Selular.ID – Qualcomm mengumumkan kehadiran Snapdragon Wear Elite sebagai platform wearable berbasis Personal AI yang dirancang untuk menghadirkan komputasi cerdas generasi baru langsung di perangkat.
Platform ini diklaim sebagai wearable Personal AI pertama yang mendukung Wear OS by Google, Android, serta Linux, dengan integrasi NPU (neural processing unit) untuk pemrosesan AI on-device dan konektivitas ultra low-power multi-mode.
Peluncuran ini menegaskan strategi Qualcomm dalam memperluas kapabilitas edge AI—pemrosesan kecerdasan buatan langsung di perangkat tanpa bergantung penuh pada cloud—ke kategori wearable.
Snapdragon Wear Elite diposisikan bukan lagi sekadar pelengkap smartphone, melainkan bagian aktif dari jaringan AI terdistribusi yang mencakup perangkat mobile, komputasi, extended reality (XR), hingga wearable.
Alex Katouzian, Executive Vice President and Group General Manager, Mobile, Compute & XR (MCX) Qualcomm Technologies, Inc., menyatakan Snapdragon Wear Elite menghadirkan kemampuan edge AI melalui arsitektur NPU terintegrasi dan pemrosesan sensor canggih.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari visi “Ecosystem of You”, di mana kecerdasan buatan bergerak bersama pengguna, belajar dari konteks, dan beradaptasi di berbagai perangkat personal.
Snapdragon Wear Elite mengintegrasikan Qualcomm Hexagon NPU yang dirancang untuk menjalankan model AI hingga miliaran parameter di edge.
Kombinasi ini dipadukan dengan teknologi sensor fusion—penggabungan data dari berbagai sensor seperti akselerometer, giroskop, hingga sensor kesehatan untuk menghadirkan pengalaman AI multimodal secara real-time.
Implementasinya mencakup rekomendasi berbasis konteks, interaksi suara alami, life logging, hingga agen AI yang mampu menjalankan tugas atas nama pengguna.
Dari sisi performa, Qualcomm menyebut platform ini menghadirkan peningkatan CPU single-core hingga lima kali lipat dan GPU hingga tujuh kali lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Peningkatan tersebut ditujukan untuk mempercepat peluncuran aplikasi, mendukung multitasking, serta meningkatkan kualitas rendering antarmuka.
Qualcomm juga mengklaim efisiensi daya yang lebih baik dengan waktu penggunaan hingga 30% lebih lama dibanding platform terdahulu, serta dukungan pengisian cepat yang mampu mengisi baterai hingga 50% dalam sekitar 10 menit.
Salah satu pembeda utama Snapdragon Wear Elite adalah arsitektur konektivitas multi-mode yang mengintegrasikan enam teknologi sekaligus, termasuk 5G RedCap, Micro-Power Wi-Fi, Bluetooth 6.0, UWB (ultra-wideband), GNSS, dan NB-NTN.
5G RedCap dirancang untuk menghadirkan konektivitas seluler berdaya rendah yang tetap stabil untuk perangkat wearable.
Micro-Power Wi-Fi memungkinkan koneksi selalu aktif dengan konsumsi daya minimal, mendukung sinkronisasi data AI secara kontinu. Bluetooth 6.0 meningkatkan presisi interaksi antar perangkat dalam ekosistem personal.
Sementara itu, UWB menghadirkan komunikasi jarak dekat dengan presisi tinggi, misalnya untuk menemukan perangkat atau mengakses kendaraan dan rumah pintar.
GNSS memberikan akurasi lokasi yang lebih baik untuk mendukung interaksi berbasis konteks. Adapun NB-NTN (Narrowband Non-Terrestrial Network) memungkinkan konektivitas melalui jaringan satelit, termasuk dukungan pesan dua arah ketika jaringan seluler atau Wi-Fi tidak tersedia, melalui kolaborasi ekosistem dengan Skylo.
Dalam pengembangannya, Qualcomm menggandeng sejumlah mitra global, termasuk Google, Motorola, dan Samsung Electronics. Bjørn Kilburn, GM Wear OS by Google, menyatakan Snapdragon Wear Elite menjadi fondasi penting bagi pengembangan Wear OS generasi berikutnya, terutama dalam aspek performa, daya tahan baterai, dan konektivitas.
Motorola sebelumnya memperkenalkan konsep AI perceptive companion “Project Maxwell” di CES, yang berfokus pada AI personal berbasis perangkat.
Francois LaFlamme, Vice President and Chief Strategy and Marketing Officer Motorola, menyebut transisi menuju AI personal membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan on-device.
Kemampuan sensing, konektivitas, dan efisiensi komputasi—area yang diklaim dapat dipenuhi oleh Snapdragon Wear Elite.
Dari sisi Samsung, InKang Song, Executive Vice President and Head of Technology Strategy Team, MX Business Samsung Electronics, menegaskan kolaborasi panjang antara Samsung dan Qualcomm kini diperluas ke kategori wearable.
Integrasi Snapdragon Wear Elite disebut akan memperkuat kapabilitas Galaxy Watch generasi berikutnya sebagai pendamping wellness yang lebih personal dan efisien.
Qualcomm menyatakan perangkat komersial pertama yang ditenagai Snapdragon Wear Elite diperkirakan akan tersedia dalam beberapa bulan ke depan.
Perusahaan juga memamerkan platform ini di ajang MWC Barcelona melalui demo langsung bersama mitra ekosistem.
Kehadiran Snapdragon Wear Elite menandai langkah lanjutan Qualcomm dalam mendorong adopsi AI on-device di segmen wearable.
Baca Juga:Qualcomm Rekrut Eks Eksekutif AMD, Perkuat Dominasi Snapdragon X di Pasar Laptop
Dengan kombinasi NPU terintegrasi, konektivitas multi-mode, dan efisiensi daya, platform ini diarahkan untuk memperluas fungsi wearable dari sekadar perangkat notifikasi menjadi pusat komputasi personal yang terhubung dalam ekosistem AI terdistribusi.



















































