Tanggapan Sejumlah Vendor Laptop Untuk Menghadapi MacBook Neo di Indonesia

5 hours ago 10

Selular.ID – Sejumlah brand laptop di Indonesia memberikan tanggapan terkait MacBook Neo yang telah Apple rilis secara global bulan Maret lalu.

Setelah rilis secara global, laptop yang harganya sekitar Rp9,5 juta hingga Rp12 jutaan ini, kemungkinan besar akan segera masuk ke pasar laptop Indonesia.

Kehadiran MacBook Neo ini tentu saja akan membuat persaingan vendor laptop di Indonesia semakin sengit.

Para vendor laptop besar yang ada di Indonesia harus mempersiapkan strategi baru mereka untuk menghadapi produk dari Apple ini.

Sejumlah vendor mengaku telah mempersiapkan strategi baru untuk menghadapi MacBook Neo yang bakal segera hadir di Indonesia.

Selular telah merangkum, sejumlah tanggapan dari para vendor besar laptop yang ada di Indonesia, seperti Asus, Lenovo hingga Axioo.

Baca juga:

Asus Tak Risau

Kabar kehadiran MacBook Neo yang bakal meluncur di Indonesia ditanggapi Asus.

Sebagai brand laptop, Asus memiliki lini produk yang dijual diharga Rp10 jutaan, dan MacBook Neo kabarnya dibandrol tak lebih dari Rp10 jutaan.

Brama Setyadi, Head of PR & Digital ASUS Indonesia (SYS BG) menyampaikan kehadiran MacBook Neo akan meramaikan pasar laptop global.

Asus menilai langkah tersebut sebagai bagian dari dinamika industri, sekaligus mempertegas posisi ekosistem Windows yang dinilai tetap unggul dalam fleksibilitas dan variasi perangkat.

Brama menyebutkan, kehadiran produk baru dari kompetitor, termasuk lini MacBook, akan memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen, dan Asus melihat kondisi ini sebagai perkembangan yang wajar di tengah persaingan industri perangkat komputasi yang terus berkembang.

“Kami melihat ini sebagai bagian dari dinamika industri. Kehadiran MacBook Neo memperkaya pilihan konsumen, sementara ekosistem Windows tetap unggul dari sisi fleksibilitas dan variasi,” ujar Brama kepada Selular, baru-baru ini.

Ia juga menyinggung adanya penyesuaian harga perangkat yang terjadi secara global, dipengaruhi oleh faktor seperti kenaikan harga komponen memori (RAM) dan tantangan rantai pasok.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada seluruh pelaku industri, termasuk produsen laptop berbasis Windows.

“Meski ada penyesuaian harga akibat faktor global seperti RAM dan supply chain, kami memastikan setiap peningkatan juga diikuti dengan value teknologi yang semakin tinggi bagi pengguna,” kata Brama.

Dalam konteks pasar Indonesia, Asus tetap mengandalkan portofolio produk yang luas untuk menjangkau berbagai segmen pengguna.

Di rentang harga Rp10 jutaan, perusahaan menghadirkan sejumlah lini laptop yang dirancang untuk kebutuhan produktivitas, kreatif, hingga penggunaan sehari-hari.

Axioo Siap Bersaing

Axioo  merespons kehadiran perangkat baru di segmen laptop harga Rp10 jutaan seperti MacBook Neo dengan menegaskan bahwa kompetisi di kelas tersebut justru memperkuat relevansi pasar yang telah lama mereka bidik.

Timotius Theopelus, Vice President Business Development & Strategic Partnership, menilai dinamika ini sebagai validasi terhadap strategi Axioo di pasar Indonesia.

Menurut Timotius, segmen laptop di kisaran harga Rp10 jutaan kini menjadi semakin kompetitif dan relevan, terutama karena menyasar kelompok pengguna yang luas, mulai dari pelajar, pekerja pemula (first jobber), hingga profesional muda.

Ia menegaskan bahwa Axioo tidak melihat kehadiran produk seperti MacBook Neo sebagai ancaman langsung, melainkan sebagai pendekatan berbeda dalam memenuhi kebutuhan pasar.

“Kami melihat ini sebagai perkembangan yang menarik, karena menunjukkan bahwa segmen laptop di harga Rp10 jutaan semakin relevan dan kompetitif di Indonesia. Bagi Axioo, ini justru menjadi validasi bahwa segmen ini adalah sweet spot market,” ujar Timotius, kepada Selular.

Ia menambahkan bahwa Axioo telah lama memfokuskan strategi bisnis pada segmen tersebut dengan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna lokal.

Pendekatan yang diambil tidak hanya berfokus pada spesifikasi perangkat keras, tetapi juga mencakup fleksibilitas penggunaan serta dukungan layanan purna jual.

Dalam lanskap industri teknologi Indonesia, segmen laptop Rp10 jutaan memang mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan perangkat produktivitas yang terjangkau namun tetap mumpuni.

Transformasi digital di sektor pendidikan dan pekerjaan turut mendorong permintaan terhadap laptop yang mampu menjalankan berbagai aplikasi produktivitas, mulai dari pengolahan dokumen hingga kebutuhan kreatif ringan.

Axioo memposisikan diri dengan menawarkan kombinasi spesifikasi kompetitif dan layanan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna domestik.

Salah satu diferensiasi yang disoroti adalah dukungan after-sales yang diklaim luas di Indonesia, serta program perlindungan seperti Accidental Damage Protection, yaitu layanan proteksi terhadap kerusakan tidak disengaja yang dapat memberikan rasa aman bagi pengguna dalam jangka panjang.

Timotius menekankan bahwa keputusan konsumen dalam membeli laptop tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi teknis semata.

Faktor kenyamanan penggunaan, dukungan layanan, serta jaminan keamanan perangkat menjadi pertimbangan penting, terutama bagi pengguna yang mengandalkan laptop sebagai perangkat utama untuk aktivitas sehari-hari.

Lenovo Percaya Diri Karena Ekosistem

Lenovo Indonesia merespons rencana kehadiran MacBook Neo di Indonesia, dengan kisaran harga Rp10 juta, yang dinilai beririsan dengan segmen perangkat tablet premium seperti lini Yoga Tab.

William Hartoyo, Consumer Product Manager Lenovo Indonesia, menyebut bahwa persaingan di segmen ini tidak hanya ditentukan harga, melainkan juga ekosistem dan kebutuhan pengguna yang berbeda.

William menjelaskan bahwa MacBook Neo yang disebut berbasis sistem operasi iOS (mengacu pada ekosistem Apple) memiliki pendekatan berbeda dibandingkan perangkat Lenovo yang berbasis Android.

Perbedaan ini, menurutnya, membentuk segmentasi pengguna yang tidak sepenuhnya tumpang tindih, meski berada pada rentang harga yang berdekatan.

“Ekosistemnya berbeda. Kalau Mac berbasis iOS, sementara kami di Android. Jadi user-nya punya preferensi masing-masing,” ujar William, di Jakarta, (16/04/26)

Menurut William bahwa Lenovo tetap optimistis dapat bersaing di segmen tersebut karena telah menyiapkan skenario penggunaan yang lebih fleksibel melalui perangkat tablet.

Lini tablet Lenovo, termasuk Yoga Tab, dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas produktivitas dan hiburan.

Perangkat tersebut telah dilengkapi dengan aksesori seperti stylus pen serta dukungan aplikasi yang dioptimalkan untuk multitasking.

Hal ini menjadi nilai tambah yang ditawarkan Lenovo di tengah meningkatnya minat terhadap perangkat komputasi portabel.

Ia menegaskan bahwa persaingan tidak semata-mata kembali ke spesifikasi atau harga, melainkan pada bagaimana perangkat dapat digunakan dalam skenario sehari-hari.

Lenovo, kata dia, menempatkan fokus pada pengalaman pengguna yang mencakup fleksibilitas penggunaan sebagai tablet sekaligus perangkat produktivitas ringan.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |