Banyak Pelajar Pedalaman Mimika Putus Sekolah, Distrik Agimuga Usul Bangun SMA Asrama

9 hours ago 5

Mimika, 16 Maret 2026 – Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika, mengusulkan pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) berpola asrama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik yang digelar pada Senin (16/03/2026).

Usulan tersebut disampaikan karena hingga saat ini belum tersedia sekolah tingkat SMA di wilayah Distrik Agimuga. Akibatnya, banyak anak-anak harus melanjutkan pendidikan ke kota Timika, yang berjarak cukup jauh dari kampung mereka.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame, mengungkapkan kondisi ini menjadi salah satu penyebab tingginya angka putus sekolah di wilayah tersebut.

Menurutnya, banyak pelajar yang akhirnya tidak menyelesaikan pendidikan SMA karena berbagai faktor, termasuk harus tinggal jauh dari keluarga.

“Anak-anak dari delapan kampung di Distrik Agimuga harus pergi ke Timika untuk melanjutkan pendidikan. Namun sebagian besar akhirnya kembali ke kampung sebelum lulus,” ujar Arianus saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, kondisi kehidupan di kota seringkali membuat para orang tua khawatir. Berbagai persoalan sosial seperti konflik, kecelakaan, konsumsi alkohol hingga risiko lainnya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi keluarga di kampung.

“Rata-rata yang sekolah di Timika kembali ke kampung masing-masing. Bukan hanya dari Agimuga, tetapi juga dari Jila, Alama, dan Hoya. Yang benar-benar lulus SMA bisa dihitung dengan jari,” ungkapnya.

Arianus menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena jika terus terjadi setiap tahun, generasi muda di wilayah pedalaman akan semakin tertinggal dalam bidang pendidikan.

Karena itu, Distrik Agimuga mengusulkan pembangunan SMA berpola asrama agar para pelajar dapat menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan wilayah mereka.

Selain pendidikan, Arianus juga menyoroti minimnya sarana dan prasarana dasar di Distrik Agimuga. Padahal wilayah tersebut direncanakan menjadi ibu kota calon Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Mimika Timur, hasil pemekaran dari Kabupaten Mimika.

Menurutnya, hingga saat ini akses transportasi dan infrastruktur dasar masih sangat terbatas.

Dalam Musrenbang tersebut, pemerintah distrik juga mengusulkan pembangunan sejumlah jembatan untuk menghubungkan antar kampung dan distrik di wilayah pedalaman.

“Agimuga ini calon kabupaten, tetapi sarana prasarana dasar saja belum ada. Tidak ada jalan penghubung antar kampung dengan distrik,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah dapat membangun jembatan penghubung seperti dari Agimuga ke Jita, Jita ke Jila, maupun akses dari Agimuga menuju Jila sehingga wilayah Alama juga dapat terhubung melalui jalur darat.

“Kalau sekarang ini masyarakat hanya bisa menggunakan pesawat untuk bepergian,” pungkasnya.

[Nabire.Net/Yosef Doo]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |