iPhone Lawas Masih Menjadi Daya Pikat Pengguna Hp di Indonesia

4 hours ago 6

Selular.ID – Peta persaingan bisnis ritel ponsel pintar dalam negeri mengalami pergeseran masif pasca-pemberlakuan kontrol International Mobile Equipment Identity (MEI) oleh pemerintah.

Sebelum regulasi tersebut diperketat, proses peluncuran produk resmi kerap menghadapi kendala pasokan dan tantangan administratif yang berat pada tahun-tahun berikutnya, namun kini animo masyarakat terbukti konsisten tumbuh positif.

Hal tersebut diungkapkan Joy Wahjudi, Chief Executive Officer (CEO) Erajaya Digital dalam bincang Eksekutif bersama Selular baru-baru ini.

Joy juga mengungkapkan, pasar gawai di Indonesia tidak sepenuhnya didominasi oleh konsumen yang memburu varian tertinggi seperti lini Pro dan Pro Max.

Apple melihat adanya ceruk pasar yang sangat besar dari kelompok konsumen yang memiliki aspirasi atau ketertarikan tinggi terhadap brand premium tersebut.

Tetapi memiliki keterbatasan dari segi daya beli untuk menjangkau perangkat model paling mutakhir.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“Strategi Apple pasca-era pengendalian IMEI berfokus untuk menjaring basis pengguna sistem operasi (user OS) sebanyak mungkin di Indonesia, Manajemen Apple mempertahankan pasokan seri lawas yang disesuaikan dengan kemampuan beli segmen tersebut” kata Joy kepada Selular.

Sebagai contoh konkret di lapangan, sepanjang tahun 2025 kemarin, perangkat iPhone 13 masih mencatatkan angka penjualan yang mengejutkan dan diminati secara masif oleh konsumen lokal.

Padahal, pada periode waktu yang sama, Apple sebenarnya sudah merilis lini yang jauh lebih baru, yakni iPhone 15 series, ke bursa pasar global.

Faktor harga yang menjadi jauh lebih kompetitif menjadi stimulus utama mengapa produk ponsel pintar yang berumur dua hingga tiga tahun tersebut tetap laku keras di Indonesia.

Banyak konsumen baru yang memanfaatkan momentum penurunan harga ini untuk mencoba masuk ke dalam ekosistem komputasi Apple untuk pertama kalinya.

Fase pertumbuhan lewat penetrasi lini lawas ini diproyeksikan akan terus berjalan stabil tanpa gangguan dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Baca Juga:Apple dan Google Permudah Transfer eSIM Antar iPhone dan Android

Tren ini baru akan melandai setelah pasar mencapai titik jenuh tertentu, yaitu ketika mayoritas kelompok konsumen aspirasional tersebut sudah sepenuhnya beralih menggunakan perangkat berbasis iOS.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |