Selular.ID – Counterpoint Research memperingatkan potensi kenaikan harga smartphone global sepanjang 2026 seiring melonjaknya biaya komponen memori semikonduktor.
Lembaga riset pasar tersebut menyebut kenaikan harga terutama dipicu oleh peningkatan biaya produksi memori seperti DRAM dan NAND flash, dua komponen utama yang digunakan dalam hampir seluruh perangkat smartphone modern.
Dalam analisis terbaru yang dipublikasikan pada awal 2026, Counterpoint Research menjelaskan bahwa lonjakan biaya memori dapat mendorong produsen smartphone menyesuaikan harga jual perangkat di pasar ritel.
Kenaikan ini terjadi ketika permintaan memori meningkat secara global, sementara pasokan belum sepenuhnya stabil setelah siklus penyesuaian produksi industri semikonduktor pada tahun sebelumnya.
Counterpoint menyebut komponen memori menjadi salah satu faktor biaya paling signifikan dalam struktur produksi smartphone.
Ketika harga DRAM dan NAND meningkat, produsen perangkat biasanya memiliki dua pilihan: menyerap kenaikan biaya tersebut atau meneruskannya ke harga jual produk di pasar konsumen.
DRAM adalah jenis memori yang berfungsi sebagai ruang kerja sementara bagi prosesor untuk menjalankan aplikasi, sedangkan NAND flash digunakan sebagai penyimpanan internal perangkat untuk sistem operasi, aplikasi, foto, video, dan data pengguna.
Keduanya menjadi komponen penting yang menentukan performa dan kapasitas penyimpanan smartphone modern.
Dalam beberapa tahun terakhir, kapasitas memori pada smartphone terus meningkat. Perangkat kelas menengah kini umumnya dilengkapi RAM minimal 8GB dengan penyimpanan internal 128GB atau lebih.

Di segmen premium, konfigurasi memori bahkan mencapai 12GB hingga 16GB RAM dengan kapasitas penyimpanan hingga 1TB.
Peningkatan spesifikasi ini membuat biaya memori semakin berpengaruh terhadap harga akhir perangkat.
Counterpoint Research mencatat bahwa industri semikonduktor mengalami perubahan siklus produksi pada 2024 hingga 2025 ketika beberapa produsen memori mengurangi kapasitas produksi untuk menyeimbangkan kelebihan pasokan.
Langkah tersebut dilakukan oleh berbagai perusahaan semikonduktor global guna menstabilkan harga setelah periode penurunan tajam pada pasar memori.
Seiring pulihnya permintaan pada 2025 dan awal 2026, kondisi tersebut mulai berbalik. Produksi yang sempat ditekan sebelumnya kini tidak langsung mampu memenuhi lonjakan kebutuhan dari berbagai sektor teknologi, termasuk smartphone, pusat data, komputer pribadi, hingga perangkat kecerdasan buatan.
Selain smartphone, teknologi seperti komputasi awan dan sistem AI generatif juga membutuhkan kapasitas memori besar.
Hal ini meningkatkan kompetisi pasokan antara berbagai industri teknologi yang sama-sama membutuhkan komponen memori berkapasitas tinggi.
Dalam konteks pasar smartphone, kenaikan biaya memori biasanya paling terasa pada perangkat dengan kapasitas RAM dan penyimpanan lebih besar.
Produsen yang merilis varian perangkat dengan konfigurasi memori tinggi kemungkinan menghadapi biaya produksi yang lebih besar dibanding model dengan spesifikasi standar.
Situasi ini berpotensi mempengaruhi strategi produk berbagai merek smartphone global. Produsen dapat menyesuaikan harga perangkat, mengubah konfigurasi memori dasar, atau memperkenalkan lebih banyak varian untuk menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan daya beli pasar.
Menurut Counterpoint Research, dinamika harga memori merupakan salah satu faktor penting yang secara historis memengaruhi harga smartphone di tingkat ritel.
Ketika harga memori turun, produsen biasanya meningkatkan kapasitas RAM atau penyimpanan tanpa menaikkan harga perangkat.
Sebaliknya, ketika biaya memori meningkat, tekanan terhadap harga jual perangkat cenderung muncul.
Kondisi tersebut juga terjadi di tengah kompetisi ketat antar merek smartphone yang berupaya mempertahankan harga kompetitif di berbagai segmen pasar, mulai dari entry-level hingga flagship.
Persaingan ini sering membuat produsen harus menyeimbangkan antara margin keuntungan, spesifikasi perangkat, dan harga jual.
Analisis Counterpoint menunjukkan bahwa perubahan harga komponen semikonduktor tetap menjadi variabel penting dalam ekosistem perangkat mobile.
Industri smartphone yang sangat bergantung pada rantai pasok global akan terus terpengaruh oleh fluktuasi harga komponen utama seperti memori, chipset, dan layar.
Perkembangan harga memori sepanjang 2026 diperkirakan menjadi salah satu indikator utama yang akan menentukan bagaimana produsen smartphone mengatur strategi produk dan harga perangkat di pasar global.
Baca Juga: Counterpoint: Top 5 Brand Smartphone 2025



















































