Bupati Intan Jaya Dukung Program Pendidikan Prioritas Pemprov Papua Tengah

18 hours ago 8

Nabire, 6 Februari 2026 – Bupati Kabupaten Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan komitmennya mendukung penuh program prioritas pendidikan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley.

Komitmen tersebut disampaikan Aner Maisini dalam keterangan pers kepada awak media pada Kamis, 5 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam mengubah pola pikir (mindset) serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Tengah.

“Pendidikan itu sangat penting karena mengubah mindset dan mengubah manusia. Memperbaiki masa depan Papua Tengah hanya bisa dilakukan melalui pendidikan,” ujar Aner.

Salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang saat ini mulai berjalan adalah Sekolah Sepanjang Hari (SSH). Program tersebut diterapkan di delapan kabupaten, termasuk Kabupaten Intan Jaya, dan telah resmi dilaunching pada 27 Januari 2026.

Di Intan Jaya, pelaksanaan SSH dikelola oleh Universitas Papua (UNIPA) di bawah koordinasi Dr. Agus Sumule. Aner Maisini menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah atas kebijakan strategis tersebut.

“Ini adalah langkah yang tepat untuk membangun manusia. Tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, pembangunan infrastruktur tidak akan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Selain SSH, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya juga siap menjalankan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dikelola oleh masyarakat lokal. Menurut Aner, keterlibatan masyarakat setempat sangat penting agar pengelolaan berbasis kearifan lokal sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.

“Makanan akan menggunakan bahan pangan lokal. Perputaran ekonomi bisa terjadi di Intan Jaya. Ada sekitar 13 titik yang akan dikelola oleh investor orang asli daerah,” jelas Aner.

Ia menambahkan, pelaksanaan MBG tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Badan Gizi Nasional. Seluruh persiapan, termasuk lokasi dan perlengkapan oleh investor lokal, telah dinyatakan siap.

Di sektor pendidikan, Pemkab Intan Jaya juga telah melakukan evaluasi terhadap guru dan kepala sekolah. Guru yang tidak aktif menjalankan tugas mengajar akan dikenakan sanksi berupa penghentian gaji dan tunjangan.

“Langkah-langkah ini sudah mulai kami ambil agar pendidikan benar-benar berjalan,” katanya.

Aner juga mengungkapkan bahwa meskipun sebelumnya terdapat tantangan keamanan, dalam satu tahun terakhir kondisi Intan Jaya relatif kondusif. Hal ini memungkinkan sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan kembali berjalan normal.

Pada tahun 2026, fokus pembangunan akan diperluas ke wilayah barat dan timur Intan Jaya, termasuk pembangunan rumah layak huni serta penguatan sektor pendidikan.

Menutup pernyataannya, Bupati Aner Maisini menegaskan bahwa seluruh kabupaten di Papua Tengah mendukung penuh kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.

“Ini sejalan dengan cita-cita Presiden dan amanat Daerah Otonomi Baru. Kami di Intan Jaya siap mendukung dan menjalankan seluruh program tersebut,” pungkasnya.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |