Kelangkaan Chip Memori Terjadi Sepanjang 2026, Pengamat Ungkap Hal Ini

7 hours ago 9

Selular.id – Kelangkaan memori untuk gadget termasuk smartphone ini diperkirakan terjadi hingga akhir tahun 2026.

Seperti Selular beritakan sebelumnya, kelangkaan memori ini terjadi karena melonjaknya pasokan memori yang digunakan untuk perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pasokan memori yang mengarah ke AI ini membuat pasokan untuk gadget termasuk smartphone menjadi langka dan membuat harga naik.

Menurut pengamat gadget, Herry SW, tren kenaikan harga smartphone masih akan berlangsung sepanjan tahun 2026.

Baca Juga:

“Alasannya, belum ada penurunan harga komponen di global termasuk memori,” ujar Herry kepada Selular, Kamis (18/6/2026).

Herry menambahkan harga komponen smartphone jauh lebih melambung dikarenakan nilai tukar rupiah yang juga menguat secara siginifikan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“Apalagi, kalau spesifik Indonesia, nilai tukar rupiah juga belum menguat signifikan. Jadi, peluang harga ponsel terus naik masih amat besar,” sambungnya.

Intel Juga Mengamini

Intel juga mengonfirmasi bahwa perusahaan akan menghadapi kelangkaan pasokan chip hingga kuartal pertama 2026.

Permintaan yang melonjak untuk prosesor server dan klien membuat kapasitas produksi tidak mampu mengimbangi, dengan persediaan chip diperkirakan akan habis pada periode tersebut.

Kondisi ini diungkapkan langsung oleh Chief Financial Officer Intel David Zinsner dalam wawancara telepon dengan Barron’s.

Zinsner menyebut kuartal pertama 2026 akan menjadi periode “paling menantang” bagi Intel dalam memenuhi permintaan chip.

Meskipun kondisi ini menjadi perhatian serius, hal ini sekaligus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan untuk divisi foundry Intel.

Permintaan yang kuat ini diperkirakan akan bertahan hingga awal 2026, menciptakan lingkungan kapasitas yang ketat untuk waktu yang cukup lama.

Dalam lingkungan kapasitas yang ketat saat ini, tim Intel telah berhasil mendukung peningkatan permintaan di kuartal berjalan.

Perusahaan mengaku sedang bekerja sama dengan pelanggan untuk memaksimalkan output yang tersedia, termasuk menyesuaikan harga dan campuran produk untuk mengalihkan permintaan ke produk yang memiliki pasokan memadai.

Di segmen data center, platform server Xeon Intel mengalami peningkatan adopsi yang signifikan.

Lini CPU Xeon 6 ‘Granite Ridge’ menjadi andalan Intel untuk segmen AI, mendorong perusahaan terus memperluas lini produksi chip, bahkan untuk teknologi yang lebih tua seperti node Intel 7.

Meskipun upaya menjaga kapasitas sesuai permintaan terus dilakukan, Intel memperkirakan produknya akan tetap dalam kondisi kekurangan pasokan sepanjang 2026.

Di sisi prosesor klien, lini CPU Raptor Lake Intel juga menghadapi kendala kapasitas.

Namun, kondisi ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh tingginya permintaan, melainkan lebih karena fokus perusahaan pada peningkatan produksi CPU server di node seperti Intel 7.

Situasi inilah yang mendorong Intel untuk menaikkan harga Raptor Lake, memastikan perusahaan dapat melayani pasar klien dan data center secara bersamaan.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |