

Produsen chip seperti TSMC biasanya meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap seiring dengan kematangan proses dan peningkatan yield produksi.

Ke depan, adopsi 2nm diperkirakan akan meluas seiring dengan peningkatan kapasitas produksi dan stabilisasi rantai pasok.

Baca Juga:Dominasi Kian Tak Terbendung, Kompetitor TSMC Berebut Akses Rantai Pasok Taiwan

Namun dalam jangka pendek, segmentasi produk berbasis teknologi chip akan semakin terlihat jelas, dengan perangkat flagship menjadi yang pertama mengadopsi inovasi terbaru, sementara segmen lain mengikuti secara bertahap.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |