Apple Kehabisan Stok Chip Gara-gara MacBook Neo

7 hours ago 6

Selular.ID – Kesuksesan luar biasa MacBook Neo ternyata membawa masalah baru bagi Apple.

Permintaan yang membludak disebut-sebut berpotensi menguras stok chip A18 Pro, komponen utama yang digunakan di laptop “murah” terbaru Apple tersebut.

Menurut laporan terbaru, CEO Apple, Tim Cook bahkan mengungkapkan bahwa lini Mac mencatat minggu peluncuran terbaik sepanjang sejarah, terutama dari pengguna baru.

Salah satu penyumbang terbesar kesuksesan itu adalah MacBook Neo yang langsung diserbu pasar.

Namun di balik penjualan yang fantastis, Apple kini menghadapi dilema serius di sisi produksi.

Baca juga:

Pakai “Sisa” Chip iPhone

Berbeda dari lini Mac lainnya, MacBook Neo tidak menggunakan chip yang diproduksi khusus.

Sebaliknya, Apple memanfaatkan chip A18 Pro—yang juga digunakan di iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max—dari stok yang tersisa.

Bukan hanya itu, sebagian chip yang digunakan merupakan hasil “chip-binning”, yaitu chip dengan sedikit cacat (misalnya satu core GPU tidak aktif) yang masih bisa dimanfaatkan.

Strategi ini membuat biaya produksi jauh lebih rendah, karena Apple tidak perlu membuat chip baru dari nol.

Pendekatan ini menjadi kunci mengapa MacBook Neo bisa dijual lebih murah dibanding MacBook lainnya.

Stok Chip Bisa Habis

Masalahnya, stok chip A18 Pro tersebut terbatas. Karena berasal dari sisa produksi iPhone, jumlahnya tidak bisa ditambah dengan cepat.

Lebih rumit lagi, chip ini diproduksi menggunakan teknologi 3nm milik TSMC, yang saat ini kapasitas produksinya sudah hampir penuh.

Artinya, jika Apple ingin membuat chip tambahan, mereka harus berebut slot produksi—dan itu tidak murah.

Jika dipaksakan, Apple mungkin hanya bisa memproduksi sekitar 2,3 juta hingga 7 juta unit tambahan, jumlah yang tergolong kecil untuk skala Apple.

Biaya per chip pun akan jauh lebih mahal dibanding produksi massal biasa.

Situasi ini membuat Apple harus mempertimbangkan beberapa opsi yang cukup berisiko:

  • Menaikkan harga MacBook Neo (yang bisa merusak daya tariknya sebagai laptop “murah”)
  • Menghapus varian tertentu untuk menekan biaya
  • Merilis versi baru dengan spesifikasi berbeda
  • Atau menggunakan chip non-binned dengan performa dikurangi via software
  • Semua opsi ini punya konsekuensi besar terhadap strategi pasar Apple.

Strategi Jangka Panjang Sudah Disiapkan

Menariknya, Apple disebut sudah merencanakan strategi serupa untuk masa depan. Versi MacBook Neo berikutnya yang dirilis sekitar 2027 kemungkinan akan menggunakan chip A19 Pro hasil “daur ulang” dari lini iPhone 17 Pro.

Ini menunjukkan bahwa Apple serius menjadikan efisiensi produksi sebagai senjata utama—bukan hanya inovasi teknologi.

Meski begitu, ada keraguan dari sejumlah analis.

Dengan penjualan iPhone yang mencapai ratusan juta unit, angka stok chip sisa yang hanya sekitar 5–6 juta unit dinilai cukup rendah.

Namun, tidak semua chip cacat bisa digunakan kembali.

Banyak yang benar-benar tidak layak pakai, sehingga jumlah chip yang bisa “diselamatkan” jauh lebih sedikit dari total produksi.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |