Nabire, 9 Maret 2026 – Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Tanah Papua merayakan Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 yang dilaksanakan di halaman SD YPK Sion Nabire, Jalan Kusuma Bangsa, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin (9/3/2026).
Perayaan ini menandai perjalanan pelayanan pendidikan YPK sejak berdiri pada 8 Maret 1962 hingga kini terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Nabire Mesak Magai, perwakilan Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, para hamba Tuhan, undangan, para guru, serta ratusan siswa SD YPK Sion Nabire.
Perayaan HUT ke-64 YPK mengusung tema “Kasih Kristus Menggerakkan Kepedulian Terhadap Pendidikan yang Bermutu dan Menciptakan Sekolah YPK Berbudaya Lingkungan.”
Adapun subtema yang diangkat yakni “YPK Menciptakan Sekolah Ramah Anak dan Ramah Lingkungan.”
Ibadah syukur diawali dengan pujian dan penyembahan yang dipersembahkan oleh para siswa SD YPK Sion Nabire, para guru, serta nyanyian bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan pelayanan pendidikan YPK selama 64 tahun.
YPK Terus Berbuah Bagi Tanah Papua
Ketua PSW YPK Kabupaten Nabire, Barnabas Watopa, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan YPK.
Ia mengatakan berbagai berkat dan dukungan yang diterima YPK, termasuk bantuan dari pemerintah daerah, menjadi bukti bahwa pelayanan pendidikan Kristen terus mendapat perhatian.
“Kalau kita menghitung berkat Tuhan bagi YPK, khususnya tahun lalu, kita patut bersyukur. Tuhan memberi hikmat kepada pemerintah kabupaten dan provinsi sehingga YPK menerima bantuan yang luar biasa, baik dalam bentuk fisik maupun dukungan keuangan,” ujarnya.
Menurut Barnabas, pada tahun 2025 YPK di Kabupaten Nabire menerima bantuan yang nilainya hampir mencapai Rp20 miliar, baik dalam bentuk pembangunan fisik maupun dukungan peningkatan kapasitas pendidikan.
Ia juga menyebut perayaan HUT YPK tahun ini menjadi kesaksian iman karena kegiatan tersebut terlaksana tanpa pembentukan panitia khusus.
“Termasuk hari ini kita tidak bentuk panitia. Tetapi Kristus yang menggerakkan semua orang, menggerakkan jemaat, kepala sekolah, alumni, dan semua yang hadir di sini. Tanpa panitia pun kegiatan ini dapat terlaksana karena Tuhan yang menggerakkan hati kita semua,” katanya.
Barnabas juga mengingatkan para guru agar terus menjalankan panggilan pelayanan melalui pendidikan, khususnya dalam membangun kemampuan dasar siswa seperti membaca, menulis, dan berhitung.
“Ketika kita menjadikan anak-anak bisa membaca, menulis, dan berhitung, itu berarti kita sedang berkhotbah dan memberitakan Injil melalui pendidikan,” ujarnya.
YPK: Anak Kandung Gereja
Sementara itu, Ketua Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th, dalam sambutan yang dibacakan oleh Pdt. Pubelius Manuwaron, menegaskan bahwa YPK merupakan bagian penting dari pelayanan gereja di bidang pendidikan.
Ia menyampaikan bahwa YPK lahir sebagai wujud panggilan gereja untuk melayani Tuhan dan sesama melalui pendidikan.
“Enam puluh empat tahun yang lalu, pada 8 Maret 1962, Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua lahir sebagai wujud panggilan gereja untuk melayani Tuhan dan sesama melalui pendidikan. YPK adalah anak kandung Gereja Kristen Injili di Tanah Papua,” ujarnya.
Menurutnya, selama puluhan tahun YPK telah melahirkan banyak pemimpin, guru, pendeta, tenaga kesehatan, aparatur pemerintah, serta berbagai profesi lain yang melayani masyarakat, gereja, dan bangsa.
Namun yang paling penting dari pendidikan YPK, lanjutnya, bukan hanya ilmu pengetahuan tetapi juga pembentukan karakter Kristiani.
“Di sekolah-sekolah YPK anak-anak belajar sesuatu yang lebih dalam dari sekadar pengetahuan. Mereka belajar berdoa, mengasihi Tuhan, dan hidup dengan karakter Kristiani. Itulah sebabnya pendidikan YPK dikenal berkarakter Kristiani dan unggul dalam ilmu serta spiritualitas,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa sejak Injil pertama kali diberitakan di Tanah Papua pada 5 Februari 1855, pelayanan pendidikan selalu berjalan beriringan dengan pelayanan gereja.
Karena itu, menurutnya, sekolah-sekolah YPK memiliki peran penting dalam membentuk generasi Papua yang beriman, berkarakter, dan berpengetahuan.
Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 91.932 siswa yang belajar di 792 sekolah YPK di seluruh Tanah Papua dengan dukungan 6.251 guru.
“YPK tidak hanya mendidik anak-anak untuk hari ini, tetapi sedang mempersiapkan pemimpin-pemimpin Papua untuk masa depan,” ujarnya.
Ia berharap melalui pelayanan pendidikan YPK, Tanah Papua tidak hanya dikenal sebagai tanah yang kaya dan subur, tetapi juga dikenal sebagai Tanah Injil dan Tanah Damai.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-64 bagi Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua. Tuhan Yesus memberkati pelayanan YPK hari ini, besok, dan sampai generasi yang akan datang,” tutupnya.
[Nabire.Net/Musa Boma]

10 hours ago
5




















































