Diguyur Hujan, Salat Idulfitri 1447 H di Eme Neme Yauware Mimika Tetap Berlangsung Khidmat

15 hours ago 8

Mimika, 21 Maret 2026 – Salat Idulfitri (Id) 1447 H yang dilaksanakan di Pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (21/3/2026) sempat diguyur hujan ringan.

Berdasarkan Pantauan di salah satu lokasi pelaksanaan salat id yakni, di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, karena hujan masih tampak lengang meskipun waktu menunjukan pukul 06.30 WIT.

Panitia pelaksanaan salat yang berasal dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Mimika sempat menyerukan jika salat id di pelataran gedung Eme Neme Yauware tetap akan dilangsungkan.

Tidak lama berselang, umat muslim disekitaran Eme Neme Yauware, mulai memasuki pelataran, terlihat mereka datang membawa serta payung juga karpet, hingga trash bag, untuk menghindarkan sajadah dari air hujan yang menggenang di beberapa titi lokasi salat.

Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mimika pada Jumat pagi, wilayah Distrik Mimika Baru, Kwamki Narama, dan Wania diguyur hujan ringan, begitu juga dengan Distrik Iwaka, Kuala Kencana dan Mimika Timur.

Salat idulfitri 1447 H di pelataran Eme Neme Yauware yang dipimpin oleh imam H. Muslimin Umar, S.Ag., M.Pd kemudian Ustaz Abdul Syakir, S.Pd.I selaku khatib ini baru dimulai sekitar pukul 07.30 WIT, setelah hujan mereda dan matahari mulai menyingsing.

Meskipun sempat diguyur hujan ringan, umat Muslim tampak tetap antusias melaksanakan salat.

Ketua PHBI Mimika Ustaz Joko Prianto, mengajak semua jamaah yang hadir bersyukur pada Allah karena tetap bisa melaksanakan salat Id meskipun sedikit terlambat karena cuaca dan beberapa kendala teknis pada sound system.

“Mudah-mudahan acara kita hari ini menjadi ajang kita, untuk bersilaturahim, sekaligus tanda syukur kita bahwa hari ini adalah hari fitrah. Semoga kita setelah selama satu bulan penuh melaksanakan puasa, menjadi kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ustaz Djuma Aziz selaku Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Mimika menyampaikan hasil pengumpulan Zakat yang mereka lakukan.

Kemudian, Bupati Mimika Johannes Rettob yang hadir, mengatakan, Idulfitri merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia, setelah menjalankan ibadah Puasa selama sebulan penuh.

“Kita sudah menahan lapar dan dahaga, kita juga sudah menahan hawa nafsu kita, dan hari ini kita merayakan hari kemenangan kita. Kita kembali kepada fitrah (suci), yaitu kita merayakan Idulfitri. Kemenangan ini bukan hanya dimaknai sebagai selesainya ibadah puasa, tetapi lebih dari itu, sebagai kemenangan dalam mengendalikan diri, meningkatkan ketakwaan, memperbaiki akhlak, serta memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT dan sesama manusia,” paparnya.

Bupati Mimika, menegaskan, Idulfitri adalah momentum yang sangat tepat untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat persaudaraan tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan.

“Kita gunakan momentum ini, secara khusus di Kabupaten Mimika, untuk kita bersama-sama menjaga nilai-nilai kebersamaan dan toleransi. Dan inilah yang kita harapkan untuk bisa menjadi pondasi utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di Kabupaten Mimika yang kita cintai ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ustaz Abdul Syakir dalam khutbahnya menyampaikan, Idul Fitri yang saat ini sedang dirayakan ini bukanlah sekadar perayaan belaka. Idul Fitri adalah momentum renungan bagi pribadi dan menjadi penanda apakah Ramadan benar-benar berhasil mendidik spiritualitas atau berlalu begitu saja tanpa ada bekasnya.

“Selama satu bulan penuh kita dilatih untuk menahan lapar dan dahaga. Kita belajar menahan amarah, menahan ego, dan menahan hawa nafsu yang membara. Namun sejatinya, keberhasilan puasa tidak hanya terlihat dari seberapa kuat kita menahan lapar dan dahaga. Namun dari seberapa besar perubahan sikap kita setelah Ramadan berlalu meninggalkan kita,” tegasnya.

“Dan tanda keberhasilan Idul Fitri, adalah ketika kita semakin mampu menahan diri, semakin memiliki empati, terutama kepada mereka yang hidup dalam kesulitan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Ustaz Syakir menyebut, Ramadan seharusnya melahirkan pribadi yang lebih peduli, memiliki kelembutan hati, dan lebih memperlakukan orang lain secara manusiawi.

Ustaz Syakir dalam khutbah nya juga mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk menunaikan zakat.

“Idul Fitri seharusnya melahirkan pribadi-pribadi yang lebih peduli kepada sesama. Oleh karena itu diwajibkan bagi kita untuk berbagi dengan mengeluarkan zakat untuk membersihkan jiwa dan harta setelah kita berpuasa. Inilah upaya kita untuk memperkuat kesalehan sosial kita, menanamkan solidaritas pada sesama, memperkuat kepedulian dan kepekaan jiwa, serta memperkuat semangat untuk saling membantu sesama,” tutupnya.

[Nabire.Net/Yosef Doo]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |