Galaxy AI Jadi Ekosistem Multi-Agent dengan Integrasi Perplexity AI

15 hours ago 12

Selular.ID – Samsung Electronics pada 22 Februari 2026 mengumumkan perluasan Galaxy AI, mentransformasikan platform kecerdasan buatannya menjadi ekosistem multi-agent yang mendukung sejumlah agen AI terintegrasi untuk meningkatkan fleksibilitas dan pilihan bagi pengguna.

Perubahan ini mencakup integrasi Perplexity AI, menjadikannya agen AI tambahan yang terhubung pada framework sistem operasi dan aplikasi inti perangkat Galaxy.

Transformasi Galaxy AI dilakukan di tingkat framework (inti), sehingga sistem mampu memahami konteks penggunaan dan menghubungkan agen AI secara lebih mendalam daripada sekadar integrasi pada aplikasi individual.

Perplexity AI dapat diaktifkan melalui frasa suara “Hey Plex” atau melalui kontrol quick access, seperti menekan dan menahan tombol sisi. Agen ini akan bekerja bersama layanan lain dalam ekosistem Galaxy, termasuk asisten AI lain seperti Samsung Bixby dan Google Gemini.

Menurut pernyataan Won-Joon Choi, President dan Chief Operating Officer (COO) serta Kepala R&D Office, Mobile eXperience (MX) Business di Samsung Electronics, Galaxy AI bertindak sebagai orchestrator atau pengatur yang menggabungkan berbagai bentuk AI dalam satu pengalaman terpadu, dengan memberi pengguna pilihan agen yang paling sesuai dengan kebutuhan dan rutinitas mereka.

Dalam dokumen resmi, Samsung menyebut bahwa riset internal menunjukkan hampir 80% pengguna kini memakai lebih dari dua jenis agen AI untuk tugas yang berbeda dalam rutinitas harian mereka.

Tren ini menjadi salah satu alasan strategis di balik arah baru Galaxy AI sebagai ekosistem multi-agent, menyediakan kemampuan yang lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan satu agen AI saja.

Integrasi Perplexity AI dilakukan secara deep embedded, artinya agent tidak sekadar hadir sebagai plugin atau aplikasi terpisah, tetapi memiliki akses fungsional pada sejumlah aplikasi inti Samsung, seperti Samsung Notes, Clock, Gallery, Reminder, dan Calendar, serta pada beberapa aplikasi pihak ketiga yang Samsung belum umumkan secara rinci.

Pendekatan sistem-level ini dimaksudkan agar pengguna mampu menjalankan alur kerja (workflow) yang menangani banyak langkah tanpa harus berpindah aplikasi secara manual.

Secara teknis, integrasi ini merupakan pengembangan dari strategi Galaxy AI, yang sejak awal dirancang untuk mengurangi kebutuhan berpindah antar aplikasi dan mengulang perintah, sehingga interaksi pengguna dengan perangkat menjadi lebih efisien.

Ketika Galaxy AI berfungsi sebagai orchestrator, agen AI seperti Perplexity dapat memanfaatkan konteks perangkat secara lebih luas — misalnya akses ke data lokal dalam aplikasi atau manajemen tugas kompleks dari satu titik integrasi.

Peluncuran integrasi ini bertepatan dengan persiapan Samsung menuju acara Galaxy Unpacked yang dijadwalkan pada 25 Februari 2026, di mana perusahaan diperkirakan akan mengumumkan perangkat flagship terbaru, termasuk seri Galaxy S26.

Meskipun Samsung belum merinci daftar lengkap perangkat yang akan mendukung fitur multi-agent Galaxy AI, pendekatan sistem-level ini menjadi bagian inti dari pengalaman Galaxy AI di generasi perangkat mendatang.

Selain itu, integrasi Perplexity memberikan pengguna pilihan akses agen AI sesuai tugas yang diinginkan. Dengan fitur aktivasi suara dan integrasi dalam berbagai aplikasi, pengguna Galaxy berpotensi menjalankan tugas kompleks — seperti pencarian informasi kontekstual lintas aplikasi, pengelolaan jadwal, atau penyesuaian pengingat — tanpa harus keluar dari aplikasi utama yang sedang mereka gunakan.

Samsung menyatakan akan terus memperluas ekosistem Galaxy AI melalui kolaborasi dengan mitra teknologi terpercaya sekaligus menjaga pengalaman yang mudah digunakan dan tersedia untuk berbagai segmen pengguna.

Detail lengkap perangkat yang mendukung serta pengalaman integrasi Perplexity AI akan diumumkan secara bertahap setelah peluncuran resmi.

Baca Juga: Perplexity AI Tawar Google Chrome dengan Harga Fantastis $34,5 Miliar

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |