Selular.ID – Negara tetangga Indonesia di kawasan Asia, Jepang, memberikan subsidi besar kepada Sony Group untuk memperkuat produksi semikonduktor domestik.
Pemberian subsidi besar dari Pemerintah Jepang ke Sony Group ini berfokus utama pada sensor gambar berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dukungan ini mencapai 60 miliar yen atau sekitar Rp6,4 triliun sebagai bagian dari strategi nasional untuk mengamankan rantai pasok teknologi kritikal.
Baca juga:
- Sony dan Honda Batalkan Proyek EV Afeela
- Sony Siapkan Teknologi AI Frame Generation untuk PlayStation
Fokus pada Sensor Gambar AI
Subsidi diberikan melalui kebijakan keamanan ekonomi Jepang, yang menempatkan sensor gambar sebagai komponen vital bagi masa depan teknologi.
Sensor ini menjadi tulang punggung berbagai aplikasi, mulai dari kendaraan otonom, sistem industri otomatis, hingga solusi imaging berbasis AI.
Menteri Ekonomi Jepang, Ryosei Akazawa, menegaskan pentingnya pasokan stabil komponen ini untuk mendukung perkembangan “physical AI”.
Investasi Besar, Target Produksi 2029
Melalui unit Sony Semiconductor Solutions, Sony berencana menginvestasikan total 180 miliar yen untuk membangun fasilitas produksi baru di Kumamoto.
Pabrik ini ditargetkan mampu memproduksi 10.000 wafer berukuran 300mm per bulan, dengan operasi komersial dijadwalkan mulai Mei 2029.
Dominasi Sony di Pasar Global
Saat ini, Sony merupakan pemimpin global dalam pasar sensor gambar, dengan produknya digunakan secara luas di smartphone, sistem otomotif, hingga perangkat teknologi canggih lainnya.
Langkah ekspansi ini diperkirakan akan semakin memperkuat posisi Sony di tengah meningkatnya permintaan global terhadap teknologi AI dan visual computing.
Strategi Nasional Jepang
Investasi ini merupakan bagian dari upaya lebih luas Jepang untuk mengurangi ketergantungan pada produksi luar negeri, sekaligus memperkuat daya saing di industri semikonduktor global.
Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan di sektor chip semakin intens, terutama dengan meningkatnya kebutuhan untuk AI, kendaraan listrik, dan otomatisasi industri.
Menuju Era AI Fisik
Dengan meningkatnya kebutuhan sensor untuk “melihat” dunia nyata—baik oleh mobil otonom maupun robot industri—peran image sensor menjadi semakin krusial.
Langkah Jepang mendukung Sony menunjukkan bahwa persaingan AI tidak hanya terjadi di software, tapi juga di hardware yang jadi fondasinya.












































