Selular.ID – Garmin Indonesia menghadirkan Garmin Hybrid Lab pada April 2026 di Jakarta sebagai inisiatif untuk memperkenalkan pendekatan latihan berbasis data dalam menghadapi kompetisi hybrid race.
Program ini dirancang untuk membantu atlet mengoptimalkan performa melalui pemanfaatan data biometrik yang dikumpulkan dari perangkat wearable Garmin.
Melalui Garmin Hybrid Lab, Garmin Indonesia menegaskan transformasi peran perangkat wearable dari sekadar alat pemantau aktivitas menjadi bagian dari ekosistem analisis performa.
Atlet tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga menggunakan data seperti detak jantung, variabilitas detak jantung (HRV), serta estimasi stamina untuk menentukan strategi latihan dan kompetisi.
Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis data memungkinkan atlet mengambil keputusan yang lebih presisi.
Ia menjelaskan bahwa data biometrik membantu menentukan waktu latihan, pengaturan intensitas, hingga kebutuhan pemulihan secara lebih terukur.
Hybrid race sendiri merupakan format kompetisi yang menggabungkan latihan kekuatan berintensitas tinggi (anaerobik) dengan ketahanan kardiovaskular (aerobik) dalam satu rangkaian.
Kombinasi ini menuntut kemampuan adaptasi yang cepat terhadap perubahan intensitas, sehingga pengelolaan energi menjadi faktor penentu performa.
Dalam konteks ini, perangkat wearable konvensional dinilai tidak lagi memadai.
Garmin menghadirkan integrasi metrik performa yang lebih komprehensif melalui fitur seperti Training Readiness, yang menunjukkan kesiapan tubuh untuk berlatih, serta HRV Status yang mencerminkan kondisi sistem saraf otonom.
Data ini digunakan sebagai dasar untuk menentukan intensitas latihan yang optimal dan menghindari risiko overtraining.
Garmin Hybrid Lab yang digelar di 20FIT Arena Menteng memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memanfaatkan data tersebut.
Peserta dapat merancang sesi latihan multisport melalui fitur Custom Workout di aplikasi Garmin Connect, yang memungkinkan penggabungan berbagai jenis latihan hingga beberapa segmen dalam satu sesi.
Selama latihan berlangsung, perangkat Garmin memantau Heart Rate Zones atau zona detak jantung untuk memastikan atlet tetap berada dalam rentang intensitas yang sesuai dengan tujuan latihan.
Pendekatan ini membantu menjaga keseimbangan antara performa maksimal dan efisiensi energi, terutama saat transisi antara aktivitas intens dan fase pemulihan.
Selain itu, Garmin juga menyediakan metrik lanjutan seperti VO2 Max untuk mengukur kapasitas aerobik serta Lactate Threshold yang menunjukkan batas kelelahan tubuh.
Kedua indikator ini menjadi acuan penting dalam menyusun program latihan jangka panjang yang berkelanjutan.
Setelah sesi latihan selesai, seluruh data akan terintegrasi secara otomatis ke dalam ekosistem Garmin Connect.
Platform ini memungkinkan analisis lebih lanjut melalui indikator seperti Training Effect, yang membedakan dampak latihan terhadap sistem aerobik dan anaerobik.
Data tersebut membantu atlet memahami respons tubuh dan menyesuaikan strategi latihan berikutnya.
Aspek pemulihan juga menjadi perhatian dalam ekosistem ini.
Fitur Recovery Time memberikan estimasi waktu yang dibutuhkan tubuh sebelum kembali berlatih, sehingga risiko cedera dapat diminimalkan.
Dengan data historis yang tersimpan, pengguna dapat memantau perkembangan performa secara berkelanjutan.
Garmin juga melibatkan dukungan nutrisi dalam program ini melalui kolaborasi dengan mitra seperti Sunpride, Lactasoy, dan Strive, guna memastikan kebutuhan energi peserta tetap terpenuhi selama latihan berintensitas tinggi.
Melalui Garmin Hybrid Lab, perusahaan menunjukkan pendekatan end-to-end dalam pengembangan performa atlet, mulai dari pengumpulan data, analisis, hingga implementasi strategi latihan.
Model ini mencerminkan tren industri olahraga yang semakin mengandalkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan hasil latihan.
Ke depan, Garmin Indonesia mendorong pengguna untuk memanfaatkan fitur-fitur lanjutan seperti HRV Status dan Training Readiness secara optimal.
Dengan sinkronisasi rutin ke platform Garmin Connect, setiap sesi latihan dapat dikonversi menjadi insight yang mendukung peningkatan performa secara konsisten dan terukur.
Baca Juga: Bank Mandiri Perluas QRIS Lintas Negara ke Korea Selatan















































